Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 37


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Hoam...'' Selin menguap saat baru bangun dari tidurnya, tapi tentu saja tak lupa dengan menutup mulutnya menggunakan tangan.


''Loh kok...'' kata Selin bingung saat membuka kedua matanya, karena seingatnya tadi malam dirinya tidur di kamar putranya.


''Apa sih pagi-pagi sudah berisik?'' gumam Ardi yang masih setia memejamkan matanya.


''Kok aku di sini? semalam seingat aku...aku di kamar Langit.'' tanya Selin pada pria yang berstatus suaminya itu.


''Aku yang bawa kamu kesini.'' kata Ardi.


''Jadi kamu yang gendong aku?'' tanya Selin lagi.


''Enggak kamu jalan sendiri ke sini.'' jawab Ardi dengan asal. ''Ya tentu aja aku gendonglah...masa aku seret.'' dengusnya.


''Terimakasih ya...dan maaf ngerepotin.'' ucap Selin dengan sungguh-sungguh.


''Enak aja cuma minta maaf dan terimakasih...semua itu gak gratis ya...'' kata Ardi dengan senyum smirknya.


''Maksudnya?'' tanya Selin.


''Ya kamu harus bayar semua itu.'' jawabnnya.


''Oke, jadi aku harus bayar kamu berapa?'' tanya Ardi. ''Tapi jangan banyak-banyak ya...aku gak punya uang yang banyak soalnya.'' sambungnya lagi yang membuat Ardi menepuk jidatnya sendiri.


Dia lupa kalau selama ini belum memberikan nafkah pada Selin.


''Aku gak butuh uang kamu...uang aku sudah banyak.'' jawab Ardi. ''Cukup...'' katanya sambil mengetuk bibirnya sendiri menghilangkan jati telunjuk tangan kanannya.'' Bagaimana?'' tanyanya lagi dengan menaik turunkan alisnya yang membuat Selin memutar bola matanya dengan malas.


Ini mah akal-akalan Ardi saja...modus terus pokoknya.


Cup


Niat hati hanya ingin mengecup sekilas, namun tengkuk lehernya malah ditahan oleh tangan kekar Ardi untuk memperdalam ciuman mereka.


Barulah setelah Selin memukul dadanya, pangutan itu terlepas.


''Kamu masih perlu banyak belajar.'' kata Ardi dengan seenak jidatnya sehingga membuat Selin yang sedang mengatur nafasnya jadi mendengus kesal.


''Sudah ah...aku mau mandi.'' kata Selin yang beranjak dari tempat tidur.


''Mandi barengan...'' seru Ardi yang bermaksud menggoda sang istri.


Entahlah dengan menggoda Selin membuat mood dirinya benar-benar sangat bagus.


''Enggak.'' ketus Selin.

__ADS_1


Bisa berabe kalau sampai Ardi ikut masuk, bukannya hanya mandi melainkan malah mandi plus-plus karena suami mesumnya itu pasti akan menggempurnya di sana.


Kadang Selin heran...suaminya yang katanya sangat dingin itu...ternyata mesumnya tak ketulungan.


Cukup beberapa menit saja untuk Selin membersihkan tubuhnya.


''Sudah aku siapkan air hangat untuk kamu mandi.'' kata Selin yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi dan berjalan menuju ke arah ruang ganti.


❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah selesai bersiap dan menyiapkan semua keperluan suami, Selin keluar dari kamar untuk menuju ke kamar Langit.


Karena hari ini adalah jadwal langit untuk pergi ke play grup, jadi mami muda itu ingin membantu sang putra untuk bersiap.


Langit hanya masuk tiga kali saja dalam seminggu.


Cklek


''Oh anak ganteng mami sudah bangun rupanya...'' kata Selin saat baru masuk dan melihat sang putra baru keluar bersama pengasuhnya.


''Mami...'' panggil Langit dengan girang.


''Sini biar saya saja yang bantu Langit bersiap mbak.'' pinta Selin. ''Mbaknya bisa siap-siap juga.'' imbuhnya lagi.


''Terimakasih nyonya muda.'' ucap pengasuh Langit dan pergi dari sana.


