Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 51


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Bagaimana hari ini? baby rewel tidak?'' tanya Ardi yang duduk di dekat sang istri seusai membersihkan tubuhnya.


''Enggak tapi sepertinya baby bosen di kamar terus.'' sahut Selin dengan asal.


''Itu baby apa maminya...'' kata Ardi sambil mencolek hidung Selin menggunakan jari telunjuknya tangan kanannya.


''Hem aku bosan di kamar terus...'' rengek Selin pada akhirnya.


''Tapi kamu harus istrirahat sayang dan gak boleh lelah.'' sahut Ardi.


''Iya aku tau tapi gak boleh lelah bukan berarti aku harus di kamar teruskan...'' kata Selin. ''Aku bisa stress...atau mati kebosanan kalau kayak gini terus.'' keluh Selin.


''Aku cuma gak mau sampai terjadi apa-ala sama kalian berdua.'' sahut Ardi. ''Tolong mengertilah sayang...semua ini untuk kebaikan kalian berdua.'' sambungnya. ''Karena kalau sampai terjadi apa-apa sama kalian...aku bisa gila.'' imbuhnya.


Bisakah Selin merasa bahagia saat ini mendengar kata-kata yang terucap dari bibir suaminya.


Tapi tunggu...Selin tak mau terburu-buru terlalu ge-er, dirinya harus bisa menyadarkan dirinya kembali...karena di juga belum yakin sepenuhnya apakan Ardi beneran cinta sama dia atau ini semua hanya semata-mata karena dirinya sedang hamil calon penerus keluarga Cakrabuana.


''Ya sudah iya.'' kata Selin dengan sebal.


''Khem.'' dehem mama Mega yang ternyata ada di sana.


''Mama...sejak kapan mama di situ?'' tanya Ardi.


''Sejak kalian sedang berdebat dan saking sibuknya berdebat sampai gak sadar kalau sudah ada mama di sini dari tadi.'' jawab mama Mega.


''Siapa yang berdebat ma...orang kita cuma ngobrol aja kok.'' sahut Ardi yang tak terima jika di bilang dirinya dan sang istri berdebat.


''Ar, Selin memang sedang hamil...tapi kamu gak boleh seperti ini.'' kata mama Mega. ''Terlalu mengekangnya bahkan lebih cenderung seperti mengurungnya.'' kata mama Mega.


''Ardi cuma gak mau...'' kata Ardi.


''Iya mama paham dengan keposesifan kamu ini apalagi pasca insiden kemarin, tapi gak gini juga Ar.'' potong mama Mega. ''Ibu hamil memang tidak boleh terlalu lelah tapi ibu hamil juga butuh hiburan biar gak stres, butuh menghirup udara segar serta mendapatkan vitamin dari sinar mentari pagi.'' sambungnya lagi. ''Ingat stress juga gak baik loh untuk ibu hami karena bisa berpengaruh pada bayi yang di kandungannya.'' peringat mama Mega lagi.


''Hem baiklah...oke...kamu boleh keluar besok.'' sahut Ardi setelah beberapa saat terdiam memikirkan apa yang mamanya katakan, karena bagaimanapun mamanya itu lebih berpengalaman darinya.


''Terimakasih mas, terimakasih mama.'' ucap Selin dengan wajah berbinarnya.

__ADS_1


''Tapi tetap dalam pengawasan, karena aku akan meminta seseorang untuk mengawasimu secara langsung.'' kata Ardi. ''Bagaimana iya atau tidak sama sekali dan libur semua keinginan kamu itu serta tetao stay di kamar.'' kata Ardi lagi begitu melihat gelagat sang istri yang hendak protes.


''Iya deh iya...dari pada gak keluar sama sekali.'' sahut Selin.


''Ya sudah kalau gitu mama keluar dulu ya dan kalian nanti juga nyusul ke luar untuk makan malam.'' kata mama Mega.


''Iya ma.'' sahut Selin.


Setelah mama Mega pergi, Ardi memilih mengambil ponselnya dan membawanya ke balkon.


Entah apa yang di lakukannya tapi sepertinya dia sedang menelpon seseorang saat ini.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Hais...'' keluh Selin yang merasa tak bisa tidur lagi.


Saat sedang enak-enaknya terlelap dirinya bermimpi sedang memakan sesuatu sehingga sampai membuatnya terbangun dan alhasil dirinya tak bisa tidur lagi karena terbayangkan dengan enaknya makanan yang ada di dalam mimpinya tadi.


