
❤️ Happy Reading ❤️
''Tuan...tuan...tolong maafkan putri kami tuan.'' pinta kedua orangtua Desi ketika Geva beserta keluarganya datang ke pengadilan dengan di dampingi kuasa hukum mereka.
''Tuan tolong berbelas kasihlah pada putri kami.'' pinta ayah Desi.
''Iya tuan toh putri anda juga tidak kenapa-napakan...jadi bebaskan putriku.'' kata ibunya Desi yang terlihat berwatak angkuh.
''Heh, kalau saya dan istri saya tak segera pulang dan tak segera mengetahui kelakuan putri kalian pada putriku...apa kalian masih bisa menjamin jika putriku akan baik-baik saja saat ini.'' sahut Ardi. ''Proses hukum harus tetap berlanjut, agar selanjutnya tak ada lagi hal seperti ini dan ini juga bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk putri kalian.'' kata Ardi.
Setelah itu Ardi dan rombongan memilih untuk duduk ke tempat yang telah di sediakan.
Membebaskan Desi...tidak semudah itu, bila Ardi tak bisa meredam emosinya...mungkin saat ini Desi sudah tinggal nama, karena ketikan mengetahui apa yang di dpat oleh sang putri...rasanya dia ingin langsung mencabik-cabik tubuh wanita tersebut.
Apalagi perbuatan Desi ini juga meninggalkan trauma pada diri sang istri.
Setelah beberapa saat dengan segala bukti yang tersaji, akhirnya Desi langsung di jatuhi hukuman lima tahun penjara.
''Tuan tolong maafkan saya dan sampaikan juga kepada nyonya.'' pinta Desi.
__ADS_1
''Sudah saya maafkan, semoga kami bisa mengambil hikmah dari semua ini.'' sahut Ardi.
''Kamu memang pantas mendapatkan ini semua.'' kata Lula yang masih merasa geram. ''Dasar tak punya hati nurani.'' hardiknya lagi.
Mendengar segala cacian Lula membuat Desi hanya bisa tertunduk, karena semua yang di katakan adalah benar dan Desi sungguh menyesal untuk semua itu.
❤️❤️❤️❤️❤️
Seusai dari pengadilan, mereka semua memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.
''Nyonya di mana bik?'' tanya Ardi saat bertemu salah satu artnya.
Ardi pun langsung meneruskan langkah lebarnya untuk segera naik ke lantai atas guna menemui anak dan istri yang sudah sangat di rindukannya.
Cklek
Begitu adem rasanya hari Ardi saat baru masuk kedalam kamar yang dia lihat adalah wajah damai dari istri beserta kedua anaknya yang saat ini sedang terlelap bersama di ranjang king size kamar mereka.
''Teruslah bahagian para kesayanganku.'' lirih Ardi dengan membelai satu persatu surai kepala anak dan istrinya.
__ADS_1
''Mas...'' lirih Selin saat membuka mata karena merasa ada yang mengelus kepalanya.
''Hem, maaf karena aku jadi membangunkanmu.'' ucap Ardi.
''Mas baru pulang?'' tanyanya.
''He'em.'' sahut Ardi. ''Aku bersih-bersih dulu ya...'' kata Ardi dan tak lupa meninggalkan kecupan manis di kening Selin sebelum dirinya benar-benar beranjak ke kamar mandi
Setelah selesai dengan ritual kamar mandinya serta sudah berganti pakaian dengan yang lebih santai, Ardi memutuskan untuk bergabung bersama anak dan istrinya di ranjang.
Selin yang baru saja terlelap sedikit terkejut karena ada tangan yang melingkar di perutnya, memeluknya dari belakang dan Selin sudah tau siapa pelakunya.
''Mas...'' cicit Selin saat Ardi mulai mengendus-endus bagian belakang leher jenjangnya yang membuat Selin meremang.
''Shutt aku hanya ingin seperti ini sebentar saja...setelah itu kita tidur.'' kata Ardi.
Selin hanya bisa diam dan patuh akan apa yang dilakukan Ardi, mau banyak bersuara pun tak mungkin karena takut kedua buah hatinya akan terbangun.
Dan benar saja setelah puas bermain-main di leher Selin, lama kelamaan mata Ardi terpejam mengikuti jejak anak-anaknya untuk mengarungi indahnya mimpi.
__ADS_1