
❤️ Happy Reading ❤️
''Tumben kamu makan siang sama aku...gak sama suami kamu itu?'' tanya Nanda saat mereka berdua sedang berjalan menuju ke arah kantin perusahaan.
''Lagi pengen aja makan siang sama kamu.'' jawab Selin. ''Lagian aku juga kasihan sama teman aku yang jomblo ini kalau harus setiap hari makan siang sendirian.'' candanya.
''Sialan kamu...mentang-mentang sudah nikah.'' kata Nanda.
''Sorry...canda doang.'' kata Selin.
Mereka terus saja berbincang hingga tak terasa telah sampai di kantin.
Perusahan ini memiliki beberapa kantin, lebih yang letaknya berbeda lantai namun dengan menu makanan yang sama, karena kalau hanya satu kantin takutnya akan ada antrian yang panjang serta terkait sesak sehingga membaut rasa tak nyaman saat menikmati santap siang.
''Wow lihat siapa ini yang datang ke kantin.'' seru Mona. ''Wanita yang sok romantis dan sering mengumbar kemesraannya dengan laki-laki yang katanya...suaminya...'' sambungnya.
''Katanya...'' sahut Nana menirukan dengan nada mengejek.
''Tumben makan di sini...atau jangan-jangan sebenarnya hubungan kamu gak seromantis itu.'' terka Mona. ''Alias hanya kamuflase...'' imbuhnya lagi.
''Mungkin saja dia sudah di campakkan.'' kata Lisa.
''Aku gak ada masalah sama kalian jadi tolong jangan cari masalah sama aku, karena aku di perusahaan ini untuk bekerja dan aku saat ini datang kesini untuk makan...bukan untuk mendengar semua omong kosongmu itu.'' kata Selin dengan tenang. ''Jadi menyingkirlah dari jalanku...'' pintanya.
''Wis santai dong...'' kata Nana.
''Kita dari tadi santai ya...'' kata Nanda yang jadi kesal, sudah perut lapar...malah ada kejadian seperti ini.
''Cari tau siapa mereka Bob.'' kata Arsen yang sedari tadi melihat serta mendengar semuanya.
''Baik Presdir.'' jawab Boby.
''Ayo.'' ajak Arsen masuk sehingga kehadirannya bisa mengalihkan semua perhatian menjadi tertuju padanya, termasuk ketiga wanita yang sedari tadi ingin membuat masalah pada Selin.
Hal itupun di gunakan Selin untuk menarik Nanda agar menjauh dari trio racun itu.
Selin mengajak Nanda untuk memesan makanan serta minuman dan membawanya ke tempat duduk yang di pojok ruangan.
"Ada masalah apa antara kamu dengan mereka? apa perlu aku yang menyelesaikannya?" tanya Ardi saat mengirimkan pesan pada Selin.
Ting
Selin yang mendengar ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk pun langsung melihatnya.
__ADS_1
Saat melihat layarnya...ternyata ada pesan dari kontak dengan nama ❤️My Husband ❤️ di sana.
Selin langsung mengedarkan pandangannya dan berhenti pada satu titik di mana ada Ardi dan asistennya.
Tatapan mereka pun saling bertemu dan saling memandang sejenak.
Dengan tulisan yang ada di pesan Ardi untuknya, Selin yakin pria itu pasti telah mendengar semuanya.
Selin memutuskan tatapan mereka dan mulai mengetikkan sesuatu di ponsel miliknya.
"Gak apa-apa...hanya masalah kecil dan aku bisa mengatasinya sendiri." balas Selin.
Ting
"Kamu harus menceritakan semuanya nanti saat kita ada di rumah...karena walau bagaimanapun kamu tanggung jawabku saat ini." kata Ardi lagi membalas pesan Selin.
"Iya." jawab Selin.
"Selamat makan..." tulis Selin lagi.
Ting
"Kamu juga." balas Ardi.
Ting
"Kok aku di hukum...memangnya aku salah apa?" tanya Selin.
Ting
"Masih bertanya...belum sadar juga telah bikin salah." jawab Ardi.
Ting
"Sudah tak terbuka sama suami." pesannya lagi dan benar-benar membuat Selin mendengus kesal.
''Kamu kenapa Sel?'' tanya Nanda yang melihat temannya itu terlihat kesal. ''Ada masalah?'' tanyanya lagi.
''Ah enggak Nan, aku gak kenapa-napa.'' jawab Selin.
''Bener?'' tanya Nanda penuh selidik.
''Iya beneran kok.'' jawab Selin. ''Em ini suami aku barusan kirim pesan kalau dia pulang agak terlambat.'' sambungnya untuk meyakinkan Nanda.
