
❤️ Happy Reading ❤️
Mendadak perusahan Cakrabuana grup sore ini menjadi heboh.
Terlihat Presdir mereka menggendong wanita yaitu sang istri dengan berjalan tergesa.
Sedangkan di belakangnya ada Nanda dan juga Boby.
''Kamu ikutlah.'' kata Boby pada Nanda saat Ardi sudah masuk kedalam.
Tanpa banyak kata, Nanda pun langsung ikut masuk ke dalam, jujur dirinya juga sangat cemas melihat kondisi sang sahabat.
Bahkan senjang perjalanan Ardi tak henti-hentinya bergumam serta sesekali mengumpat karena kondisi jalan yang sedikit macet.
''Bertahan sayang...kamu harus bertahan...'' gumam Ardi dengan terus memberi ciuman bertubi-tubi di wajah Selin.
''Kamu harus kuat...demi aku dan Langit...aku mohon.'' sambungnya lagi.
Nanda yang mendengar gumaman serta melihat sendiri bagaimana rapuhnya seorang Presdir dingin seperti Lazuardi Cakrabuana...semakin yakin bahwa sahabatnya begitu di cintai oleh suaminya.
Sedangkan di tempat terpisah, tepatnya di Cakrabuana grup...Boby telah meminta pihak keamanan perusahan untuk mengamankan Mona cs.
''Apa-apaan ini...Lepas!'' seru Mona sambil terus meronta karena tak terima tangannya di cekal oleh keamanan.
Bahkan kedua temannya pun juga melakukan hal yang sama.
''Kalian tak bisa melakukan ini pada kami!'' seru Mona lagi.
''Bisa.'' sahut Boby yang sudah menunggu mereka di lobi. ''Sangay bisa.'' tekannya.
''Atas dasar apa kamu melakukan ini hah!'' bentak Mona. ''Kamu tak bisa semena-mena di sini...karena kamu hanyalah seorang asisten, bukan pemilik perusahaan.''katanya lagi dengan terus memprovokasi.
''Ya saya memang asisten...tapi asisten presdir.'' sahut Boby dengan tenang. ''Dan tadi apa kamu bilang...atas dasar apa aku melakukan ini?'' tanya Boby. ''Hah...'' beonya sambil menggelengkan kepalanya. ''Atas dasar tindakan kriminal yang kalian lakukan pada istri presdir Cakrabuana grup.'' tandasnya.
''Jangan membual.'' kata Mona. ''Punya bukti apa kamu menuduh kami...'' serunya dengan sangat percaya diri.
''Nanti...kamu akan tau bukti apa yang saya miliki saat berada di pen...ja...ra...'' sahut Boby.
Deg
Mona, Nana dan Lisa yang mendengar kata penjara...sontak saja mereka langsung menggelengkan kepalanya.
''Gak...gak...aku gak mau di penjara.'' gumam mereka.
''Selamat sore.'' kata seseorang yang baru saja masuk bersama beberapa orang lainnya.
''Oh selamat sore.'' sahut Boby. ''Langsung bawa saja mereka bertiga pak.'' kata Boby. ''Nanati saya akan menyusul dengan pengacara untuk memberikan bukti atas kejahatan mereka bertiga.'' imbuhnya lagi pada pihak kepolisian.
Mona dan yang lainya pun langsung di gelandang oleh pihak berwajib.
Boby yang sudah menghubungi pengacara keluarga Cakrabuana pun langsung masuk ke dalam mobilnya untuk mengikuti ke kantor polisi setempat.
Ya Ardi memilih mereka mendapatkan hukuman dari pihak berwajib dari pada dirinya main hakim sendiri, mengingat mereka memang tinggal di negara hukum.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️
''Ar, bagaimana keadaan mantu mama?'' tanya mama Mega yang baru saja sampai.
''Kok mama dan papa tau?'' kata Ardi yang malah balik bertanya.
''Boby...Boby yang hubungi papa.'' jawab mama Mega. '' Gimana Selin?'' tanyanya lagi.
''Masih di dalam ma.'' sahut Ardi yang terlihat sangat sedih.
''Bisa-bisanya kamu kecolongan seperti ini...apalagi ini semua terjadi di perusahan Ar...'' kata papa Awan.
''Sudah pa...jangan marahi Ardi.'' kata mama Mega yang membuat papa Awan mendengus kesal. ''Eh ini siapa?'' tanya mama Mega saat melihat sosok lain di sana.
''Saya Nanda nyonya besar.'' kata Nanda.
''Sahabat Selin dan bekerja satu divisi dengannya.'' terang Ardi.
Cklek
''Dokter, bagaimana dengan kondisi istri saya?'' tanya Ardi yang langsung bergegas menghampiri dokter yang baru saja keluar.
''Istri tuan sudah tidak apa-apa hanya sedikit syok juga kelelahan dan di tambah dehidrasi.'' papar sang dokter. ''Tapi ada sesuatu hal yang tidak bisa saya pastikan sekarang.'' kata sang dokter lagi.
