
❤️ Happy Reading ❤️
Begitu mendengar semua yang terjadi pada sang istri membuat Ardi ingin membongkar kepada seluruh para pegawai serta memberi tahu seluruh dunia siapa istrinya saat ini...nyonya Lazuardi Cakrabuana.
Tapi Ardi juga tak ingin bertindak gegabah, mengingat bagaimana istrinya itu masih saja kekeh ingin menutupi statusnya saat ini.
''Aku harus melakukan sesuatu.'' gumam Ardi sambil berpikir cara yang secara tidak langsung bisa memperlihatkan kalau Selin adalah istrinya.
''Ya aku harus melakukan itu.'' kata Ardi dengan yakin saat sudah terlintas beberapa ide yang tersimpan dalam otaknya.
''Tapi aku harus benar-benar menanti momen yang pas.'' imbuhnya lagi.
❤️❤️❤️❤️❤️
Beberapa hari telah berlalu, entah suatu kebetulan atau memang semesta sedang berpihak padanya, ada saja hal yang bisa memperlancar rencananya.
Siang ini, Ardi berencana untuk mengumpulkan seluruh karyawan dari berbagai divisi untuk mengumumkan bahwa mereka akan mendapatkan bonus tambahan karena beberapa bulan terakhir ini keuangan perusahaan cukup bagus dan naik secara signifikan.
Sebenarnya ini bukan hal aneh untuk para karyawan, sebab hal seperti ini sering terjadi.
''Selamat siang.'' sapa Ardi yang hadir langsung di sana.
"Selamat siang." sahut semua.
''Seperti bisa...saat perusahan mendapatkan sebuah keuntungan yang besar dan pendapatan meningkat terus..maka akan ada bonus untuk kalian semua.'' kata Ardi yang di sambut dengan sorakan bahagian dari para pegawainya.
''Perusahan...dan saya khususnya mengucapkan terimakasih atas segala dedikasi serta kerja keras yang telah kalian lakukan untuk perusahan.'' katanya lagi. ''Perusahan tak akan sebesar...mendapatkan keuntungan seperti ini, jika tak ada campur tangan serta kerja keras kalian semua.'' tuturnya lagi. ''Terimakasih.'' kata Ardi lagi yang kata-katanya di teruskan oleh sang asisten.
''Eh kalian lihat tidak cincin yang melingkar dengan di kedua jari manis Presdir?'' bisik Mona pada kedua temannya.
Nana dan Lisa pun langsung memfokuskan arah pandangan mereka di jari manis sang atasan.
''Kayak pernah lihat.'' kata Lisa. ''Tapi di mana ya....'' katanya lagi sambil mengingat-ingat.
''Iya seperti tak asing.'' sahut Nana. ''Eh tunggu-tunggu...semoga ini salah.'' kata Nana dengan langsung mengambil ponsel miliknya.
''Ngapain?'' tanya Mona.
''Shuttt kamu diem dulu.'' kata Nana yang masih sibuk berkutat dengan ponsel miliknya.
''Oh my...'' kata Nana lagi begitu menemukan apa yang di carinya.
__ADS_1
Nana kaget yang serasa tak percaya...
''Na...apaan sih?'' tanya Lisa.
''Kalian berdua lihat ini.'' kata Nana memperlihatkan laman media sosial yang baru di bukanya.
''Kenapa sama medsosnya Selin?'' tanya Mona yang masih belum paham.
''Kalian lihat ini.'' kata Nana menunjukan dua photo di mana sewaktu Selin meng-upload tangannya bersama sang kekasih yang menunjukan cincin pertunangan serta cincin pernikahannya.
Beberapa kali mereka bertiga mengamati cincin yang ada di medsos Selin dengan cincin yang di pakai oleh Ardi.
''Jadi Selin itu...oh...no...no...Selin istri dari Presdir.'' kata Lisa dengan mengibaskan tangannya di depan wajahnya sendiri.
''Persis seperti yang aku pikirkan.'' kata Nana.
''Tapi bisa ajakan cuma kebetulan tau sekilas seperti sama.'' kata Mona.
''Bener juga sih.'' kata Lisa menepis apa yang ada di pikirannya.
''Lagian ya...coba kalian pikir, seorang Presdir punya istri seperti Selin yang hanya wanita biasa.'' kata Mona berusaha meyakinkan keyakinannya. ''Kalau memang dia istri Presdir...kenapa juga harus berkerja dan kenapa mereka tak pernah tampak bersama.'' imbuhnya.
''Iya ya.'' sahut Nana seraya kepalanya manggut-manggut.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Sel, kamu sadar gak sih kalau mereka bertiga seperti sering memperhatikan kamu?'' tanya Nanda.
