Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 65


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tak ada sesuatu yang mengkhawatirkan setelah melihat dari hasil serangakaian test membuat baby Lana di perbolehkan untuk pulang setelah empat hari perawatan di rumah sakit.


Ada perasan lega di hati Selin dan Ardi setelah mengetahui tentang kondisi Lana.


Sedangkan di tempat lain ada seorang wanita yang dengan menangis meratapi nasib serta meratapi nasib.


Dirinya yang masih gadis terpaksa Haris mendekam di jeruji besi dalam jangka waktu yang lama akibat perbuatan kejinya.


Ya dia adalah Desi si baby sitter tak tau diri, hanya bisa pasrah dan menangis...menyesal pun saat ini sudah tak ada gunanya lagi karena nasi sudah menjadi bubur.


''Andai aku tak iri...andai aku tak ingin menjadi nyonya...mungkin saat ini aku tak akan meringkuk di sini.'' gumam Desi yang saat ini duduk di lantai beralaskan tikar. ''Maafkan saya nyonya...maafkan saya Nina kecil.'' lirihnya dengan terus meneteskan air mata.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Senangnya cucu oma sudah pulang lagi kerumah.'' kata mama Mega yang berada di ruang keluarga bersama anggota yang lain.


Semua anggota keluarga sengaja berkumpul untuk menyambut kepulangan princess Lazuardi Cakrabuana pulang ke rumah.


''Sudah sehat ya sayang...iya...'' kata mama Mega lagi.

__ADS_1


''Lana...Lana gak boleh sakit lagi...kakak sedih kalau adik Lana sakit.'' kata Langit yang sejak Lana pulang sama sekali tak mau jauh dari adik perempuannya itu.


''Tiga hari lagi sidang pertama akan di gelar Di.'' kata papa Awan tiba-tiba. ''Apa kalian mau menghadirinya?'' tanyanya lagi.


''Aku gak mau pa...aku gak sanggup.'' lirih Selin. ''Aku takut lepas kendali nantinya dan malah membuat ricuh di ruang sidang.'' sambungnya lagi.


''Nanti biar Ardi yang datang pa.'' kata Ardi.


''Kami juga akan datang pa.'' sahut Lula. ''Aku ingin melihat langsung bagaimana wanita itu mengahadapi sidang dan menunggu hukumannya.'' sambungnya lagi.


''Permisi tuan nyonya...'' kata seseorang yang baru datang ke ruangan tersebut.


''Maaf tuan..nyonya...saya mau pamit.'' jawab bik Yanti.


Ya orang itu adalah bik Yanti...salah satu asisten rumah tangga keluarga Cakrabuana sekaligus bibi dari Desi sang baby sitter kejam.


''Pamit? kamu mau kemana memangnya?'' cecar mama Mega yang semakin penasaran.


''Saya mau berhenti bekerja nyonya, saya mau pulang kampung.'' jawabnya.


''Kok tiba-tiba?'' tanya mama Mega lagi karena bagaiman pun bik Yanti ini sudah cukup lama bekerja di sana, tepatnya sejak Langit baru sebulan di bawa ke rumah keluarga Cakrabuana.

__ADS_1


''Saya merasa tidak pantas berada di sini nyonya.'' kata bik Yanti. ''Saya minta maaf karena saya yang mengusulkan serta membawa Desi untuk menjadi baby sitter nona kecil, sekali lagi saya minta maaf pada keluarga ini terutama pada nyonya dan tuan muda serta nona kecil, saya benar-benar tidak tau kalau kejadiannya bakal seperti ini.'' kata bik Yanti dengan berurai air mata.


''Sudah...sudah ini bukan salah bibik, lagian kita juga tidak bisa memprediksi atau menebak apa yang akan terjadi pada kita di kemudian hari...jadi lebih baik sekarang bibik masuk lagi dan lupakan niat bibik untuk berhenti bekerja.'' kata mama Mega.


''Yang di katakan mama benar bik, bibik gak salah jadi bibik gak perlu berhenti kerja.'' timpal Selin.


''Tapi nyonya...'' kata bik Yanti.


''Sudah, saya tak mau dengar apa-apa lagi...jadi sekarang bibik masuk kedalam.'' kata mama Mega yang seolah tak terbantahkan.


Mama Mega tau kalau ke empat anak bik Yanti masih membutuhkan banyak biaya untuk bersekolah sedangkan suaminya hanyalah seorang buruh tani di desa mereka tinggal, lagian selama ini kerjanya juga sangat bagus dan memuaskan.


''Kak, Lana ngantuk tuh.'' kata Larisa memberi tahu Selin karena melihat Lana beberapa kaki menguap saat mereka semua sendang berbicara dengan bik Yanti tadi.


''Iya ni Sel...matanya sudah kelihatan merah.'' kata mama Mega.


''Ya sudah kalau gitu Selin ke atas dulu ya semua...mau nidurin Lana.'' pamit Selin yang sudah membawa Lana dalam gendongannya.


''Mami...Langit ikut, Langit masih kangen sama Lana...Langit mau tidur sama Lana...mau jagain Lana.'' kata Langit.


''Baiklah, ayo jagoan mami.'' kata Selin mengulurkan sebelah tangannya untuk di gandeng Langit.

__ADS_1


__ADS_2