Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 43


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Kalian tadi malam pulang jam berapa?'' tanya mama Mega saat anak dan menantunya itu baru bergabung di ruang makan.


''Sekitar jam setengah sebelas kita sampai rumah ma.'' jawab Ardi.


''Terus bagaimana keadaan Sena?'' tanya papa Awan.


''Kata kakak sudah lebih baik pa.'' jawab Selin.


''Oh syukurlah kalau begitu.'' ucap mama Mega. ''O iya, sebelum kalian ke perusahaan...nanti mampir ke ruang sakit dulu ya, mama sudah minta bibi untuk membuat makanan dan tinggal kalian antar kerumah sakit.'' paparnya.


''Iya ma...terimakasih.'' ucap Selin.


''Sama-sama sayang.'' kata mama Mega. ''Mungkin nanti siang papa dan mama ke sana buat jenguk Sena.'' katanya lagi.


''Anak mami tadi malam rewel gak nih?'' tanya Selin sambil menjawil hidung mancung Langit.


''Enggak dong mami...Langitkan anak baik dan pinter.'' sahutnya.


Biasanya setiap pagi Selin akan menemui Langit dan mengurus bocah tampan itu, tapi pagi tadi berbeda.


Tiba-tiba suaminya itu minta jatah pagi karena semalam dia tak mendapatkan jatah malamnya, sebab Selin yang sudah terlalu lelah dan mengantuk sepulang dari rumah sakit.


Kadang Selin juga bingung dengan stamina yang di miliki suaminya itu.


Pekerjaan yang banyak seolah tak membuatnya lelah sehingga selalu saja tak pernah absen untuk meminta jatahnya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Hari ini untuk pertama kalinya Selin berangkat bersama Ardi ke kantor secara terang-terangan, bahkan memasuki lobi pun bersama.


Selin dan Ardi berjalan dengan tangan yang saling bertautan, tentu saja itu semua adalah ulah si presdir pemaksa.


Semua mata mencuri pandang kepada mereka berdua hingga keduanya menghilang di balik pintu lift khusus petinggi perusahaan yang tertutup.


Para karyawan seolah masih tak percaya jika ternyata istri dari pimpinan mereka merupakan salah satu pegawai di sana.


Bahkan ada yang menduga jika Selin hanyalah menyamar untuk menyelidiki sesuatu atau sedang mengawasi kinerja karyawan secara langsung.


''Jangan lupa nanti makan siang di ruangan aku.'' kata Ardi begitu Selin mau keluar dari lift.


Maklum lantai dimana tempat kerja mereka berbeda.


''Iya.'' jawab Selin.


''Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku.'' kata Ardi lagi.


''Memangnya siapa juga yang mau kena masalah karena macam-macam sama istri pemilik perusahaan.'' sahut Selin. ''Sudah aja aku keluar dulu.'' katanya lagi.


Selin berjalan dengan santai menuju dimana tempatnya menghabiskan waktu untuk bekerja.


''Wah ini dia istri Presdir kita...selamat pagi bu' Presdir.'' sapa Mona begitu Selin baru tiba.

__ADS_1


''Jangan kira mentang-mentang kamu istri Presdir...ku akan takut sama kamu.'' katanya lagi dengan setengah berbisik di telinga Selin.


''Aku juga gak mau kok kalau pada takut sama aku.'' sahut Selin dengan santai lalu melenggang pergi menuju ke arah kubikel miliknya.


Mona, Nana serta Lisa sebenarnya kemarin sudah di beri SP satu oleh Boby dan tentu saja semua adakah perintah langsung dari presdir Lazuardi Cakrabuana.


Tapi sepertinya SP itu tak membuat mereka takut serta menjaga sikap.


Mona cs justru merasa semakin kesal serta iri dengan Selin...mereka bahkan sudah merencanakan sesuatu untuk memberi pembalasan dendam dari mereka.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Eh mau kemana Sel?'' tanya Nanda saat Selin sudah mengemas meja kerjanya.


''Biasa..aku makan siang sama pak su di ruangannya.'' jawab Selin.


''Yah kayaknya aku bakalan makan siang sendiri terus nih mulai sekarang.'' kata Nanda.


''Maaf ya Nanda, soalnya kalau gak diturutin bisa ngamuk tuh Presdir.'' sahut Selin. ''Aku pergi dulu ya...'' pamit Selin.


Ada perasaan gak enak dan kasihan juga sih sebenarnya pada Nanda, tapi yah mau gimana lagi...dari pada dirinya dapat masalah dari suaminya.


Ting


Selin keluar dari lift dan melangkahkan kembali kakinya.