''Kenapa dok? ada apa?'' cecar Ardi.
''Saya hanya ingin memastikan sesuatu tapi harus menunggu pasien sadar terlebih dahulu dan ini bukan sesuatu yang menakutkan, jadi tuan tenang saja.'' kata dokter lagi.
''Apa saya bisa menemuinya dok?'' tanya Ardi lagi.
''Dok, saya mau dokter melakukan visum kepada mantu saya.'' kata papa Awan.
''Baik tuan...akan kami lakukan.'' kata sang dokter.
❤️❤️❤️❤️❤️
''To...long...'' gumam Selin.
''Sayang...hei...bangun...sayang...'' panggil Ardi dengan lirih dengan tangan yang satu memegang tangan Selin sedangkan satu lagi dia gunakan untuk mengelus pipi sang istri yang masih terlihat memar saat mendengar gumaman Selin.
''Emmmm...'' gumam Selin dan sedikit demi sedikit membuka kedua matanya.
''Aku di mana?'' tanya Selin yang seperti masih linglung.
''Sayang...kamu sudah sadar nak.'' kata mama Mega yang langsung menghampiri menantunya.
''Haus...'' lirih Selin.
''Ini...'' kata Ardi yang langsung sigap mengambilkan minum untuk Selin. ''Pelan-pelan...'' peringatnya begitu melihat Selin yang seperti orang tak pernah minum saja.
Mama Mega sudah menekan tombol yang ada di samping tempat tidur Selin,begitu mengingat pesan dokter bahwa jika pasien sudah sadar maka harus memberitahu pihak medis.
''Selamat sore.'' sapa seorang dokter bersama perawat di belakangnya.
__ADS_1
''Selamat sore dok.'' sahut mama Mega.
''Apa yang nyonya rasakan?'' tanya sang dokter.
''Sedikit pusing dok.'' jawab Selin.
''Itu hal yang wajar, mengingat nyonya baru saja sadarkan diri.'' sahutnya. ''Saya boleh bertanya sesuatu nyonya?'' tanyanya lagi dan Selin pun menganggukkan kepalanya.
''Kapan terakhir kali nyonya mendapatkan siklus menstruasi?'' tanyanya.
''Sepertinya bulan ini saya belum mendapatkannya dok.'' jawab Selin sambil mengingat-ingat. ''Seharusnya seminggu yang lalu adalah jadwal saya menstruasi.'' sambungnya lagi.
''Baik kalau begitu.'' jawab sang dokter. ''Kita akan melakukan USG sekarang, karena biar kami bisa tau obat apa yang aman untuk kamu berikan pada anda.'' paparnya.
''USG? untuk apa dok?'' tanya mama Mega.
''Kami hanya ingin memastikan bahwa perkirakan kami benar nyonya.'' jawab dokter. ''Karena menurut hasil pemeriksaan kami...nyonya Selin saat ini tengah berbadan dua.'' jelasnya.
''Apa? ja...jadi...menantu saya hamil dok?'' tanya mama Mega seakan tak percaya dan dokter menganggukkan kepalanya.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Nanda...kamu di sini?'' tanya Selin yang baru menyadari keberadaan sang sahabat juga ada di sana. ''Sama siapa?'' tanya Selin lagi.
''Tadi dia ikut kesini saat aku membawamu.'' sahut Ardi.
''Tapi tadi...'' kata Selin.
''Tadi Nanda di kantin rumah sakit sayang...mama meminta sahabatmu ini untuk mengisi perutnya dulu.'' kata mama Mega dan di angguki oleh Nanda.
Ya Nanda memang di paksa mama Mega agar mau pergi makan dulu di kantin rumah sakit atau kalau tidak mau, dirinya di suruh pulang dari sana.
Bukan tanpa sebab, mama Mega hanya tak ingin gadis itu kelaparan dan jatuh sakit.
''O iya bagaimana hasil USGnya?'' tanya mama Mega.
Ardi dan Selin saling pandang terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan mama Mega.
''Ck, kok malah lihat-lihatan gitu?'' tanya mama Mega lagi.
''Positif ma.'' jawab Ardi.
''Positif.'' gumam mama Mega. ''Jadi Selin beneran hamil...mantu mama hamil?'' tanya mama Mega dengan heboh dan di angguki oleh Ardi dan Selin.
''Tiga Minggu.'' papar Ardi.
''Wah selamat ya sayang...mama seneng dengarnya.'' kata mama Mega sambil memeluk Selin.
''Selamat nak.'' ucap papa Awan.
''Selamat Selin...Presdir.'' ucap Nanda.
''Terimakasih.'' sahut Selin.
__ADS_1
''Kamu harus buat mereka mendekam lama di jeruji besi Ar dan papa juga mau kamu blacklist mereka sehingga tak akan ada satu perusahan pun yang mau menerima mereka bekerja setelah kelaut dari penjara.'' kata papa Awan. ''Mereka sudah berani mencelakai mantu serta calon cucu keluarga Cakrabuana.'' sambungnya.
''Iya pa.'' jawab Ardi.