Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 56


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Ada apa sayang?'' tanya Ardi saat pagi ini dirinya akan berangkat bekerja dan Selin mengantarnya hingga ke teras rumah seperti biasa.


Tapi pagi ini seperti ada sesuatu yang berbeda...sang istri menarik ujung jas yang dia kenakan saat dirinya kaan melangkahkan kaki menuju ke mobil yang sudah terparkir di depannya saat ini.


''Mau ikut.'' cicit Selin.


''Gak bisa sayang...ini aku mau kerja loh.'' tolak Ardi. ''Lagian nanti aku akan ada meeting di luar...aku sibuk banget hari ini.'' katanya lagi dengan mencoba memberi pengertian.


''Tapi aku mau ikut.'' kekeh Selin.


''Bisa gak sehari saja kamu menurut dan gak keras kepala!'' kata Ardi yang tanpa sadar sedikit menaikkan nada bicaranya.


Tanpa kata, Selin langsung membalikan badan dan berjalan tergesa masuk ke dalam rumah dengan berlinang air mata.


''Hati-hati sayang...'' kata mama Mega saat melihat cara berjalan Selin yang seperti itu. ''Loh nak...kamu kenapa?'' tanya mama Mega saat Selin sudah mendekat dan jelas terlihat bahwa menantunya itu sedangan menangis.


''Gak apa-apa ma.'' jawab Selin dengan menahan isak tangisnya dan berlalu begitu saja.


Dia ingin segera sampai di kamar dan menumpahkan segalanya dengan leluasa.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Aarrgghh...'' teriak Ardi yang terdengar frustasi sambil mengacak rambutnya yang sudah tertata rapi sebelumnya.


''Selin mana ma?'' tanya Ardi yang masuk kedalam dan berpapasan dengan mamanya yang hendak keluar.

__ADS_1


''Kenapa Selin nangis kayak gitu?'' cecar mama Mega tanpa menjawab pertanyaan sang putra. ''Mama kan berkali-kali bilang sama kamu kalau emosi ibu hamil itu up and down...apa kamu lupa.'' imbuhnya.


''Maaf ma...'' kata Ardi dan langsung berjalan dengan setengah berlari menuju di mana kamarnya berada.


Dia sangat yakin bahwa istrinya itu sedang menangis di sana.


Cklek


Dan benar saja, Ardi melihat Selin yang sedang tidur meringkuk di atas tempat tidur dengan tubuh yang bergetar.


''Sayang...'' panggil Ardi dengan membawa tubuhnya mendekat.


Ardi begitu merutuki kebodohannya yang bisa lepas kendali seperti tadi.


Sama sekali tak ada maksud Ardi untuk membentak sang istri.


''Sayang...'' panggil Ardi lagi dengan tangan yang sudah terulur memegang pundak Selin.


''Sayang...aku...'' kata Ardi lagi.


''Pergi aku bilang.'' potong Selin sebelum Ardi menyelesaikan kata-katanya.


''Sayang...aku gak ber...'' kata Ardi lagi.


''Pergi!'' seru Selin. ''Kamu yang pergi atau aku yang pergi.'' katanya lagi dengan sama sekali belum membalikkan tubuhnya.


''Sayang, dengerin dulu aku ngomong...'' kata Ardi tetap berusaha mengajak bicara Selin.

__ADS_1


''Baik, aku yang pergi.'' kata Selin yang langsung turun dari ranjang.


Grep


''Maaf.'' ucap Ardi yang kini sudah memeluk tubuh Selin dari belakang saat istrinya itu hendak melangkah keluar dari kamar. ''Maaf...aku gak bermaksud seperti itu...aku gak bermaksud membentak kamu tadi.'' katanya Ardi. ''Aku cuma gak mau kalau kamu sampai kelelahan juga bosan karena pekerjaanku benar-benar banyak hari ini.'' imbuhnya mencoba memberi pengertian namun sayang Selin hanya diam tak bergeming sama sekali.


Ardi melangkah ke depan Selin agar bisa berhadapan dengan wanita yang kini telah mengandung anaknya.


''Maaf...maafkan aku.'' ucap Ardi lagi dengan sangat tulus dan sungguh-sungguh.


''Kamu jahat mas...aku benci.'' seru Selin dengan tangan yang mulai memukul dada Ardi dan Ardi membiarkan itu, dia tau Selin hanya melakukan hal itu sebagai perwujudan rasa kesalnya.


Dan jangan lupakan air mata yang terus mengalir dari mata indahnya.


''Iya aku jahat dan aku minta maaf untuk itu.'' kata Ardi yang kemudian membawa tubuh Selin kedalam dekapannya.


Setelah beberapa menit, akhirnya Selin sudah tenang kembali.


''Ayo aku bantu kamu bersiap dan ikut aku bekerja hari ini.'' kata Ardi.


''Jadi aku boleh ikut?'' tanyanya dengan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya yang begitu terlihat lucu dan menggemaskan di mata Ardi.


''Tentu tapi dengan catatan kalau ku lelah, kamu harus istirahat di kamar pribadi aku.'' jawab Ardi di angguki oleh Selin.


Ardi benar-benar tak menyangka kalau pagi ini bakal terjadi drama seperti ini, drama yang sama sekali tak pernah terlintas dalam benaknya sedikit pun.


Sepertinya setelah kejadian ini, dirinya harus belajar cara menahan diri serta mengendalikan emosi se absurd apapun tingkah istrinya serta seaneh apapun keinginan istrinya itu agar kedepannya kejadian seperti ini tak terulang kembali.

__ADS_1


Dan mungkin dia akan memikirkan ulang untuk mempunyai banyak anak, karena baru sekali Selin hamil saja...sudah membuatnya merasakan hal yang campur aduk dan sedikit kewalahan.


Membuatnya bahagia, tapi juga membuatnya selalu khawatir dan was-was juga membuatnya sedih, kesal dan marah yang harus selalu dia tahan sebisa mungkin.


__ADS_2