
❤️ Happy Reading ❤️
Kehidupan Selin dan Ardi saat ini sudah kembali seperti semula setelah beberapa waktu lalu melewati masalah.
Kini hanya tinggal tersisa trauma untuk kembali memakai jasa baby sitter.
Selin juga begitu enggan untuk meninggalkan Lana, alhasil kemana pun di pergi akan ada Lana di sana.
''Sayang...bisa temani aku gak malam ini.'' kata Ardi yang sudah melingkar tangannya di tubuh Selin dari belakang.
''Mau kemana mas?'' tanya Selin.
''Aku ada undangan makan malam dengan salah satu kolega bisnisku malam ini.'' jawab Ardi. ''Dia dari KL dan datang kesini bersama istrinya.'' sambungannya lagi dengan dagu yang di topangkan di pundak Selin.
''Em...'' cicit Selin.
__ADS_1
''Ayolah sayang...kali ini temani aku.'' bujuk Ardi. ''Aku tak enak jika tak datang bersamamu ke sana...'' sambungnya lagi.
''Tapi anak-anak...'' kata Selin yang masih saja merasa parno akan kejadian tempo hari.
''Anak-anak akan aman bersama oma dan opanya di rumah.'' sahut Ardi.
''Tapi...'' kata Selin yang masih berusaha ingin menolak ajakan suaminya.
''Jangan selalu anak yang kamu jadikan alasan... ketakutan kamu, kekhawatiran kamu yang terlalu berlebihan itu.'' kata Ardi yang kini sudah melepaskan belitan tangannya dengan sedikit menaikkan nada suaranya.
Selin sudah bisa menebak jika sang suami pasti sedang marah saat ini.
Selin hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar semua apa yang di katakan Ardi.
Jujur ada perasaan bersalah yang menyeruak di dalam hatinya begitu mendengar apa yang di katakan Ardi malam ini.
__ADS_1
''Kalau sikap kamu begini terus, jangan salahkan aku jika suatu saat aku bisa berpaling kepada wanita lain yang lebih perhatian serta perduli padaku.'' kata Ardi lalu membalikan badannya hendak keluar dari kamar guna meredam semua emosi yang kini tengah menguasai dirinya.
Bruk
Saat tangan Ardi sudah menyentuh handle pintu tiba-tiba ada yang menubruknya dari belakang.
Bahkan tangan itu pun sudah melingkar di pinggangnya saat ini.
''Mas...maaf...tolong maafkan aku.'' ucap Selin dengan berderai air mata. ''Maaf kalau sikapku membuatmu merasa tak jadi prioritas, maaf kalau ketakutanku terlalu berlebihan..maaf...hiks...hiks...hiks...'' kata Selin lagi dengan kepala yang bersandar di punggung Ardi.
''Huft...'' Ardi menghembuskan nafasnya lalu berbalik menghadap Selin. ''Aku bukan bermaksud untuk marah padamu tapi aku hanya ingin supaya kamu tak terlalu parno akan kejadian kemarin, agar tak khawatir dan takut secara berlebihan, aku juga mau kamu bisa percaya lagi pada orang-orang di sekeliling kita...aku ingin kamu bisa melawan semua rasa itu...itu saja.'' kata Ardi dengan tangan yang memegang kedua pundak Selin.
''Akan aku coba mas.'' lirih Selin.
''Jadi bagaimana?'' tanya Ardi lagi.
__ADS_1
''Aku akan ikut denganmu nanti malam, nanti aku akan berbicara sama mama kalau nanti malam kita akan menitipkan anak-anak padanya terutama Lana.'' sahut Selin. ''Dan jangan mencari wanita lain untuk menggantikan posisiku.'' ujarnya.
''Good ini baru istri seorang Lazuardi Cakrabuana.'' kata Ardi dengan mengelus salah satu pipi Selin baru setelah itu memberikan kecupan di kening wanitanya. ''Tak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisimu di sini.'' kata Ardi dengan membawa salah satu tangan Selin ke dada bidangnya di mana jantungnya berada.