
❤️ Happy Reading ❤️
Ada saja tingkah si bumil setiap harinya sehingga membuat sosok Lazuardi Cakrabuana harus memiliki ektra stok sabar yang banyak dan tak terhingga.
Bagaimana tidak, kadang saat bekerja dirinya harus pulang hanya untuk membelikan serta mengantar makanan yang di pesan si bumil, bahkan dirinya juga rela meninggalkan ruang meeting begitu si bumil sudah memberinya mengeluarkan suaranya saat menginginkan sesuatu.
Tapi menurut pandangan para karyawan juga kliennya bukan seorang Lazuardi tak profesional lagi dalam bekerja, melainkan malah memberinya pujian sebagai sosok suami yang bertanggung jawab, siaga dan yang pasti so sweet...sehingga banyak kamu wanita yang membayangkan bisa berada di posisi Selin saat ini.
Andai mereka jadi istri seorang Presdir Lazuardi Cakrabuana.
Andai mereka memiliki suami yang sweet seperti Lazuardi Cakrabuana.
Itulah yang ada dalam benak mereka saat melihat sosok Lazuardi Cakrabuana saat ini.
Bahkan tak hanya itu saja, setelah seharian lelah bekerja...si bumil cantik pasti selalu membangunkannya tengah malam untuk mengisi perutnya yang lapar.
❤️❤️❤️❤️❤️
Seperti biasa...seusai makan malam mereka akan berbincang sambil bercengkrama di rumah keluarga.
Apalagi beberapa hari kemarin Ardi dan Selin tak ikut bergabung bersama, karena Selin harua benar-benar istrirahat di kamarnya.
''Mas, mau macaron.'' kata Selin.
Padahal di meja ada kue macaron yang tinggal di ambilnya, tak terlalu jauh hanya cukup mengulurkan tangannya saja.
Tapi ya beginilah tingkah bumil yang sedikit manja memangnya.
__ADS_1
''Ini...'' kata Ardi sambil menyerahkan satu kue macaron yang telah di ambilnya sesuai keingingan Selin.
''Gak mau yang itu.'' kata Selin dengan menggelengkan kepalanya.
''Huft...terus mau yang mana?'' tanya Ardi dengan sabar.
''Mau yang itu...punya Langit.'' tunjuk Selin pada kue macaron yang di pegang Langit dan hanya tinggal setengahnya saja, karena yang setengah sudah masuk kedalam mulut bocah tampan itu.
''Langit...boleh mami minta kue macaron yang di tangan Langit?'' tanya Ardi sedangkan Selin menatapnya dengan penuh harap.
Setelah melihat ke arah Selin, Langit pun menganggukkan kepalanya.
''Ini mami.'' kata Langit yang menghampiri Selin dengan setengah kue macaron di tangannya.
''Mau di suapi...Aa...'' kata Selin yang kemudian membuka mulutnya.
Hap
''Adik bayi yang ada di perut mami lagi manja sama kakak Langit.'' kata mama Mega sambil terkekeh.
''Adik bayi...kalau mau apa-apa bilang ya sama kakak Langit.'' kata Langit sambil mengelus perut Selin dengan tangannya yang mungil. ''Nanti pasti kakak Langit kasih.'' imbuhnya lagi.
Cup
Tak lupa Langit berikan satu kecupan di perut sang mami yang ada adik bayinya.
''Kakak Langit pinter.'' puji Ardi.
__ADS_1
''Em mami sama adik bayi makin sayang sama kakak.'' ucap Selin yang langsung memeluk tubuh Langit. ''Kakak Langit mau gak malam ini tidur sama mami?'' tanya Selin yang membuat Ardi melebarkan kedua matanya.
Namun Langit menggelengkan kepalanya tanda tak mau dan itu cukup membuat Ardi bernapas dengan lega.
''Loh kenapa? sudah lama loh Langit gak bobok sama mami juga papi.'' kata Selin lagi.
''Langit gak mau kalau nanti kaki atau tangan Langit melukai adik bayi saat tidur.'' jawab Langit.
''Gak apa-apa kok...atau biar papi tidur di tengah-tengah antara kita berdua, gimana?'' bujuk Selin lagi.
''Langit mau tidur sendiri mami.'' jawab Langit. ''Langit sudah besar...kan sebentar lagi mau jadi kakak.'' katanya lagi.
''Ya sudah deh kalau Langit gak mau...mami bisa apa.'' kata Selin.
Jujur sebenarnya dia sangat rindu untuk tidur bersama putra sambungnya itu, eh tapi malah dirinya di tolak mentah-mentah...ya sudahlah.
''Tapi mami bolehkan temani Langit di kamar sampai kesayangan mami ini tidur?'' tanya Selin penuh harap.
''Kalau itu tentu saja boleh mami.'' jawab Langit.
''Kalau begitu ayo kita ke kamar, mami akan membedakan cerita untuk Langit.'' ajak Selin. ''Besok putra mami ini sekolahkan...'' katanya lagi.
''Iya...ayo mami.'' kata Langit.
''Sayang...jangan buru-buru jalannya atau aku akan memintamu untuk memakai kursi Risa lagi.'' seru Ardi saat melihat Selin berjalan dengan Langit.
''Iya...dasar bawel.'' sahut Selin dan mulai memelankan langkahnya.
__ADS_1
Ini saja dia harus ekstra merayu Ardi agar boleh berjalan serta keluar dari kamar, jangan sampai dirinya melakukan kesalahan yang membuatnya harus berdiam diri di kamar serta duduk di kursi roda kembali.
Membayangkannya saja sudah membuat Selin sangat kesal.