__ADS_1
''Dasar pengantin baru.'' ledek Nanda yang membuat Selin tersenyum canggung.
Sedangkan di meja Ardi...laki-laki mantan duda keren itu terus mengarahkan matanya menatap ke arah Selin berada.
''Aduh bos...dari pada cuma ngelihatin terus kayak gitu...mending samperin aja.'' kata Boby saat melihat sang atasan tak mengalihkan pandangannya.
''Maunya.'' sahut Ardi. ''Tapi kamu tau sendiri...istriku itu gak mau identitasnya terbongkar di sini.'' sambungnya. ''Kadang aku gak ngerti dengan jalan pikiran mereka para wanita...jika ada yang mudah kenapa di bikin susah...di bikin rumit.'' imbuhnya dan Boby yang tak tau jawabannya pun hanya mampu mendelikkan kedua bahunya ke atas.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Eitth...mau kemana?'' tanya Ardi dengan mencekal tangan Selin saat istrinya itu hendak keluar dari kamar mereka.
''Aku mau kebawah...'' jawab Selin.
''Kita perlu bicara tentang yang tadi.'' kata Ardi.
''Iya, tapi nanti...sebelum kita tidur.'' sahut Selin. ''Ayolah...aku sudah rindu sama putra tampanku itu.'' kata Selin lagi.
''Huh baiklah.'' jawab Ardi lalu melepaskan tangannya dan membiarkan Selin keluar dari kamar mereka terlebih dahulu.
Benar saja...seusai makan malam dan menidurkan Langit, Ardi langsung mengajak Selin kekamar mereka.
''Ceritakan.'' perintah Ardi saat mereka sudah duduk berdua di ranjang dengan menggunakan pakaian tidur masing-masing.
''Tapi janji gak akan ikut campur.'' kata Selin.
''Tergantung cerita kamu.'' jawab Ardi.
''Janji dulu baru aku cerita.'' kata Selin.
''Huh baiklah...baiklah...janji.'' jawab Ardi dengan terpaksa dati pada Selin tak jadi cerita.
''Mereka bertiga adalah rekan kerja satu divisi denganku.'' kata Selin mengawali ceritanya. ''Bisa di bilang mereka bertiga itu tak begitu menyukaiku...tapi aku sendiri juga tak tau apa sebabnya, mereka suka cari-cari masalah sama aku.'' katanya lagi. ''Dan semakin bertambah parah saat dimana kita melakukan hubungan untuk yang pertama kami dan kamu malah meninggalkan jejak merah di leher aku di belakang.'' ceritanya.
''Mereka menuduhku menjual diri...karena saat itu setau mereka aku tak punya kekasih apalagi suami tapi kok ada kissmark di sana.'' kata Selin yang membuat Ardi mengepalkan tangannya. ''Kamu masih ingat dimana pertama kali kita makan siang bareng di ruangan kamu dan aku minta untuk memphoto tangan kita berdua yang ada cincin pernikahan serta cincin pertunangan kita lalu aku upload ke medsos?'' tanyanya.
''He'em...aku masih ingat.'' jawab Ardi.
''Nah itu penyebab aku melakukan semua itu.'' kata Selin. ''Dan aku sering meng-upload photo saat kita berdua untuk membungkam mulut mereka sekaligus menegaskan dan memberi tahu secara tidak langsung kalau aku sudah menikah.'' terang Selin.
''Coba aja kamu gak minta buat sembunyiin hubungan kita...pasti kejadian ini tak akan terjadi.'' kata Ardi.
''Iya kejadian seperti ini tak akan terjadi...tapi mungkin malah lebih parah.'' kata Selin. ''Gak menutup kemungkinan mereka akan menuduhku bermacam-macam jika mereka atau aku adalah istri kamu, bisa saja mereka bilang aku menjebak atau dengan sengaja naik keranjang kamu agar bisa kamu nikahi.'' sambungnya. ''Dan juga pasti bukan mereka bertiga aja yang bilang seperti itu.'' kata Selin lagi.
__ADS_1
''Maksudnya?'' tanya Ardi tak mengerti.
''Huh...kamu tak tau aja bagaimana mereka para karyawan wanita begitu memuja serta mendambakan dirimu.'' jawab Selin. ''Dengan berita yang pas kita ketahuan di hotel tempo dan kamu mengklarifikasi kalau wanita itu adalah istri kamu...sudah membuat para karyawan wanita patah hati berjamaah.'' sambungnya lagi. ''Untuk masalah mereka bertiga...aku gak apa-apa dan aku bisa menyelesaikannya sendiri jadi aku mau kamu gak terlalu ikut campur...karena ini adalah masalah wanita.'' kata Selin.