Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 64


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Dimana wanita itu?'' tanya papa Awan begitu sampai di kantor polisi.


''Ada di dalam tuan besar.'' jawab Boby yang menunggu kedatangan mereka di luar.


Papa Awan dan rombongan tanpa banyak bicara langsung masuk begitu saja.


Apalagi tadi di perjalanan papa Awan sempat menghubungi kenalannya yang merupakan petinggi kepolisian untuk sedikit memberinya kesempatan memberi pelajaran pada wanita yang sudah berusaha ingin mencelakai salah satu cucunya.


''Oh ini toh wanita yang dengan lancangnya melakukan kekerasan pada cucu keluarga Cakrabuana.'' seru Lula saat baru masuk, sehingga membuat Desi yang berada di ruangan tersebut langsung mendongakkan wajahnya.


Desi di ruangan tersebut tak sendiri, melainkan di jaga oleh dua pihak kepolisian.


''Tuan...tuan...maafkan saya...tolong bebaskan saya...saya melakukan semua ini karena saya sudah jatuh hati pada anda sejak pandangan pertama.'' kata Desi yang langsung berlari dan berdiri di hadapan Ardi.


''Cih, seperti lagi saja...pandangan pertama, heh.'' decih Lula dengan nada mengejeknya.


''Siapa kamu? saya gak ada urusan sama orang yang penting kayak kamu!'' seru Desi yang masih tak tau diri.


Plak


Tanpa aba-aba...Lula langsung menampar wajah Desi.


''Kamu...'' kata Desi dengan wajah yang menunjukkan kalau dia tak terima atas perlakuan Lula.


''Apa? mau balas?'' tanya Lula. ''Sini aku jabanin.'' tantangnya.


Plak

__ADS_1


Plak


Baru satu langkah Desi maju untuk menyerang Lula, namun langsung mendapat dua tamparan sekaligus dari putri bungsu tuan besar Awan Cakrabuana itu.


''Tamparan itu untuk ke kurang ajaranmu.'' kata Lula.


Desi sudah mengayunkan tangannya hendak menampar Lula tapi gerakannya terbaca sehingga dengan mudah tangannya di tangkap oleh Lula.


Plak


Plak


''Ini untuk rasa kesedihan yang kamu ciptakan pada keluargaku.'' kata Lula setelah kembali menampar Desi. ''Dan ini...'' kata Lula lagi.


''Aarrgghhh...'' ringis Desi saat rambutnya di tarik dengan kuat oleh Lula. ''Lepas...'' pintanya.


Plak


Plak


''Ini untuk apa yang kamu lakukan pada keponakanku.'' kata Lula.


''Lula cukup...'' kata papa Awan yang melihat Desi dengan pipi yang sudah sangat lebam, bahkan kedua sudut bibirnya pun mengeluarkan darah.


Bugh


Mendengar instruksi dari sang papa membuat Lula langsung mendorong tubuh Desi sehingga membuatnya jatuh terjerembab di lantai.


''Kamu salah langkah dengan mengusik keluarga Cakrabuana nona.'' kata Lula yang membuat Desi merasa ketakutan.

__ADS_1


''Kamu akan mendapatkan hukuman yang berat karena sudah berani mencelakai cucu saya.'' kata papa Awan. ''Bahkan saya akan membuat kamu membusuk di penjara untuk waktu yang lama dan saya pastikan itu.'' sambungannya lagi dengan penuh penekanan.


''Sayang kamu wanita...coba kalau kamu itu seorang pria sama seperti kami.'' kata suami Larisa. ''Pasti kami sendiri yang akan turun tangan untuk mencincang tubuhmu sebagai hukumannya.'' sambungannya lagi di sertai senyum yang sangat mengerikan.


''Ayo pergi...'' ajak papa Awan.


''Kalian jaga baik-baik wanita ini, kalau sampai di bisa kabur...nyawa kalian taruhannya.'' kata Ardi dengan penuh ancaman pada kedua polisi yang bertugas menjaga Desi.


❤️


''Ma...ma...ma..ma...'' kata Lana yang sudah mulai berceloteh saat bocah manis itu terbangun dari tidurnya.


''Iya sayang...'' sahut Selin.


Lana terus saja berceloteh sehingga membuat semua yang ada di ruang perawatan itu bisa tersenyum.


Ada sedikit perasan lega di hati mereka semua kala melihat Lana seperti itu.


Kini hanya tinggal menunggu hasil laboratorium saja sehingga meraka benar-benar bisa memastikan bahwa Lana baik-baik saja.


Cklek


Baru masuk keruangan...tapi orang-orang yang dari kantor polisi tadi sudah di suguhkan dengan mendengar suara Lana sehingga membuat mereka menerbitkan senyumnya juga.


''Lana sayang...putri papi.'' kata Ardi yang langsung berlari kearah ranjang Lana dan memeluk putri kesayangannya serta memberikannya ciuman yang bertubi-tubi, dan hal itu membuat lama tertawa.


''Hati-hati Ar, awas kena selang infus Lana.'' peringat mama Mega.


''Iya ma.'' sahut Ardi tanpa menghentikan aktivitas yang ia lakukan. ''Maafin papi sayang...maafin papi yang telah gagal melindungi kamu sayang...'' kata Ardi yang tak sengaja membuat air matanya menetes.

__ADS_1


__ADS_2