
❤️ Happy Reading ❤️
Semua kekhawatiran yang selama ini di cemaskan oleh Selin nyatanya tak terbukti.
Semua karyawan bersikap baik padanya, entah benar-benar tulus atau hanya kamuflase semata.
Yang jelas...mana ada yang berani mengusik istri dari pemilik perusahaan. Karena kalau sampai itu terjadi...sudah dapat di pastikan mereka bisa kehilangan pekerjaan dari sana serta mendapatkan blacklist sehingga tak akan di terima di perusahan mana pun...jadi hanya orang bodoh yang mau menghancurkan karier dirinya sendiri.
''Kamu gak ingin berhenti kerja aja?'' tanya Ardi saat mereka berdua ada di kamar seusai membersihkan tubuh.
''Kenapa itu lagi sih yang di bahas.'' kata Selin dengan malas.
''Aku cuma gak mau kalau kamu kelelahan aja.'' kata Ardi.
''Kelelahan apanya...yang ada aku bisa bosan jika hanya di rumah saja.'' jawab Selin.
Selin yang sedari kecil sudah terbiasa bekerja, pastinya akan mudah bosan jika hanya di rumah dan tak berbuat apa-apa.
''Aku cuma ngasih saran aja.'' kata Ardi. ''Kalau di terima syukur, gak di terima juga gak apa-apa.'' sambungnya lagi.
''Iya aku tau.'' sahut Selin.
Tok
Tok
Tok
Cklek
''Maaf tuan muda...tuan dan nyonya muda sudah di tunggu di ruang makan.'' kata art yang mengetuk pintu kamar Ardi.
''Iya.'' jawab Ardi lalu kembali menutup pintu kamarnya.
''Siapa?'' tanya Ardi.
''Art, kasih tau kalau kita sudah di tunggu untuk makan malam.'' jawab Ardi.
''Ya udah ayo turun.'' kata Selin yang langsung keluar dari kamar di susul oleh Ardi di belakangnya.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Kalian gak ada niatan gitu untuk bulan madu?'' tanya mama Mega saat mereka berkumpul di rumah keluarga seusai makan malam.
Selin yang sedang membantu Langit untuk mewarnai gambarnya pun langsung mendongak dan menatap kearah Ardi untuk meminta jawaban.
''Nanti ma...kita lagi sibuk, kan mau menjelang akhir tahun.'' jawab Ardi.
''Kalau sibuk terus yang menjadi alasan kalian...ya gak akan pergi-pergi.'' kata mama Mega seakan gemes pada mereka berdua. ''Kalian yang menentukan waktu bukan waktu yang menentukan kalian.'' sambungnya lagi. ''Kalau kayak gini terus kapan Langit akan punya adik.'' imbuhnya.
''Apa oma? adik?'' tanya Langit yang langsung menoleh kearah sang oma saat mama Mega menyebut tentang adik.
''He'em.'' jawab mama Mega. ''Langit mau punya adik gak?'' tanyanya.
''Ma...'' tegur Ardi.
''Apa sih....'' kata mama Mega acuh. ''Gimana sayang?'' tanyanya lagi.
''Iya oma...Langit mau punya adik.'' jawab Langit dengan sangat antusias.
__ADS_1
Karena pasalnya bocah itu ingin seperti beberapa temannya yang lain...yang punya adik untuk di ajak bermain di rumah.
''Mana adiknya oma?'' tanya Langit.
''Minta sama mami dan papi kamu.'' jawab mama Mega dengan seenaknya yang membuat Selin serta Ardi gelagapan.
''Langit mau punya adik mami...papi...kayak temen Langit.'' kata Langit dengan menatap Selin serta Ardi secara bergantian.
Ardi dan Selin saling pandang seolah mereka saling mengintruksikan untuk menjawab pertanyaan bocah tampan itu.
''Huft...Langit berdoa ya dan minta supaya adiknya cepet ada.'' tutur Selin pada akhirnya. ''Kalau Langit berdoa dengan sungguh-sungguh serta menjadi anak yang baik...maka pasti doa Langit akan di kabulin.'' tuturnya lagi.
''Iya mami...Langit akan terus berdo'a dan jadi anak yang baik.'' jawab Langit.
''Kamu lagi gak menunda kehamilankan Sel?'' tanya mama Mega.
''Enggak ma...memang mungkin belum di kasih aja.'' jawab Selin.
''Makanya kalian itu bulan madu...biar ada waktu untuk buat agar cepat jadi.'' kata mama Mega yang membuat Selin menutup kedua telinga Langit.
Karena ini adalah pembicaraan orang dewasa, dan menurut Selin...putranya itu belum pantas untuk mendengarnya.
Langit pun tak berontak, karena Selin juga pernah melakukan hal yang sama dan menjelaskan apa sebabnya.
