Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 49


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seperti apa yang telah Boby ucapkan tadi siang, malam ini dirinya menjemput Nanda untuk pergi ke kediaman keluarga Cakrabuana.


''Apa tak apa kalau kita kesana?'' tanya Nanda yang saat ini sudah berada di dalam mobil Boby menuju ke tempat Selin.


''Maksudnya?'' tanya Boby.


''Apa kita tak mengganggu waktu mereka?'' tanyanya lagi.


''Kamu tenang saja, tadi aku sudah meminta ijin sama Presdir dan mengatakan kalau kita akan berkunjung.'' jawab Boby.


''Bob, kita mampir dulu ke toko buah ya...'' ajak Nanda.


''Hem baiklah.'' sahut Boby.


Tak berapa lama akhirnya Boby membelokkan mobilnya ke sebuah toko buah.


''Biar aku saja yang bayar.'' kata Boby saat mereka ada di depan kasir.


''Tapikan...'' kata Nanda.


''Sudah tak apa.'' sela Boby yang langsung menyerahkan kartu miliknya pada kasir.


''Terimakasih.'' ucap Nanda.


Dret...dret...dret...


Baru juga mereka masuk kedalam mobil, ponsel milik Boby sudah berdering saja.


''Aku angkat telpon dulu.'' kata Boby memberi tahu.


Setelah beberapa saat...


''Kita cari sesuatu dulu gak apa-apakan?'' tanya Boby yang sudah mengakhiri panggilannya.


''Em kalau boleh tau mau cari apa memangnya?'' tanya Nanda.


''Itu Presdir baru aja telpon dan minta buat beliin sate kambing Madura...nyonya yang minta katanya.'' jawab Boby.


''Oh ya sudah gak apa-apa...mungkin Selin lagi ngidam.'' kata Nanda.


Setelah mendapat yang di pesan bumil, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah keluarga Cakrabuana.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


''Selamat malam nyonya besar...tuan besar.'' sapa Boby.


''Selamat malam.'' jawab mama Mega. ''Ish kamu...ini sudah malam dan di luar jam kerja, kenapa panggil nyonya dan tuan.'' protes mana Mega.


''Hehehe...maaf tante.'' ucap Boby.


''Eh gadis cantik ini siapa? kekasih kamu ya Bob?'' tanya mama Mega.


''Saya temannya Selin nyonya.'' sahut Nanda yang tak mau mertuanya Selin itu salah paham.


''Masa tante lupa...ini yang tempo hari itu kerumah sakit.'' kata Boby.


''O walah...maaf ya nak...tante lupa dan jangan panggil nyonya tapi tante.'' kata mama Mega.


''Maaf tante...Presdir dimana ya?'' tanya Boby.


''Saya di sini.'' sahut Ardi yang beri saja turun menggunakan lift dengan Selin yang berada di gendongannya.


Sebenarnya Selin ingin jalan sendiri, tapi si tuan pemaksa sama sekali tak memperbolehkannya.


''Kamu bawa pesanan saya?'' tanya Ardi.


''Sayang...apa kamu tak ingin melihat siapa yang datang?'' tanya Ardi karena Selin masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ardi karena malu. ''Lihatlah...itu ada sahabat kamu.'' sambungnya lagi memberi tahu.


''Hah...'' beo Selin dan langsung menolehkan wajahnya. ''Hai Nanda...'' sapa Selin saat melihat siapa yang berdiri di sana...di samping asisten suaminya.


''Hai nyo...'' kata Nanda dengan gugup.


''No...jangan nyonya tapi Selin saja seperti biasa.'' potong Selin.


Nanda mengalihkan pandangannya pada Ardi dan atasannya di perusahan itu menganggukan kepalanya.


''Ba..baiklah..Sel...lin.'' sahut Nanda yang masih tak enak mengingat status Selin saat ini. ''Oh iya ini ada sedikit buah- buahan dan maaf hanya bisa bawa itu, soalnya bingung mau bawa apa.'' kata Nanda lagi.


''Gak apa-apa kok...terimakasih banyak ya dan maaf sudah ngerepotin.'' kata Selin. ''Aku juga mau ngucapin terimakasih untuk yang tempo hari...kamu jadi harus ikut mengantarku ke rumah sakit.'' ucap Selin lagi.


''Sayang...kamu masih ingin makan sate kembung gak?'' tanya Ardi mengingat pesanannya tadi.


''Iya mau...'' jawab Selin dengan semangat.


''Kalau begitu ati ke ruang makan, dan kalian berdua juga ikut.'' kata Ardi.

__ADS_1


''Eh tunggu.'' cegah Selin saat Ardi hendak berjalan.


''Apa?'' tanyanya.


''Mama, papa ayo ikut kita makan sate.'' ajak Selin pada kedua mertuanya.


''Gak usah sayang...kamu sudah kenyang karena tadi susah makan malam, jadi kalian saja yang makan.'' kata mama Mega.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Sepi gak ada kamu Sel.'' kata Nanda pas mereka sudah selesai makan, lebih tepatnya Selin yang makan.


''Ya habis gimana lagi Nan, aku harus banyak istirahat dulu untuk saat ini.'' sahut Selin. ''Em kayaknya kalian semakin dekat saja?'' tanya Selin menggoda sang sahabat.


Sedangkan Ardi dan Boby sudah berpindah tempat dengan alasan ada beberapa pekerjaan yang harus mereka bahas, padahal hanya alasan supaya dua wanita itu bisa bebas untuk berbincang.


''Biasa saja.'' sahut Nanda.


''Tapi jujur sama aku...kamu itu sebenarnya ada rasa gak sih sama Boby?'' tanya Selin penasaran.


''Gak taulah Sel...aku bingung.'' sahut Nanda dengan menghembuskan nafasnya. ''Pria seperti dirinya pasti sudah punya kekasih...gak mungkin masih sendiri karena aku sangat yakin pasti banyak wanita yang mengantri serta berlomba untuk mendapatkannya.'' kata Nanda.


''Kalau aku bilang Boby itu masih sendiri dan gak punya kekasih alias jomblo...apa kamu percaya?'' kata Selin dengan pertanyaan di ujung perkataannya.


''Gak...aku gak percaya.'' jawab Nanda dengan cepat dan yakin.


''Tapi memang itu kenyataannya...dia masih jomblo.'' sahut Selin.


''Gak...itu gak mungkin.'' kata Nanda. ''Lagian kau tau dari mana coba tentang hal ini...'' sambungnya lagi.


''Tentu saja aku tau dari suami aku lah dan ini fakta.'' jawab Selin.


''Oh iya aku lupa kalau kamu itu istri dari Presdir.'' kata Nanda garing.


''Kalau kamu suka...pepet terus Nan...lagian aku juga suka kalau kamu sama dia.'' kata Selin. ''Sudah tampan, mapan, kerjaan bagus dan juga baik.'' kata Selin lagi.


''Masa iya aku harus kejar duluan...aku ini perempuan Sel.'' kata Nanda.


''Gak masalah siapa yang ngejar duluan.'' kata Selin. ''Lagian gak hanya pria yang bisa mengejar cinta mereka...para kaum wanita pun bisa.'' sambungnya lagi.


Selin tau kalau sebenarnya sang sahabat diam-diam memendam perasaan untuk Boby, maka dari itu...untuk mendekatkan mereka berdua Selin meminta Boby untuk selalu menemani Nanda makan siang selama tap pergi dengan bosnya.


Di tambah lagi dengan status mereka yang masih sama-sama jomblo.

__ADS_1


__ADS_2