''Siang mbak Heni...'' sapa Selin.


''Selamat siang bu' bos.'' sahut Heni yang yang langsung menghentikan pekerjaannya membereskan meja saat Selin datang mengapa.


''Mana bisa gitu bu' bos... bisa-bisa kena marah sama pak bos.'' kata Heni. ''Atau yang lebih parah bisa kena potong gaji.'' imbuhnya lagi.


''Ya udah deh terserah mbk Heni aja kalau gitu.'' pasrah Selin...karena jawaban Heni sama dengan jawaban yang terlontar dari mulut Boby tempo hari. ''O iya apa suami saya ada di dalam?'' tanya Selin.


''Iya ada bu'.'' jawab Heni.


''Aku masuk dulu ya mbak..bisa marah nanti kalau aku kelamaan.'' kata Selin yang kemudian melangkah pergi dari hadapan sang sekretaris suami.


Tok


Tok


Tok


''Masuk.'' seru Ardi.


Cklek


''Akhirnya datang juga.'' gumam Ardi. ''Lama banget...'' protesnya.


''Apaan sih, orang ini juga baru menunjukkan waktu jam makan siang.'' kata Selin.


''Mau langsung makan?'' tanya Ardi sambil menuntun Selin untuk duduk di sofa yang di mana di meja di depannya sudah tersaji menu makan siang mereka lengkap dengan dessert box yang ada irisan buahnya.

__ADS_1


''Hem...boleh, kebetulan aku juga sudah lapar.'' sahut Selin yang memang tadi pagi cuma makan sedikit.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Aku boleh tanya sesuatu gak?'' tanya Selin sambil menikmati dessert box miliknya.


''Mau tanya apa?'' tanya balik Ardi.


''Boby itu sudah punya istri atau kekasih belum sih?'' tanyanya.


''Kenapa? jangan bilang kalau kamu naksir sama dia.'' kata Ardi jutek.


''Kalau iya kenapa?'' tanya Selin.


Pletak


''Auww...sakit tau.'' keluh Selin sambil mengusap dahinya yang terasa sedikit panas akibat di sentil oleh Ardi.


''Makannya jangan mikir macem-macem.'' kata Ardi dengan kesal.


''Aku cuma bercanda kok.'' sahut Selin.


''Bercanda kamu gak lucu.'' kata Ardi. ''Kenapa kamu tanya tentang Boby?'' tanya Ardi lagi.


''Gini aku itu sebenarnya kasihan banget sama Nanda...temen aku, kalau jam makan siang ginikan biasanya sama aku nah sekarang harus sendiri.'' jawab Selin. ''Kalau Boby belum punya pasangankan bisa kau mintain tolong buat temenin Nanda saat makan siang.'' jelasnya.


''Setau aku sih belum kayaknya.'' jawab Ardi. ''Nanti coba aku ngomong sama dia.'' imbuhnya lagi.


''Terimakasih.'' jawab Selin.


''Eith tapi semua itu gak gratis.'' kata Ardi lagi.


''Cih dasar pebisnis...gak mau rugi sedikit pun.'' ejek Selin.


''Tentu dong.'' sahut Ardi. ''Dan sebagai imbalannya...aku mau makan hidangan utamaku sekarang.'' imbuhnya dengan alis yang di mainkan naik turun.


''Lah kan baru aja selesai makan.'' kata Selin.


''Bukan itu tapi ini...'' kata Ardi dengan tangan yang sudah berada di belakang tengkuk Selin.


Ardi menarik serta menahannya untuk memperdalam ciuman mereka.


''Ini di kantor.'' kata Selin dengan malas yang masih tersengal-sengal begitu tautannya terlepas. ''Kalau ada yang lihat bagaimana? atau ada yang masuk tiba-tiba gimana?'' tanya Selin mengeluarkan kerisauannya.


Tak menjawab namun Ardi berdiri dan berjalan menuju di mana mejanya berada. Di bukanya laci yang ada di meja itu.


Klik


Ternyata dia mengambil remote untuk mengunci pintu secara otomatis.


''Tak akan ada yang masuk dan menggangu kita.'' kata Ardi.


''Tap...akh...'' kata Selin yang terpekik karena tiba-tiba Ardi mengendong tubuhnya ala bridal style untuk menuju dimana ruang pribadinya berada.

__ADS_1


''Di sini kamu bebas berteriak dan mendesah...karena ruangan ini kedap suara.'' katanya memberi tahu saat akan menurunkan Selin di ranjang king size yang ada di sana.


Setelah itu maka terjadilah yang seharusnya terjadi...pergulatan panas di siang yang panas.


__ADS_2