Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 40


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pagi tadi Ardi mengatakan pada sang istri jika akan ada meeting di luar jadi Selin bisa makan siang duluan dan tak perlu menunggunya.


Tentu saja Selin tak mempermasalahkan tentang hal itu, karena dengan demikian dirinya bisa makan siang kembali bersama dengan Nanda...rekan satu-satunya yang dekat dengannya semenjak dirinya kerja di perusahan CB grup.


''Nan, aku ke toilet bentar ya.'' kata selin setelah mengambil makanannya dan meletakkannya di meja yang akan mereka tempati. ''Kamu makan aja duluan.'' sambungnya lagi.


''Hem oke.'' sahut Nanda.


Setelah sepuluh menit Selin akhirnya kembali lagi.


Namun tunggu seperti ada yang aneh di sini, dirinya mendengar para karyawan wanita berbisik-bisik seperti sedang membicarakan seseorang yang Selin tebak bahwa itu adalah suaminya.


"Sudah tampak, mapan, tanggung jawab...uh kurang apa lagi coba."


"Hem...bener-bener sempurna."


"Iya hot Daddy."


Tanpa memperhatikan sekitar dan juga tak perduli dengan semua bisik-bisik yang di dengarnya...Selin berjalan menuju di mana Nanda berada.


''Mami.'' seru seorang bocah yang sudah melepaskan gandengan tangannya di tangan sang ayah.


''Hah...mami.''


Semua orang kaget mendengar anak itu berteriak...


"Mami...siapa maminya?"


"Dimana?"


Semua orang di buat bertanya-tanya akan hal itu.


Pasalnya mereka semua juga penasaran dengan sosok istri dari Presdir mereka yang selama ini tak ada yang tahu.


''Kayak suara Langit.'' gumam Selin yang seketika menghentikan langkahnya. ''Ah tapi gak mungkin...mana mungkin Langit di sini.'' sambungnya lagi.


''Mami.'' serunya langsung berlari kearah wanita yang di panggilnya.


Orang-orang pun langsung menyingkir memberikan jalan pada anak Presdir mereka.


''Langit.'' gumam Selin. ''Kok...'' beonya dengan bingung karena putranya beneran ada di sana.


''Mami...'' panggil Langit lagi dan itu langsung membuat Selin melihat kesekitar yang benar sepeti dugaannya...semua menatap kearahnya.


''Langit kok ada di sini nak?'' tanya Selin. ''Langit sama siapa?'' tanyanya lagi setelah memberikan kecupan di puncak kepala kesayangannya dengan mengabaikan tatapan dari semua yang ada di sana.


''Langit mau makan siang sama mami juga papi.'' jawab Langit. ''Tadi Langit telpon papi buat jemput.'' sambungnya.


Ya perkataan bocah tampan itu nyatanya tak semuanya benar.

__ADS_1


Karena yang ada dia di hubungi sang papi dan mengatakan kalau akan menjemputnya untuk makan siang bersama dengan alasan ingin memberikan kejutan untuk maminya.


Dan tentu saja semua yang jawaban Langit sudah di beritahu oleh sang papi.


"Sel...Selin...anak Presdir." kata Mona yang masih linglung karena kejadian yang sangat mengejutkan ini, bukan untuknya tapi juga untuk semua karyawan.


"Mami..." gumam Lisa. "Kalau anak Presdir memanggilnya mami berarti dia..." kata Lisa yang tak mampu meneruskan kata-katanya.


"Istri Presdir." seru mereka bertiga.


"Mampus..." kata Nana lagi sambil menepuk keningnya dengan tangannya sendiri.


"Tamatlah riwayat kita..." kata Lisa.


Nanda, teman dekat Selin pun juga tak kalah terkejut dengan semua ini.


"Jadi suami yang di bilang Selin...pak Presdir.'' gumam Nanda. ''Oh my....demi apa...aku temenan sama istri bos besar.'' katanya lagi.


Ardi yang melihat Selin tak beranjak dari tempatnya berdiri pun langsung berinisiatif untuk menghampirinya, tentu saja dengan Boby dan pengasuh Langit yang mengekor di belakangnya.


Ardi mencoba untuk mengerti posisi Selin saat ini, dimana seseorang yang tak ingin di ketahui indentitasnya namun dengan tiba-tiba semua itu terkuak di depannya.


Tak


Tak


Tak


''Khem.'' Ardi mengeluarkan dehemannya ketikan sudah sampai di hadapan Selin.


''Langit menelpon dan terus merengek, jadi maaf aku terpaksa membawanya kesini.'' potong Ardi. ''Bukan begitu boy?'' tanyanya pada sang putra.


