Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 41


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Keuwuhan yang di ciptakan oleh pasangan yang baru terungkap setatusnya itu pun tak hanya sampai di situ saja.


Selin yang merasa haus meraih botol mineral yang ada di meja mereka.


Namun tanpa kata Ardi meraih botol tersebut dan membuka tutupnya yang masih tersegel baru memberikannya pada Selin.


''Terimakasih.'' ucap Selin dan hanya di balas dengan senyum simpul oleh Ardi.


''Ayo.'' ajak Ardi saat melihat anak serta istrinya selesai makan.


''Kemana?'' tanya Selin.


''Keruangan aku, masih ada yang harus aku selesaikan.'' jawab Ardi.


''Tapi aku juga masih ada kerjaan.'' kata Selin yang tak ingin lalai dengan semua tugas serta tanggung jawabnya.


''Langit mau ikut mami.'' kata Langit. ''Boleh ya mam?'' tanyanya.


Selin tak langsung menjawab namun melihat ke arah sang suami.


''Iya boleh dong sayang.'' jawab Selin saat Ardi menganggukkan kepalanya.


''Tapi jagoan papi harus janji gak boleh ganggu mami saat kerja.'' kata Ardi.


''Iya Langit janji papi.'' jawab Langit.


''Dan kamu, awasi Langit baik-baik selama nyonya muda menyelesaikan pekerjaannya.'' kata Ardi pada sang pengasuh.


''Baik tuan muda.'' jawabnya.


''Nanti kalau kerjaan kamu sudah selesai, kalian susul aku ke ruangan...'' kata Ardi.


''He'em.'' jawab Selin.


Ardi mencium pincuk kepala Langit, baru setelah itu mencium kening Selin sebelum dirinya pergi dari sana bersama Boby.


Semua yang ada di sana sampai menganga di buatnya.


''Oh so sweet banget.''


''Gak nyangka pak Presdir bisa sweet kayak gitu.''


''Em jadi iri deh di buatnya.''


''Kamu hutang penjelasan sama aku.'' bisik Nanda setelah Ardi pergi dari sana.


''Ayo balik.'' ajak Selin tanpa memperdulikan tatapan semua orang yang sedari tadi mengarah padanya.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Sel, kamu di sini gak buat mata-matain kitakan?'' tanya Nanda. ''Secara inikan divisi keuangan.'' sambungnya.

__ADS_1


''Ya enggaklah, kamu ini ada-ada saja.'' sahut Selin dengan tersenyum karena gak habis pikir dengan pikiran temannya itu.


''Emm kamu itu beneran istri Presdir?'' tanya Nanda lagi yang seakan belum percaya bahwa temannya adalah istri dari presdir dimana tempat mereka bekerja.


''Menurut ku bagaimana?'' tanya balik Selin. ''Masih kurang buktinya?'' tanyanya lagi.


''Ya enggak gitu bu' Presdir...semua kayak mimpi aja gitu.'' jawab Nanda.


''Mami.'' panggil Langit yang masih berada di gendongan Selin.


''Iya sayang.'' sahut Selin.


''Aku mau turun...mau jalan.'' kata Langit.


''Em baiklah tapi tangannya mami gandeng ya...'' kata Selin dan di angguki oleh Langit.


''Aku sebenarnya sudah curiga saat melihat cincin-cincin yang kamu gunaiin.'' kata Nanda. ''Aku yakin itu pasti cincin yang mahal...karena aku coba cari tau di internet, tapi dasar kamunya aja pinter ngeles.'' sambungnya lagi yang merasa bodoh karena bisa di kelabuhi selama ini.


''Hahaha...iya aku minta maaf...aku gak bermaksud menyembunyikan ini semua, cuma cari waktu yang pas aja.'' ucap Selin.


Sesampainya di ruangan divisi keuangan...semua yang ada di sana menunduk memberi hormat pada Selin tak terkecuali Mona cs.


''Ini nih yang sebenarnya bikin aku males kalau istri Presdir.'' lirih Selin.


''Ya mau bagaimana lagi...terima saja.'' kata Nanda.


''Selin...eh maksudnya nyonya Cakrabuana.'' kata Mona yang mendekat bersama Lisa dan Nana.


''Em kami bertiga mau minta maaf...kami gak tau kalau anda adalah istri dari Presdir pemilik perusahaan ini.'' ucap Mona.


