Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 69


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Wajah Ardi pagi ini sangat fresh dan berseri-seri, karena tadi malam dia telah mendapatkan jatahnya berkali-kali yang bagaikan sebuah amunisi untuknya.


Dengan Lana yang tidur di kamar sang oma membuatnya bebas melakukan olah raga malamnya dengan sesuka hati serta dengan berbagai gaya yang berbeda tanpa takut jika suara yang mereka berdua keluarkan akan membangunkan princess mereka.


''Semalam Lana rewel gak ma?'' tanya Selin saat mengambil Lana dari kamar sang mertua.


''Enggak sama sekali...cucu cantik oma ini begitu anteng.'' jawab mama Mega dengan tangan yang sedikit mencubit pipi chubby milik Lana.


''Terimakasih ya ma karena telah menjaga Lana dan maaf jadi ngerepotin mama sama papa.'' ucap Selin.


''Kamu ini ngomong apa, mama sama papa malah seneng kok ada Lana di kamar.'' jawab mama Mega. ''Paling tidak mama sama papa bisa menikmati masa-masa dimana dulu waktu Ardi dan adik-adiknya masih kecil.'' sambungnya. ''Momen-momen seperti ini pasti akan kalian rindukan nanti dan yang bisa mengobati ya ganti sama cucu.'' imbuhnya lagi.


''Kalau gitu Selin bawa Lana ya ma, mau di mandiin dulu.'' kata Selin.


''Iya...dada cucu cantik oma.'' sahut mama Mega.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Cklek


''Putri cantik papi...'' kata Ardi begitu melihat Selin masuk kedalam kamar bersama Lana dalam gendongannya. ''Anak papi pinter bangat sih, gak rewel sama oma opa.'' puji tadi dengan memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah sang putri yang membuat Lana terkekeh karena kegelian.


''Titip Lana bentar mas, aku mau siapin air buat mandi dia.'' kata Selin yang kemudian menyerahkan Lana ke gendongan Ardi.


Selin masuk ke kamar Lana mengunakan pintu penghubung yang ada di dalam kamarnya.


Begitu segala urusan telah selesai, keluarga kecil Ardi turun bersama-sama menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama.


Selin juga sudah menyiapkan makan untuk Lana, karena umur bocah cantik itu sudah memenuhi untuk di berikan makanan pendamping ASI.


Untuk makanan Lana khusus Selin sendiri yang membuat termasuk bekal makanan untuk putranya Langit.


Bukannya tak percaya pada art yang bekerja di sana namun Selin ingin memastikan sendiri semua asupan yang masuk kedalam tubuh anak-anaknya.

__ADS_1


''Lana pinter banget ya makannya...'' kata mama Mega saat melihat Selin menyuapi Lana.


Sedangkan papa Awan juga Ardi dan Langit sudah pergi menjalankan aktivitas masing-masing.


Selin selalu menerapkan jam makan yang tetap untuk Lana.


''Iya ma dia lahap banget, kamarnya ini pipinya tambah tembem aja kayak bakpao.'' sahut Selin dengan kekehannya.


Melihat pipi gembul, bulat dan putih milik Lana, membuat Selin sangat gemas bahkan dirinya serasa ingin mencubit ataupun menggigit pipi gembul itu karena saking gemasnya.


Selain di berikan makanan pendamping, Lana juga sudah di biasakan untuk memakan buah-buahan sejak dini agar asupan makanan yang di konsumsinya seimbang, dan tentu saja semua yang di berikan pada Lana sudah di konsultasikannya pada dokter anak dan ahli gizi, sebab dia tak ingin ada kesalahan tentang apa yang masuk di tubuh anak-anaknya.


''O iya Sel, nanti mama aja yang jemput Langit sekolah.'' kata mama Mega memberi tahu. ''Nanti mama mau keluar sebentar soalnya.'' sambungnya lagi.


''Asal gak ngerepotin mama aja.'' sahut Selin.


''Tentu aja enggak dong, lagian juga sekalian mama keluarkan.'' kata mama Mega.

__ADS_1


__ADS_2