Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 44


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Satu minggu telah berlalu, saat tiba di kubikel miliknya, Selin menatap bingung karena ada bunga di meja kerjanya.


''Em...bunga...dari siapa.'' gumam Selin dengan mengambilnya.


*Untuk istriku


Temui aku di rooftop perusahaan saat makan siang*.


"Tumben...'' monolog Selin seusai membaca kartu yang terselip di sana.


''Bunga...dari siapa?'' tanya Nanda yang baru saja sampai. ''Pasti dari pak su ya...'' tebak Nanda. ''Wah ternyata pak Presdir romantis juga ya...bener-bener gak nyangka.'' kata Nanda lagi.


Sedangkan Selin hanya tersenyum menanggapi kata-kata temannya itu.


''Eh...Selin, gimana rasanya bisa tidur setiap malam di pelukan Presdir tampan?'' tanya Nanda.


''Apaan sih...'' kata Selin malu-malu. ''Kerja...kerja...'' kata Selin.


''Ck, mentang-mentang istri yang punya perusahan...disiplin amat.'' gurau Nanda.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Eh Nan, aku pergi dulu ya...'' kata Selin saat waktu sudah menunjukkan jam makan siang.


''Oke.'' sahut Nanda.


Tanpa mereka berdua sadari sedari tadi sudah ada beberapa pasang mata dan telinga yang melihat serta mendengar percakapan mereka berdua.


''Let's go.'' seru dari salah satu dari mereka.


''Permainan akan segera di mulai.'' kata yang lainnya.


Mereka mengikuti Selin hingga di rooftop perusahaan.


Hingga


Bugh


''Akh...'' ringis Selin dan langsung membuatnya tak sadarkan diri.


''Ayo cepat bawa...'' kata Mona.


Ya orang yang ingin mencelakai Selin adalah Mona cs.


''Tapi CCTV gimana? aman gak?'' tanya Nana.


''Tenang aja...aku sudah suruh orang buat ngerusak CCTVnya.'' sahut Mona. ''Sudah ayo bawa...keburu di sadar nanti.'' serunya lagi.


Mona bertugas mengawasi sekitar, sedangkan Nana dan Lisa bertugas untuk memapah tubuh Selin.


''Cih berat juga nih orang.'' decak Lisa.


Mereka membawa Selin ke gudang di ujung lorong tepat satu lantai di bawah rooftop.


Dan jangan di tanya, tempat itu sangat sepi dan jarang di lewati oleh orang.


''Selamat menikmati malam sendirian Sel...lin.'' kata Mona.


''Ini pembalasan dari kita...karena kamu kita jadi kena SP.'' kata Nana.


''Dan karena adanya kamu...aku jadi gak punya kesempatan buat deketin Presdir.'' imbuh Nana.

__ADS_1


''Sudah yuk pergi...'' ajak Lisa.


''Tunggu dulu...'' kata Mona. ''Kalian dudukan dia.'' perintahnya pada Nana dan Lisa


Plak


Plak


''Itu untuk wanita yang sok kecantikan kayak kamu.'' kata Mona dengan menjambak rambut Selin kebelakang.


''Bye...bye...Selin.'' kata Mona.


Dan mereka bertiga pun langsung dan mengunci Selin di sana.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Eugh...'' lenguh Selin.


''Akh...'' keluhnya saat merasakan pipinya yang terasa sakit, tak hanya itu kepalanya serta tengkuknya pun terasa sakit.


''Aku ada di mana ini...'' gumam Selin.


Selin kemudian berusaha untuk bangun dan berjalan ke arah pintu.


Klek


Klek


Tapi sayang pintu telah terkunci dari luar.


Dor...dor...dor...


''Siapa pun yang ada di luar tolong buka pintunya...'' seru Selin. ''Ponsel...iya ponsel...aku harus menghubungi Ardi.'' kata Selin lalu merogoh blazer yang ia kenakan. ''Sial...ponsel aku di mana lagi.'' kata Selin yang merasa sangat frustasi.


Yang dapat Selin lakukan hanya berdoa dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.


Sedangkan di tempat lain ada Ardi yang merasa sangat gelisah...karena pasalnya ini sudah lewat jam makan siang tapi istrinya sama sekali belum juga menampakkan batang hidungnya di sana.


Berkali-kali mencoba menghubungi ponselnya pun sama sekali tak terjawab...sehingga semakin membuatnya cemas.


''Mau kemana bos?'' tanya Boby saat Ardi keluar dari ruangannya.