''Baik mami.'' jawab Langit.


''Pinter.'' puji Selin. ''Hem sudah selesai...sudah ganteng...sudah wangi...jadi ayo sekarang kita ke kamar buat ajak papi turun dan sarapan bersama.'' ajak Selin, tentu saja bocah itu dengan senang hati menganggukan kepalanya pada sang mami.


❤️❤️❤️❤️❤️


Cklek


''Papi...'' seru Langit sambil berlari menuju ke arah sang papi yang baru saja selesai memakai jam tangan mewahnya.


Hap


''Jangan lari-lari dong sayang...kalau jatuh gimana.'' tegur Ardi dengan Langit yang sudah ada di dalam dekapannya saat ini. ''Hem...anak papi sudah ganteng aja ni...'' kata Ardi seusai mencium pipi Langit.


''Tentu dong...tadi bersiap sama mami.'' jawab Langit dengan bahagia.


''Mam...tolong pasangin dasi dong.'' kata Ardi yang memang di sengaja belum memakai dasinya.


''Huft...ya sudah sini.'' kata Selin sambil meraih dasi yang telah di siapkannya tadi. ''Nunduk dong pap...'' kata Selin yang memang tingginya hanya sebatas bahu Ardi saja.


''Selesai.'' ucap Selin dengan puas melihat hasil pilihan serta karyanya...karya memasang dasi maksudnya...hehehe.

__ADS_1


''Terimakasih mam.'' ucap Ardi sambil mencuri satu ciuman di kening Selin.


''Sini...sini...Langit juga mau kiss mami.'' kata Langit saat Selin akan menjauhkan tubuhnya.


Dan mau tak mau Selin pun mendekat kembali dan mendapatkan satu ciuman di pipinya dari Langit.


''Langit...turun ya...papi mau ambil jas sama tas dulu.'' kata Ardi.


''No, Langit mau minta gendong papi sampai ke bawah.'' kata Langit.


''Biar aku aja yang bawa.'' kata Selin.


''Terimakasih ya...'' ucap Ardi.


''Hem.'' sahut Selin.


Mereka bertiga turun bersama ke lantai bawah dan langsung menuju ke ruang makan.


''Selamat pagi.'' sapa Selin.


''Selamat pagi sayang.'' sahut mama Mega.


Mama Mega dan papa Awan sangat senang melihat pemandangan ini...di mana putranya turun ke ruang makan bersama anak dan istrinya.


Tak pernah terbayang dalam pikiran sepasang paruh baya itu kalau rumah tangga sang putra akan terlihat sangat harmonis, bola mengingat bagaimana awal mula terjadinya pernikahan mereka.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Ini.'' kata Ardi menyerahkan sesuatu kepada Selin saat mereka telah sampai di basement perusahaan yang di peruntukkan untuk kendaraannya dan sang asisten.


''Apa?'' tanya Selin.


''Anggap saja ini nafkah dari aku.'' jawab Ardi. ''Sebenarnya sudah lama aku buat kartu ini untuk kamu, tapi maaf aku lupa..jadi baru aku kasih sekarang.'' sambungnya.


''Apa ini gak terlalu berlebihan? kartu yang biasa saja.'' kata Selin.


''Mama dan yang lain juga pakai kartu yang sama.'' kata Ardi. ''Jadi terima saja ini dan kamu bisa gunakan black cart ini untuk memenuhi semua kebutuhanmu.'' katanya lagi yang tak mau di bantah.


''Hem...baiklah aku terima dan terimakasih.'' kata Selin. ''O iya...boleh tidak nanti pas jam makan siang aku sama Nanda?'' tanyanya. ''Aku kasihan sama dia karena akhir-akhir ini aku selalu makan siang sama kamu, jadinya dia makan siang sendirian.'' sambungnya lagi.


''Hem...baiklah.'' jawab Ardi dengan rasa berat hati.


Cup


''Terimakasih.'' ucap Selin setelah mencium sekilas bibir Ardi. ''Aku keluar.'' pamitnya.


Jujur sebenarnya Selin sangat malu...dan merutuki dirinya sendiri kenapa bisa dengan spontan mencium suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2