Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 72


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Semakin hari Langit semakin terlihat mandiri, bahkan dirinya juga rela bila cus Ninanya menjadi pengasuh sang adik.


Bahkan tak jarang dirinya juga membantu cus Nina untuk mengasuh serta menjaga Lana.


''Langit sayang...sudah makan belum nak?'' tanya Selin yang menghampiri kedua buah hatinya.


Di bumil memang akhir-akhir ini mudah sekalian lelah dan juga mengantuk akibat efek dari kehamilannya.


Di kehamilan ini Selin juga lebih manja dan lebih malas.


''Ini tuan kecil baru mau makan nyonya.'' sahut sang art yang baru muncul dari belakang dengan membawa nampan di tangannya.


Langit bersekolah di sekolah yang bertaraf internasional, karena berhubung dia masih kelas satu sekolah dasar jadi dua belas siang keluar dari sekolah...berbeda dengan kelas tiga ke atas yang sekolah hingga sore hari.


''Sini sayang mami suapi.'' kata Selin memangil Langit yang sedang bermain dengan Lana. ''Bik tolong ambilin snack Lana sama buah potong untuk Lana dan Langit.'' pinta Selin.


''Baik nyonya muda.'' sahut sang art.


''Sini nak...'' panggil Selin lagi. ''Aa...'' kata Selin dengan menyodorkan satu sendok berisi makanan di depan mulut Langit.

__ADS_1


''No mami, Langit sudah besar dan sebentar lagi mau punya adik dua jadi Langit bisa makan sendiri.'' tolak Langit.


''Ayolah sayang satu suap saja...mami kangen pengen nyuapi anak mami yang tampan ini.'' bujuk Langit. ''Dan sebesar apa pun Langit...di mata mami dan papi, Langit tetaplah bayi kecil kami.'' sambungnya lagi.


''Baiklah tapi satu suap saja.'' kata Langit dan di angguki oleh Selin.


Cup


Cup


Cup


Setelah satu suap masuk di mulut Langit, Selin malah menghujani wajah tampan sang putra dengan ciuman yang bertubi-tubi hingga membuat Lana yang melihatnya menjadi tertawa.


''Baiklah sekarang kakak Langit lanjutin makannya dan harus habis.'' kata Selin begitu menghentikan ciumannya. ''Lana sayang...sini nak.'' panggil Selin pada Lana sambil mengulurkan tangannya kedepan menyambut sang putri yang berjalan.


Hap


Selin langsung memeluk Lana begitu posisi mereka sudah dekat.


Selin pun memberikan ciumannya sama sepeti pada Langit tadi dan membaut putrinya terkekeh.

__ADS_1


''Aa...'' kata Selin menyuapkan satu potong buah kepada Lana.


''Dek ayi.'' celoteh Lana dengan tangan mungilnya memegang perut sang mami.


''Iya di sini ada adek bayi...adeknya kakak Langit dan kakak Lana.'' sahut Selin dengan menowel hidung mancung milik Lana.


Ardi yang sering mengusap perut Selin jika di hadapan kedua buah hatinya dan mengatakan bahwa di perut sang mami ada adek bayi membuat Langit bahkan Lana pun sering melakukan hal yang sama.


❤️❤️❤️❤️❤️


Semakin hari perut Selin semakin bertambah besar sesuai dengan umur kehamilannya.


Selalu saja ada drama setiap harinya terutama di pagi hari seperti saat ini.


''Ayo mandi sayang.'' ajak Ardi yang baru selesai mandi dan kini hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


''Mandiin.'' kata Selin. ''Gendong.'' pintanya lagi yang membuat Ardi tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Beginilah yang terjadi serupa harinya, Selin baru mandi ketika ada sang suami dan di mandikan suaminya jika tidak si bumil itu tak akan mau mandi seharian.


Selain itu ada lagi drama yang selalu terjadi, masalah susu hamil...takaran yang sama, susu yang sama namun Selin akan memuntahkan susunya jika bukan sang suami yang membuatkan...katanya mual meminum susunya, heh memang ada-ada saja kemauan si bumil satu ini.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Hai teman-teman semua... Istri cantik sang Presdir tinggal beberapa bab aja nih dan rencananya aku mau buat kisah kakak Langit...adakah yang setuju? komen ya...terimakasih 🙏


__ADS_2