Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 59


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Lima bulan berlalu, keluarga kecil Ardi semakin berwarna dengan tingkah polah kedua buah hati mereka.


Baby Lana yang sudah mulai tengkurap bolak balik serta duduk, membuatnya di berikan perhatian ekstra.


''Sayang...'' bisik Ardi tepat di telinga karena posisinya saat ini memeluk Selin dari belakang.


Ardi yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri sang istri ketika melihat Selin yang berdiri di balkon kamar mereka.


''Hem.'' gumam Selin.


''Apa gak sebaiknya kita pakai jasa baby sitter aja?'' tanya Ardi yang langsung membuat Selin menengok kearahnya.


''Aku cuma gak mau kalau kamu kelelahan.'' kata Ardi lagi. ''Kalau pakai jasa baby sitter, paling tidak kamu punya waktu untuk me time.'' sambungnya lagi.


''Tapi mas...'' kata Selin.


''Kamu pikirin aja dulu.'' potong Ardi. ''Aku juga mau di perhatikan sama kamu sayang...saat ini seolah semua perhatikan kamu hanya terpusat sama Langit dan Lana aja.'' protes Ardi. ''Akukan juga pengen pergi berdua sama kamu, kamu anterin makan siang ke kantor, nemenin aku di berbagai acara.'' tambahnya lagi.


Selin jadi merasa bersalah setelah mendengar apa yang di katakan sang suami, mungkin benar dirinya terlalu mengabaikan sang suami karena terlalu fokus pada kedua buah hatinya.


Tapi kalau di pikir-pikir benar juga, susah lama sekali Selin tak menyambangi perusahaan suaminya walau hanya sekedar untuk mengantar makan siang.


Bahkan hanya untuk sekedar melakukan perawatan diri saja dirinya tak sempat.


Dan untuk melakukan hubungan suami istri pun sekarang jarang mereka lakukan karena jika kedua anaknya sudah tidur, Selin pun menidurkan tubuhnya lantaran sudah merasa lelah.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


''Mas.'' panggil Selin saat tadi sudah selesai bersiap untuk pergi ke perusahannya.


''Hem.'' sahut Ardi.


''Aku terima usul kamu tadi malam.'' kata Selin. ''Untuk memakai jasa baby sitter.'' sambungnya lagi.


''Terimakasih sayang karena kamu sudah bersedia menerima saran dariku.'' ucap Ardi. ''Ayo sekarang kita turun dan membicarakan hal ini sama mama dan papa.'' ajak Ardi.


Selin pun langsung meraih Lana kedalam gendongannya dan melangkah bersama sang suami menuju ke lantai bawah.


Langit memang masih punya baby sitter tapi Selin tak melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.


''Jadi kalian beneran mau pakai baby sitter untuk Lana?'' tanya mama Mega.


''Kalau gitu biar mama hubungi pihak penyedia jasa baby sitter.'' kata mama Mega.


''Maaf nyonya besar.'' kata salah satu art yang ada di sekitar mereka. ''Maag karena saya lancang tak sengaja mendengar pembicaraan nyonya besar dan nyonya muda.'' ucapnya. ''Kalau boleh saya mau merekomendasikan keponakan sayang yang ada di kampung, kebetulan dia sedangan butuh pekerjaan nyonya.'' kata bik Yanti lagi.


''Kalau boleh tau umur keponakan bibi itu berapa?'' tanya Selin.


''Dua puluh satu tahun nyonya.'' jawab bik Yanti.


''Ya sudah bik, besok suruh kesini aja.'' jawab Selin.


Selin menerima tawaran salah satu artnya bukan tanpa sebab, paling tidak dia sudah tau salah satu keluarga calon pegawainya.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Keesokan harinya, keponakan bi Yanti sudah tiba di kediaman Cakrabuana.


Kedatangannya tepat dengan kepulangan Ardi dari perusahan.


''Oh jadi kalau yang namanya Desi?'' tanya Selin.


''Iya benar nyonya.'' jawabnya.


''Sayang...'' panggil Ardi saat melihat sang istri.


''Sudah pulang mas?'' tanya Selin.


''Ini siapa?'' tanya Ardi.


''Calon baby sitter Lana, saudaranya bik Yanti.'' jawab Selin.


''Hai anak-anak papi.'' sapa Ardi kepada kedua buah hatinya yang sedang bersama mama Mega dan papa Awan.


''Hai papi.'' sahut Langit.


''Sayang bisa antar aku ke kamar?'' tanya Ardi.


''Antar aja Sel...lagi mode manja dia.'' seloroh mama Mega.


''Iya ayo.'' ajak Selin. ''Dan kamu Desi...bisa pergi beristirahat di kamarnya bik Yanti.'' kata Selin sebelum benar-benar melangkah.

__ADS_1


__ADS_2