''Ada apa?'' tanya Ardi dengan suara seraknya.


Ardi tak sengaja terbangun karena tempat tidur yang terasa bergerak-gerak karena ulah sang isteri yang mengganti-ganti posisi tidurnya agar cepat terlelap walau hasilnya nihil.


''Apa ada yang sakit?'' tanyanya lagi yang kini sudah duduk dengan pandangan menatap kearah Selin.


''Kenapa hem?'' tanya Ardi lagi.


''Tadi aku mimpi makan makanan yang sangat enak dan aku terbayang-bayang terus sama makanan itu.'' jawab Selin dengan jujur.


''Apa kamu mau makan itu?'' tanya Ardi.


''He'em.'' sahut Selin dengan menganggukan kepalanya dan dengan ekspresi yang membuat Ardi semakin gemas.


''Oke...sekarang katakan makan apa itu?'' tanya Ardi lagi.


''Soto ayam dengan kuah yang seger...terus ada ceker ayamnya...ada sayap ayamnya sama ada kepala ayamnya juga terus di kasih perasan jeruk nipis sedikit...hem yummy.'' jawab Selin dengan semangat sambil membayangkan apa yang ada di dalam mimpinya sehingga membaut air liurnya serasa ingin menetes saat ini juga.


''Tapi ini sudah malam sayang...kita mau beli di mana jam segini?'' kata Ardi yang melihat jam di atas bekasnya menunjukkan pukul satu dini hari.


''Siapa bilang aku mau kita cari dan beli itu sekarang.'' sahut Selin.

__ADS_1


''Oh syukurlah...'' ujar Ardi dengan perasan yang lega.


''Aku maunya kamu yang bikin buat aku dan anak kita...sekarang.'' kata Selin lagi.


Duar


Perasan lega yang baru di rasakan Ardi beberapa saat lalu langsung sirna begitu saja.


''Tapi aku itu gak bisa masak sayang.'' kata Ardi selembut mungkin.


''Ini di jaman modern...kamu bisa lihat bumbu serta tutorial membuatnya melalui YouTube.'' kata Selin.


''Tapi aku...'' kata Ardi berusaha negosiasi.


''Ya sudahlah...bilang aja gak mau bikinin pakek acara alesan gak bisa bikin segala...basi.'' kata Selin dengan kesal dan langsung membaringkan tubuhnya namun dengan posisi membelakangi sang suami.


''Hiks...hiks...hiks...''


Ardi pikir Selin ngambek dan langsung tidur, namun perkiraannya itu salah...karena setelah beberapa saat dia melihat tubuh Selin yang bergetar di serta isak tangis....Fix istrinya itu pasti sedang menangis saat ini.


''Sayang...'' panggil Ardi dan berusaha membalik tubuh Selin.


Begitu Selin berbalik, terlihat sangat jelas air mata membasahi pipinya.


''Lok kok malah nangis.'' kata Ardi namun Selin enggan untuk menanggapinya. ''Huft...baiklah ayo aku akan masakanmu soto ayam sepeti apa yang kamu inginkan.'' kata Ardi akhirnya yang mau tak mau menuruti apa kemauan si ibu hamil.


Ardi langsung ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu sebelum menggendong Selin dan membawanya turun ke lantai bawah.


Setelah mendudukkan Selin di salah satu kursi yang ada di dapur, Ardi langsung membuka aplikasi di ponselnya untuk melihat bahan-bahan apa yang dia perlukan dan untung saja semua bahan tersedia di dalam kulkas.


''Kalian sedang apa?'' tanya mama Mega yang turun di temani papa Awan untuk mengambil minum.


''Selin ingin makan soto ayam ma.'' jawab Ardi.


''Oh sini biar mama buatin.'' kata mama Mega ingin mengambil alih apa yang dikerjakan Ardi saat ini.


''Gak ma...dia cuma ingin soto bikinan aku.'' kata Ardi yang membuat mata mama Mega dan papa Awan membulat sempurna.


''Kamukan...'' kata mama Mega.

__ADS_1


''Gak bisa masak.'' sahut Ardi. ''Mama bantuin kasih arahannya ya ma...ribet kalau harus lihat ponsel.'' kata Ardi lagi.


''Oh baiklah mama akan kasih instruksi dan kamu yang mengerjakannya.'' sahut mama Mega sedangkan papa Awan memilih duduk di kursi dekat sang menantu.


__ADS_2