Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 57


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tak terasa usia kehamilan Selin sudah menapaki usia lima bulan.


Perut yang tadinya rata, sudah mulai terlihat membuncit.


Tubuh yang tadinya langsing sudah semakin berisi.


Bahkan pipi yang tadinya terlihat tirus, kini sudah berubah menjadi chuby.


''Kenapa, hem?'' tanya Ardi yang memeluk tubuh istrinya dari belakang.


''Aku terlihat gendut ya sayang?'' tanya Selin.


''Enggak...siapa yang bilang.'' sahut Ardi.


''Bilang aja iya, gak usah pakai bohong segala.'' kata Selin. ''Buktinya pakaian aku sudah pada gak muat.'' sambungnya lagi.


Gini nih wanita...kalau di bilang jujur dia gemuk...pasti ngamuk-ngamuk, tapi kalau bohong dan bilang gak gemuk...masih aja marah-marah.


''Kamu gak gemuk...cuma sedikit berisi saja.'' kata Ardi.

__ADS_1


''Pasti tubuh aku gak menarik lagi?'' kata Selin.


''Siapa bilang...di mata aku justru kamu terlihat tambah ****.'' sahut Ardi yang memang di matanya begitulah Selin saat ini.


''Halah gombal.'' cibir Selin. ''Buktinya kamu jarang lagi tuh sentuh aku, gak kayak dulu lagi...bahkan hampir setiap hari.'' kata Selin mengeluarkan unek-uneknya.


''Sayang...kamu salah paham.'' kata Ardi yang kemudian lebih memilih mengajak Selin untuk duduk di sofa yang ada di balkon kamar mereka, karena memang mereka saat ini berdiri di sana.


''Dengerin aku, aku gak melakukan itu dengan durasi ataupun sesering dulu...karena aku gak mau menyakiti kamu dan anak kita akibat guncangan-guncangan yang akan terjadi.'' kata Ardi dengan memegang pundak Selin untuk menghadapinya. ''Asal kamu tau...aku berusaha mati-matian untuk menekan hasratku agar tak selalu memakanmu, karena bagiku semua yang ada pada tubuhmu ini bagikan sebuah candu yang membuat aku ingin terus menyentuhnya...merasakannya lagi dan lagi.'' tutur Ardi.


''Tapi nanti saat aku melahirkan dan tubuhku gak bisa kembali seperti dulu gimana? kalau aku gemuk gimana?'' tanya Selin, karena memang sebagian wanita setelah melahirkan rata-rata bentuk tubuhnya berubah. ''Pasti kamu lirak lirik wanita lain.'' kata Selin.


Cetak


''Makanya kalau ngomong jangan suka asal.'' sahut Ardi dengan tangan mengelus dahi Selin.


''Bagi aku...kamu mau gemuk mau kurus sama saja, tetap menarik di mata aku.'' kata Ardi. ''Yang terpenting kamu dan anak kita sehat.'' sambungnya.


''Lagian apa cuma segitu ceteknya kamu nilai rasa sayang dan cinta aku sama kamu?'' katanya lagi.


''Iya maaf...aku cuma takut aja kehilangan kamu, aku beluma siap untuk semua itu.'' lirih Selin.

__ADS_1


''Ngawur.'' kata Ardi. ''Sudah sekarang lebih baik kita masuk kedalam, ibu hamil gak baik kena angin malam terlalu lama.'' ajak Ardi.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar dan Selin langsung menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya sebelum juga ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum tidur.


''Sekarang tidur dan jangan berpikiran yang aneh-aneh, kasihan baby kalau maminya banyak pikiran.'' kata Ardi membimbing tubuh Selin untuk tidur.


''Tapi aku pengen itu...'' kata Selin.


''Itu apa?'' tanya Ardi.


''Itu...'' kata Selin lagi.


''Itu...itu apa?'' goda Ardi yang berpura-pura tak tua apa yang di inginkan sang istri. ''Auuww...sakit sayang.'' keluh Ardi saat perutnya di cubit oleh Selin.


''Ish, dasar nyebelin.'' kata Selin yang langsung membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi sang suami.


''Apa susahnya sih ngomong terus terang...gak usah pakek kode-kode segala?'' kata Ardi yang seolah ingin terus menjahili Selin.


''Tau ah...kamu nyebelin...gak peka.'' sahut Selin.


Melihat istrinya yang mulai merajuk, Ardi langsung membalikan tubuh Selin agar menghadap ke arahnya.

__ADS_1


Maka terjadilah apa yang memang harus terjadi di antara mereka berdua.


__ADS_2