''Aku sudah memaafkan kalian, tapi tolong jangan ulangi lagi seperti ini pada siapa pun.'' kata Selin.


''Baik.'' jawab Mona. ''Tapi kami tak akan kehilangan pekerjaan kamikan?'' tanyanya.


''Kehilangan pekerjaan? kenapa?'' tanya Selin.


''Ya karena kami sering membuat masalah sama...'' jawab Mona.


''Kalau itu aku gak tau.'' jawab Selin. ''Maaf...aku permisi karena mau nyelesaiin kerjaan dulu.'' kata Selin. ''Mbak...ajak Langit mainan di sana dulu ya...'' kata Selin yang kini di tujukan untuk pengasuh Langit.


''Baik nyonya muda.'' jawabnya.


''Langit sama mbak dulu ya...mami mau kerja bentar.'' kata Selin.


''Iya mami.'' jawab Langit.


Memang di pojok ruangan setiap divisi di sediakan satu set sofa dekat dengan jendela, lebih tepatnya di depan ruangan kepala divisi.


❤️❤️❤️❤️❤️


Pekerjaan Ardi yang penting-penting sudah selesai, sisanya akan dia kerjakan di rumah nanti, namun sampai saat ini istri dan anaknya sama sekali belum menampakkan diri merek di ruangannya.


Ardi mengajak Boby untuk pergi ke ruangan divisi keuangan guna menjemput anak dan istrinya.

__ADS_1


''Bob, aku mau kamu beri peringatan pada ketiga rekan Selin yang selalu bikin masalah sama istriku itu.'' kata Ardi sambil berjalan bersama Boby.


''Baik Presdir.'' jawab Boby. ''Tapi kenapa gak pecat mereka saja Presdir?'' tanya Boby.


''Maunya, tapi istriku pasti gak bakal setuju.'' sahut Ardi.


Cklek


''Papi...'' panggil Langit berlari kearah Ardi dan Boby yang baru saja masuk.


Hap


''Jagoan papi.'' kata Ardi yang sudah menangkap dan membawa tubuh mungil itu kedalam gendonggannya.


Lagi-lagi seluruh karyawan divisi keuangan memusatkan perhatiannya pada orang nomor satu di perusahaan tempat mereka mengais rezeki.


''Selamat sore Presdir.'' sapa pak Ilham si kepala divisi keuangan yang keluar dari ruangannya.


''Hem.'' sahut Ardi.


''Ada yang bisa saya bantu Presdir?'' tanyanya dengan sopan.


''Enggak, saya cuma mau jemput istri saya saja.'' sahut Ardi.


Ardi langsung berjalan kearah di mana Selin berdiri saat ini, tepatnya di depan kubikel tempatnya bekerja.


Cup


Tanpa basa-basi...Ardi langsung mengecup kening sang istri.


''Pulang sekarang...'' kata Ardi.


''Apa gak apa-apa?'' tanya Selin. ''Inikan belum jam pulang kantor.'' sambungnya lagi.


''Gak apa-apa, lagian siapa yang berani melarang kamu untuk pulang.'' jawab Ardi.


''Tapikan aku cuma mau profesional aja.'' sahut Selin.


''Pak Ilham...apa bisa saya bawa pergi istri saya?'' tanya Ardi.


''Tentu saja Presdir.'' jawab pak Ilham, mana berani dia melarang sang pemilik perusahaan...bisa-bisa nanti malah dirinya yang kehilangan pekerjaan.


''Ish nyebelin.'' gumam Selin.


''Pulang sekarang atau mau aku gendong untuk keluar dari sini.'' bisik Ardi yang membuat Selin langsung mengerucutkan bibirnya.


''Iya.'' sahut Selin yang langsung membereskan meja kerjanya dan mengambil tas miliknya.


Ardi menggendong Langit dengan menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk merangkul pinggang Selin dengan posesif.


Sepanjang jalan menuju ke arah lobi, semua orang melihat ke arah mereka, kabar jika mereka adalah suami istri pun sudah tersebar ke seluruh karyawan perusahaan.


Mereka semua tak menyangka jika istri Presdir mereka merupakan salah satu karyawan di sana, hari ini juga membuat semua wanita yang mengidolakan Ardi...patah hati seketika.

__ADS_1


__ADS_2