''Kalau buat...kita selalu ada waktu untuk membuatnya ma....bahkan setiap hari'' jawab Ardi.
''Oh astaga.'' gumam Selin dengan wajah yang sudah memerah...betapa malunya dia saat ini.
Drettt...drettt...drettt
''Kakak...'' gumam Selin saat melihat ponselnya berbunyi dengan nama kakaknya di sana.
''Siapa?'' tanya Ardi.
''Ya sudah buruan angkat, siapa tau penting.'' kata Ardi lagi.
📞''Halo.'' sapa Selin saat sudah menggeser ikon warna hijau di sana.
📞''. . . . ."
📞''Oh ya ampun di mana kak?'' tanya Selin yang terlihat sangat kaget juga khawatir.
📞''. . . . .''
📞''Aku dan papinya Langit ke sana sekarang.'' kata Selin lagi.
''Ada apa?'' tanya Ardi saat Selin sudah mengakhiri panggilannya.
''Itu Sena...Sena masuk rumah sakit.'' jawab Selin.
''Sakit apa Sel?'' tanya mama Mega.
''Demam berdarah ma.'' jawab Selin. ''Bisa antar aku kesana?'' tanya Selin pada Ardi.
''Tentu saja.'' jawab Ardi. ''Ayo siap-siap dulu.'' sambungannya.
''Mami mau ketemu sama kakak Sena ya?'' tanya Langit saat Selin dan Ardi sudah berdiri dari duduknya. ''Langit ikut.'' katanya lagi.
''Sayang...maaf ya kamu gak bisa ikut.'' jawab Selin. ''Kakak Sena lagi sakit dan sekarang ada di rumah sakit.'' sambungnya. ''Nanti kalau kakak Sena sudah sembuh dan sudah di rumah...mami sama papi ajak Langit kesana.'' bujuknya. ''Sekarang Langit di rumah dulu ya sama oma dan opa.'' katanya lagi.
__ADS_1
''He'em.'' jawab Langit dengan menganggukan kepalanya.
''Anak mami memang pinter.'' puji Selin.
Cup
Tak lupa Selin juga memberikan beberapa kecupan di wajah sang putra.
❤️❤️❤️❤️❤️
Selin berjalan dengan tergesa-gesa saat berada di lorong rumah sakit, bahkan Ardi yang melihatnya pun jadi geleng-geleng kepala tapi dia juga memaklumi...mengingat betapa sayangnya istrinya itu pada sang ponakan.
''Ah...'' Selin terpekik saat dirinya mau jatuh kerena tak sengaja kakinya tersandung dengan kakinya sendiri.
Grep
''Pelan-pelan makanya.'' kata Ardi.
Untung saja Ardi langsung menarik tangan Selin dan merengkuh tubuh wanita itu, sehingga tak sampai terjatuh dan makanan yang ada di tangannya pun aman.
''Terimakasih.'' ucap Selin.
Ardi pun kemudian menggandeng tangan Selin yang menganggur.
Sehingga istrinya itu berjalan dengan sewajarnya.
''Dimana ruangannya?'' tanya Ardi.
''Ruang mawar kelas VVIP 1.'' jawab Selin.
Mereka pun berjalan mengikuti petunjuk arah yang ada di sana.
Tok
Tok
Cklek
''Kak.'' sapa Selin saat melihat sang kakak begitu pintu terbuka.
Tak lupa pula Selin dan Ardi menyalami Satria juga Dela.
''Bagaimana keadaannya?'' tanya Selin seusai mengecup kening sang ponakan yang sedang terlelap di ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang menancap di salah satu tangannya.
''Sudah lebih baik dari sebelumnya.'' jawab Dela.
''O iya lebih baik kakak makan dulu.'' kata Selin.
''He'em.'' jawab Dela. ''Terimakasih ya Sel...maaf malam-malam jadi ngerepotin kalian berdua.'' ucap Dela.
''Tak perlu sungkan kak...bukannya kita itu satu keluarga.'' sahut Ardi.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Sudah jangan nangis.'' kata Ardi yang sudah ada di samping Selin saat ini.
Sedangkan Satria dan Dela menyantap makanan mereka di sofa yang terletak di pojok ruangan.
Seperti tak tertelan makanan di tenggorokan mereka saat melihat sang putri terbaring lemah di sana, tapi mau bagaiman lagi...harus mereka paksa untuk makan agar tak ikut jatuh sakit dan bisa tetap menjaga serta merawat Sena.
__ADS_1
''Aku cuma sedih aja lihat dia...tubuh sekecil ini harus menerima tusukan jarum infus.'' lirihnya. ''Dia pasti merasa kesakitan.'' lirihnya lagi.
''Sudah...dari pada menangis, lebih baik kita do'akan Sena agar cepat sembuh dan jarum itu bisa segera terlepas.'' kata Ardi dengan merangkul tubuh Selin yang bergetar karena menangis.