Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 70


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari-hari di kediaman keluarga Cakrabuana semakin berwarna dengan segala tingkah lucu Lana yang aktif-aktifnya karena sudah menginjak usia dua tahun.


Si bocah cantik nan mengemaskan itu semakin pandai berbicara dan meniru apa yang di katakan serta di perbuat orang-orang di sekelilingnya.


Dan jangan lupakan Langit...bocah tampan tersebut yang kini sudah berusia tujuh tahun yang artinya dia sudah bersekolah dasar saat ini.


Semakin besar...jiwanya sebagai seorang kakak laki-laki membuat Langit bersiap posesif pada adik perempuannya.


''Sayang...'' panggil Ardi dengan suara serak khas bangun tidurnya.


Ardi yang meraba tempat di sampingnya kosong membuatnya langsung membuka mata.

__ADS_1


Pasalnya saat ini masih jam empat dini hari, tapi kenapa istri tercintanya itu sudah Tan berada di sisinya.


Cklek


''Astaga sayang...aku pikir kamu kemana.''kata Ardi saat melihat Selin keluar dari kamar mandi, karena tadi dirinya sama sekali tak mendengar ada suara air yang mengalir dari dalam sana.


Bukannya menghampiri sang suami di tempat tidur, Selin malah duduk di kursi riasnya dengan lesu.


Melihat Selin yang masih diam tak menjawab pertanyaannya membuat Ardi langsung turun dari ranjang dan menghampirinya.


''Ada apa sayang.'' tanya Ardi lagi yang sudah berdiri di depan Selin.


Selin menyerahkan benda kecil yang ada di dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


''Ini...'' kata Ardi seakan tak percaya mengambil mengambil benda tersebut. ''Kamu...hamil sayang?'' tanya Ardi dan di angguki oleh Selin. ''Terimakasih sayang...terimakasih.'' ucap Ardi yang langsung memeluk Selin dan juga menghujani puncak kepala Selin dengan beberapa kali kecupan. ''Tapi tunggu...kamu kenapa sayang...kok sedih gitu?'' tanya Ardi begitu ingat akan reaksi sang istri.


''Aku...aku takut kalau aku gak bisa membagi kasih sayang serta perhatianku pada anak-anak kita mas, apa lagi saat ini Lana masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik.'' kata Selin mengutarakan apa yang di dalam hati serta pikirannya.


''Sayang...hei dengerin aku...'' kata Ardi yang sudah merubah posisinya menjadi berjongkok di depan Selin. ''Kasih sayang kita akan tetap sama pada anak-anak...perhatian kita pun akan kita bagi rata pada mereka.'' kata Ardi lagi. ''Tak ada yang perlu kamu takutkan...aku percaya kamu bisa.'' sambungnya lagi.


''Lana masih sangat kecil mas...dia masih butuh perhatian yang ekstra dari aku.'' kata Selin.


''Dari kita...'' ralat Ardi. ''Dengar...di luaran sana masih banyak yang memiliki anak dengan jarak yang lebih dekat lagi dari ini...dan nyatanya mereka bisa.'' kata Ardi. ''Aku mengerti akan apa yang kamu rasakan...tapi percayalah Tuhan mungkin menganggap kita mampu makanya kembali menitipkan malaikat kecil di dalam sini.'' sambungnya sambil mengelus perut Selin yang masih rata menggunakan tangannya. ''Kamu tau Larisa dan Lulana juga memiliki jarak akhir yang tak terlalu jauh, tapi lihat mereka malah seperti teman di bandingkan adik kakak karena umur mereka yang tak terpaut jauh.'' imbuhnya lagi. ''Sekarang kita tidur lagi karena hari masih terlalu dini, dan aku yakin baik Langit maupun yang lain pasti akan merasa sangat bahagia mendengar kabar ini esok hari.'' kata Ardi lagi.


Tanpa menunggu persetujuan sang istri, Ardi langsung membopong tubuh Selin untuk di baringkannya di atas tempat tidur.


Ardi membawa tubuh sang istri kedalam dekapannya dan mereka berdua akhirnya kembali terlelap berdua.

__ADS_1


__ADS_2