Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 58


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini adalah mendebarkan untuk keluarga Cakrabuana, pasalnya pagi tadi sang nyonya muda keluarga Cakrabuana mengalami kontraksinya.


Kontraksi yang terjadi pada Selin...membuat heboh seluruh kediaman Cakrabuana, karena kepanikan yang di timbulkan oleh sang tuan muda Lazuardi Cakrabuana.


Setelah melalui proses yang bisa di bilang panjang...kini telah lahir seorang princess yang di beri nama...Lana Bilbina Cakrabuana yang diharapakan bisa menjadi putri yang pintar seperti namanya Bilbina serta menjadi cahaya untuk keluarga Cakrabuana...cahaya dari arti namanya Lana.


Cklek


''Mami...adik Lana mana?'' tanya Langit yang baru saja masuk ke dalam kamar kedua orangtuanya.


Kerena kondisi Selin dan sang putri yang sangat baik serta sehat, jadi mereka berdua hanya menginap di rumah sakit selama dua hari saja.


''Itu, adeknya lagi bobok.'' jawab Selin dengan tangan yang menunjuk ke arah baby Lana yang terlelap di dalam box bayinya.


''Yah padahal Langit mau main sama adik Lana.'' kata Langit dengan sendu. ''Tapi adik Lananya bobok terus.'' sambungnya lagi.


''Kakak Langit harus sabar ya...adiknya kan masih bayi jadi masih butuh banyak bobok.'' sahut Selin. ''Em gimana kalau Langit di tunggu di sini saja biar nanti kalau dia bangun, Langit tau.'' kata Selin. ''Mau?'' tanyanya.


''Iya mau mami.'' sahut Langit dengan cepat.


Cklek


''Loh kakak di sini?'' tanya Ardi yang baru pulang dari kantor.

__ADS_1


Sebenarnya dirinya masih enggan untuk meninggalkan istri dan putrinya untuk bekerja, mengingat batu kemarin mereka pulang dari rumah sakit.


Tapi kembali lagi semuanya karena tanggung jawab yang harus dia emban.


''Nunggu Lana bangun papi.'' jawab Langit.


''Heh...'' beo Ardi yang mengalihkan pandangannya pada sang istri yang seolah minta penjelasan.


''Tiap kesini Lana pasti tidur jadi Langit ingin menunggunya sampai bangun.'' kata Selin. ''Kok jam segini sudah pulang mas?'' tanya Selin karena waktu masih menunjukan pukul tiga.


''Sebagian kerjaan sudah beres dan yang lainnya masih bisa di handle sama Boby.'' jawab Ardi. ''Aku bersih-bersih dulu ya...'' pamitnya yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


❤️❤️❤️❤️❤️


Owek...owek...owek...


Langit pun tak kalah antusias...bocah tampan yang bari jadi kakak itu begitu senang melihat sang adik telah bangun dari tidurnya.


''Princess papi...baru bangun ya sayang...'' kata Ardi dengan menjulurkan tangannya untuk meraih tubuh mungil tersebut.


''Lihat...ada kakak Langit yang nunggu Lana...pengen main sama Lana katanya.'' celoteh Ardi pada anak putri yang kini sudah diam dalam gendongannya.


''Bawa sini mas, mungkin Lana haus atau popoknya basah.'' pinta Selin.


''Sama mami dulu ya sayang...'' kata Ardi yang menciumi pipi gembul sang putri.

__ADS_1


Popok masih aman...tapi bayi mungil itu sepertinya sedang merasa kehausan saat ini.


Ardi seolah tak bisa berkedip begitu melihat salah satu aset milik Selin di keluarkan untuk memberikan sumber kehidupan bagi putrinya.


''Jangan di lihatin terus mas, nanti kamu repot sendiri loh.'' ucap Selin yang seolah mengerti arti tatapan sang suami.


Mendengar perkataan Selin membuat Ardi langsung mengalihkan pandangannya untuk beralih menatap kearah Langit, sebab apa yang di katakan sang istri benar adanya...dan Ardi tak mau repot sendiri nantinya.


''Kakak Langit sudah mandi belum?'' tanya Ardi dan mendapatkan gelengan kepala dari sang putra.


''Mandi dulu yuk biar wangi.'' bujuk Ardi.


''Gak mau pap.'' sahut Langit.


''Loh kenapa?'' tanya Ardi.


''Nanti Lana bobok lagi dan Langit belum sempat main sama dia.'' jawab Langit.


''Mandi di sini aja sama papi mau?'' tanya Ardi. ''Jadi Langit masih bisa lihat Lana.'' sambungnya.


''Iya mau pap.'' sahut Langit.


''Kakak Langit mandi, Lana juga sebentar lagi mandi kok setelah selesai minum susunya.'' kata Selin.


''Kalau gitu papi ambil perlengkapan kamu dulu.'' kata Ardi yang langsung bergegas keluar.

__ADS_1


Sore ini jadinya, Ardi memandikan Langit dan di waktu yang sama Selin pun memandikan Lana.


Baru setelah itu Selin mandi dan Lana di temani oleh dua orang pahlawannya...sang papi dan sang kakak.


__ADS_2