''Iya mami.'' jawab Langit. ''Apa mami marah?'' lirihnya.


''Tentu enggak dong sayang...mami malah seneng karena bisa makan siang sama jagoan mami ini.'' sahut Selin dengan mengelus surai kepala Langit.


''Ayo kita makan...'' kata Langit. ''Langit lapar mami...'' sambungnya lagi.


''Hah...jagoan mami lapar?'' tanya Selin memastikan dan di angguki oleh Langit.


''Mau makan di mana?'' tanya Ardi dengan menatap ke arah Selin.


''Makan di sini aja ya...'' jawabnya. ''Aku sudah pesen makan soalnya...gak enak kalau gak di makan...mubazir.'' tuturnya memberi tahu.


''Oke gak masalah.'' jawab Ardi. ''Gimana boy?'' tanyanya pada Langit.


''Langit sebenarnya pengen makan ayam krispi.'' kata langit dengan pelan.


''Nanti kita beli saat pulang ya sayang, sekarang kita makan di sini dulu ya...'' bujuk Selin.


''Beneran mam?'' tanya Langit memastikan.

__ADS_1


''Iya sayang.'' jawab Selin.


''Yeah...terimakasih mami...mami memang yang terbaik.'' ucap Langit dengan girang sambil memeluk pinggang Selin.


''Nanda gabung makan sama kita gak apa-apakan pap?'' tanya Selin. ''Kasihan dia cuma makan sendiri.'' sambungnya.


''Iya.'' jawab Ardi. ''Apa boleh sekarang aku memperkenalkan dirimu?'' bisiknya yang terlihat seperti adegan romantis di mata orang-orang yang melihatnya.


''Terserah...toh semua sudah gak bisa di tutupi lagi...secara gak langsung sudah terbongkar.'' lirih Selin.


''Khem...mumpung semua di sini dan juga kalian juga sudah menyaksikan semuanya.'' seru Ardi dengan menatap semua karyawan yang sedari tadi tak mengalihkan pandangan dari dirinya bersama Selin dan Langit.


''Saya ingin memberi tahu sekaligus mengenalkan istri saya...istri sah saya secara hukum dan agama, juga ibunya anak saya...'' tutur Ardi.


''Selin Lazuardi Cakrabuana.'' perkenal Ardi dengan merengkuh pinggang Selin menggunakan sebelah tangannya.


''Dan saya rasa kalian cukup mengenalnya.'' sambungnya lagi.


''Ayo.'' ajaknya berjalan menuju kearah meja yang dimana ada teman sang istri di sana.


''Kalian silahkan lanjutkan makan siangnya.'' kata Boby.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Presdir...bu' Presdir.'' sapa Nanda kikuk saat Selin beserta keluarga kecilnya menghampiri dirinya.


''Biasa aja Nan, gak usah kaku gitu.'' kata Selin. ''Aku ini tetap Selin teman kamu kok.'' imbuhnya. ''O iya kenalin...suami aku yang selama ini ingin kamu kenal plus bikin kamu penasaran.'' kata Selin yang membuat Nanda semakin salah tingkah.


''Terimakasih karena selama ini sudah mau menjadi teman yang baik untuk istri saya.'' ucap Ardi.


''I...iya sama-sama Pres...dir.'' jawab Nanda.


''Mami.'' panggil Langit.


''Eh iya maaf sayang mami jadi nyuekin kamu.'' ucap Selin dengan rasa bersalah. ''Kenalin ini tante Nanda...temannya mami.'' kata Selin.


''Halo tante.'' sapa Langit dengan sopan.


''Hai ganteng.'' kata Nanda.


Mereka pun kemudian makan satu meja...makan bersama, ada keluarga kecil Ardi plus Nanda, Boby juga pengasuh Langit.


Semua yang ada di kantin pun tak sesekali mencuri pandang bagaimana sikap Presdir mereka yang terkenal dingin saat bersama keluarganya.


''Mau suapi mami.'' pinta Langit.


''Tentu sayang...a...'' kata Selin yang langsung menyuapi makan Langit.


Ardi yang melihat istrinya sibuk menyuapi sang putra pun berinisiatif untuk segera menyelesaikan makannya.


''A...'' kata Ardi menyodorkan makan ke depan mulut Selin. ''Kamu juga butuh makan mam...'' sambungnya lagi.

__ADS_1


Jadilah akhirnya Selin menyuapi Langit dan Selin di suapi Ardi sama seperti tempo hari yang di lakukan sewaktu makan malam bersama keluarga Cakrabuana.


Pemandangan yang begitu uwu menurut mereka yang melihatnya sehingga membuat semua karyawannya serasa tak percaya bisa melihat pemandangan ini...


__ADS_2