''Ikut aku Bob.'' kata Ardi tanpa menjawab pertanyaan sang asisten.


''Tapi ini...'' kata Boby yang menunjukkan berkas di tangannya.


''Titip ke Hera.'' kata Ardi yang terus melanjutkan langkahnya.


Mau tak mau Boby pun mengikuti Ardi dari belakang dengan berkas yang sudah berpindah tangan pada Hera si sekertaris.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Di mana Selin?'' tanya Ardi tanpa basa basi saat tiba di kubikel milik Nanda.


''Presdir.'' sapa Nanda.


''Di mana Selin.'' ulang Ardi.


''Maaf bukanya Selin pergi makan siang dengan anda.'' jawab Nanda yang bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.


''Di mana kamu Selin...'' gumam Ardi hingga tatapan matanya melihat sebuket bunga mawar di meja kerja Selin.


Ardi mengambilnya dan melihat kartu ucapan yang masih ada di sana pula.

__ADS_1


''Rooftop...'' gumamnya.


Tanpa membuang waktu...Ardi langsung berjalan tergesa keluar ruangan divisi keuangan untuk menuju rooftop.


Pikiran Ardi sudah melanglang buana kemana-mana...bahkan pikiran negatif mengenai perselingkuhan pun sudah ada di dalam benaknya saat ini.


Boby pun juga langsung mengikuti sang Presdir, begitu pula Nanda yang merasa khawatir akan sahabatnya.


''Awas saja kalau aku sampai melihatmu berkhianat Selin...'' gumam Ardi. ''Aku tak akan pernah memaafkanmu dan akan memberikan pelajaran yang bahkan tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu.'' gumamannya lagi.


Tapi apa yang Ardi dapatkan...rooftop yang kosong, tak ada orang sama sekali.


Boby dan Nanda pun juga heran kenapa tak ada orang di sana padahal sudah jelas kalau di kartu itu meminta Selin ke rooftop.


Saat melihat sekitar tak sengaja kaki Nanda menginjak sesuatu.


''Ini...'' kata Nanda menundukkan badannya. ''Ponsel Selin...'' katanya lagi sambil mengambilnya.


Ardi yang mendengarnya pun langsung menghampiri Nanda dan mengambil ponsel tersebut.


''Kamu sebenarnya ada di mana?'' gumam Ardi. ''Bob...cek CCTV.'' perintahnya.


Boby langsung menghubungi orang yang bertugas memantau CCTV untuk melihat rekaman di sana saat jam makan siang.


''Maaf Presdir...CCTV sepertinya rusak.'' kata Boby memberi tahu tentang apa yang di katakan oleh bawahannya.


''Sial.'' umpat Ardi. ''Kenapa bisa kebetulan...rusak atau memang sengaja di rusak.'' kata Ardi. ''Cek CCTV rahasia kita.'' perintahnya lagi.


Tak ada yang tau, bahwa sebenarnya Selian CCTV-CCTV yang nampak...Ardi telah menempatkan CCTV- CCTV kecil dan rahasia di semua area, serta hanya Ardi dan Boby saja yang bisa mengaksesnya.


''Lihat Presdir...'' kata Boby setelah mendapatkan apa yang mereka cari.


''B*****t...bisa-bisanya aku kecolongan di perusahaanku sendiri.'' umpat Ardi lalu pergi dari sana menuju tempat di mana Selin berada.


❤️❤️❤️❤️❤️


Tok


Tok


Tok


''Selin...Selin...kamu dengar aku!'' seru Ardi di depan pintu.


Selin yang mendengarnya pun langsung berdiri dan menghapus air matanya.


Ada perasaan senang dan lega dalam hatinya.


''Aku disini...tolong buka pintunya.'' kata Selin dengan mengebrak-gebrak pintu.


''Kamu menjauh dari sana...aku akan mendobrak pintunya.'' seru Ardi.


Ardi di bantu Boby mendobrak pintu dalam dua kali dobrakan, baru terbuka.


''Selin...'' seru Ardi yang langsung masuk kedalam ruangan.


''Mas...'' sahut Selin yang langsung berhambur memeluk Ardi.


''Sel...Selin...'' kata Ardi ayng yang merasa tubuh Selin melemas.


Ternyata Selin sudah tak sadarkan diri sesat setelah berada di pelukan Ardi.


''Kerumah sakit Bob.'' perintah Ardi yang kini sudah membopong Selin. ''Perintahkan anak buah kamu untuk menangkap mereka.'' sambungnya lagi dengan aura yang sangat menyeramkan.

__ADS_1


__ADS_2