''Sudah biarin aja.'' jawab Selin dengan santai.
''Sel...cincin yang kamu itu kw ya?'' tanya Mona tiba-tiba.
''Hah...maksudnya?'' tanah Selin yang jujur saja kaget.
''Ya secarakan kamu itu orang bisa ya...terus suami kamu pasti juga orang biasa,gak mungkinkan bisa beli cincin yang mahal...apa lagi desain kedua cincin yang kamu pakai itu kalau yang asli, harganya gak main-main.'' sambungnya lagi karena telah mencari tau dengan berselancar di suami maya berapa harga cincin semacam itu.
Walaupun Mona dan kedua temannya sudah menepis pikiran mereka tentang cincin Selin yang di duga sama dengan cincin presdir mereka, tapi jujur mereka tetap saja penasaran.
''Aku rasa semua itu gak ada urusannya sama kalian.'' sahut Selin. ''Mau kw ataupun asli...gak ada hubungannya sama kalian bertiga.'' imbuhnya.
''Heh...songong nih anak.'' kata Lisa.
__ADS_1
''Kamu itu ya di ajak bicara baik-baik malah gak sopan.'' kata Mina dengan menaikkan satu oktaf suaranya.
''Aku rasa aku bicara biasa saja.'' sahut Selin. ''Kalian aja yang perasa.'' imbuhnya. ''Lagian kurang-kurangi ikut campur sama urusan orang lain.'' sambungnya.
''Kamu...'' geram Mona.
''Ada apa ini?'' tanya atasan mereka di bagian keuangan.
''Eh tidak ada apa-apa pak.'' jawab Mona.
''Kembali ke meja kalian masing-masing.'' perintahnya.
''Baik pak.'' jawab tiga sekawan itu.
Ardi yang sedari tadi tak sengaja mendengar menjadi geram.
''Enak aja bilang cincin pertunangan serta cincin pernikahan aku kw.'' gumam Ardi. ''Sudah penghinaan ini namanya.'' kesalnya.
''Gak bisa terus-terusan di biarin gini ni...'' kata Ardi. ''Selin bisa terus bersabar...tapi aku tak sesabar itu.'' kata Ardi lagi.
Namun dirinya harus tetap hati-hati dan tak boleh salah langkah, karena nanti yang ada kalau dia grusah-grusuh malah Selin yang bisa jadi marah sama dia dan akan berakibat dengan tak di berinya jatah...oh tidak bisa...tidak bisa...Ardi tak akan sanggup untuk itu.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Apa mereka bertiga masih mengganggumu?'' tanya Ardi.
''Siapa?'' sahut papa Awan karena saat ini mereka sedang menikmati waktu bersama di ruang keluarga seusai makan malam.
''Iya, siapa yang berani mengganggu mama?'' tanya mama Mega.
''Rekan yang satu divisi sama Selin.'' jawab Ardi.
''Aduh Ardi...kamu ini gimana sih.'' kata mama Mega. ''Ngelindungi istri sendiri aja gak bisa, apa lagi semua itu terjadi di perusahan...ruang lingkup dimana kamu menjabat sebagai pemegang kekuasaan penuh.'' omelnya panjang lebar.
''Tanya mantu mama itu.'' kata Ardi. ''Mau di ajak buat mengungkap siapa dia sebenarnya gak mau...ya gitukan jadinya.'' kata Ardi lagi. ''Aku gak bisa berbuat apa-apa...karena semua karyawan gak ada yang tau jika kami suami istri sebab yang mereka tau hanya sebatas atasan dan bawahan saja.'' tuturnya membela diri karena tak mau di salahkan.
''Bukannya kau gak mau...tapi aku hanya belum siap saja menyandang status istri seorang Presdir.'' kata Selin.
''Terus kamu butuh waktu berapa lama untuk siap?'' tanya Ardi.
''Aku...aku....gak tau.'' lirihnya.
__ADS_1
''Siap gak siap...kamu itu harus siap...di paksa siap karena nyatanya kamu itu memang nyonya Lazuardi Cakrabuana.'' kata Ardi. ''Sampai berapa lama kamu akan menutupi kenyataan ini...'' kata Ardi yang membuat Selin sudah tak bisa berkata-kata lagi karena nyatanya semua yang di ucapkan suaminya itu benar dan itu kenyataannya.
''Mama ngerti kok...tapi kamu juga harus ngerti Ardi.'' kata mama Mega dengan lembut. ''Ardi butuh kamu tampil di depan publik di saat-saat tertentu untuk menemaninya.'' tuturnya.