
❤️ Happy Reading ❤️
Dua hari Selin berada di rumah sakit dan selama dua hari itu pula Ardi tak masuk kerja untuk menemaninya.
Masalah Mona cs di ambil oleh papa Awan yang mengurusnya, karena papa Awan ingin Ardi ada di sisi menantunya saat di rumah sakit.
Satria yang merupakan kakak dari Selin pun sudah di beritahu mengenai kabar ini.
Dia beserta istri cukup bahagia mendengar Selin tengah mengandung dan juga marah lantaran sang adik yang bahkan dirinya tak pernah kasar pada Selin tapi justru Selin mendapatkan kekerasan dari pegawai adik iparnya.
''Kalau kamu sebagai suami dan kepala keluarga gak bisa menjaga Selin...kembalikan Selin pada kami, maka kamilah yang akan menjaganya.'' kata Satria pada Ardi kemarin di ruang sakit saat menjenguk Selin.
Bukan hanya Satria yang kecewa bahkan Ardi pun kecewa pada dirinya sendiri sehingga bisa kecolongan seperti ini.
Entah apa yang bisa terjadi pada Selin juga bayi mereka jika dirinya tak segera menemukan Selin kemarin.
Bahkan Ardi pun sempat merutuki dirinya sendiri karena sebelumnya sudah berpikir yang tidak-tidak tentang istrinya itu.
''Aku bisa jalan sendiri.'' kata Selin saat Ardi ingin mengendongnya.
''Gak usah banyak protes...kamu ini masih lemah.'' kata Ardi.
''Tapi aku malu.'' lirih Selin karena saat ini mereka sudah keluar dari ruangan.
''Kenapa mesti malu...toh kamu di gendong sama suami kamu sendiri.'' sahut Ardi. ''Malu itu kamu di gendong sama suami orang di depan umum.'' sambungnya lagi.
Sepertinya membantah pun tak akan menang, jadi Selin memutuskan untuk diam dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami untuk menahan rasa malunya.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Mami....'' seru Langit saat melihat Ardi yang masuk ke dalam rumah dengan menggendong Selin. ''Kok mami di gendong...mami masih sakit ya?'' tanya langit bertubi.
''Enggak kok sayang...mami sudah gak sakit lagi.'' jawab Selin. ''Turunin aku...'' kata Selin menatap wajah Ardi.
''Aku akan turunin kamu nanti di kamar.'' jawab Ardi.
''Tapi aku masih ingin di sini sama mereka.'' sahut Selin karena pasalnya keluarga Ardi sedang berkumpul saat ini begitu mendengar bahwa Selin sudah di perbolehkan untuk pulang walupun dengan catatan gak boleh terlalu lelah dan malah di minat bedrest untuk beberapa hari kedepan.
''Kamu gak ingat apa kata dokter?'' tanya Ardi yang membuat Selin langsung menundukkan wajahnya.
__ADS_1
''Sudahlah kak gak apa-apa di sini sebentar...lagian juga cuma duduk aja kok.'' sahut Lula.
''Gak...dia harus istrirahat.'' sahut Ardi yang langsung berjalan menuju di mana lift berada untuk membawa mereka naik ke lantai atas.
''Langit ikut...'' seru Langit dan ikut melangkah menyusul kedua orangtuanya.
''Ck, kak Ardi posesif banget.'' cibir Lula.
''Namanya juga dia baru mengalami ini La...jadi wajar aja.'' sahut mama Mega. ''Apalagi kemaren pakek ada acara kekerasan yang di lakukan mantan karyawan Ardi pada Selin.'' imbuhnya.
''Tapi ma yang ada kak Selin itu bisa jadi stres dan tertekan.'' kata Larisa.
''Ya habis mau bagaimana lagi.'' kata mama Mega. ''Nanti mama coba bicara sama kakak kamu.'' sambungnya.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Mami...mau Langit pijitin?'' tawar bocah kecil itu.
''Gak usah sayang, terimakasih anak ganteng mami.'' jawab Selin yang susah berbaring di tempat tidur dengan Langit di sampingnya.
''Langit...ada yang pengen papi omongin sama Langit.'' kata Ardi yang baru keluar dari ruang ganti untuk menganti pakainnya menjadi kaos polos warna navi dengan celana pendek selutut.
''Langit seneng gak kalau punya adik?'' tanya Ardi.
''He'em.'' sahut Langit.
''Di dalam sini...'' kata Ardi dengan tangan yang memegang perut rata Selin. ''Di perut mami sekarang ada adiknya Langit....Langit akan segera punya adik bayi...'' tutur Ardi.
''Beneran Langit akan punya adik?'' tanya dan di jawab anggukan kepala oleh Ardi. ''Ye...ye...ye...ye...Langit akan punya adik...kayak teman-teman Langit.'' seru bocah itu dengan girang sambil melompat-lompat di ranjang orangtuanya.
''Langit stop.'' kata Ardi. ''Lain kali gak boleh begitu ya boy, kalau Langit jatuh gimana? kalau jatuh kena perut mami gimana? nanti mamak dan adiknya Langit kesakitan loh...'' kata Ardi.
''Iya pap...maaf.'' ucap Langit.
''Gak perlu minta maaf sayang.'' kata Selin.
''Tapi mami sama papi tetap sayangkan sama Langit?'' tanya bocah itu.
''Kok Langit tanya seperti itu sayang?'' tanya Selin dengan tangan yang membelai pipi Langit.
__ADS_1
''Langit pernah nonton di televisi...kalau punya mami baru terus maminya itu punya anak, mami sama papinya sudah gak sayang lagi sama anaknya yang dulu.'' jawab Langit.
''Televisi...'' gumam Ardi. ''Langit nonton televisi di mana?'' tanyanya.
''Di bawah...pas oma nonton.'' jawab Langit.
''Ya ampun mama.'' geram Ardi.
''Langit sini...dengerin mami.'' kata Selin sambil memegang kedua bahu Langit agar anak itu menghadap ke arahnya. ''Walaupun mami hamil dan akan punya anak...mami sama papi tetap sayang sama Langit...karena Langit adalah anak mami sama papi, Langit akan jadi kakak untuk adik-adik Langit nantinya.'' kata Selin lagi. ''Jadi jangan sedih dan berpikir yang macam-macam ya sayangnya mami.'' sambung Selin. ''Sini peluk mami sayang...'' pinta Selin sambil merentangkan kedua tangannya agar Langit masuk ke sana.
''Langit juga sayang mami...papi juga adik bayi.'' kata Langit.
''Sekarang sebagai seorang kakak...Langit harus bantu papi untuk jagain mami dan juga adik bayi yang masih ada perut mami.'' kata Ardi. ''Bagaimana...apa kakak Langit bersedia?'' tanyanya.
''Siap...bersedia bos.'' sahut Langit yang membuat Selin dan Ardi tersenyum.
''Dapat kata-kata dari mana itu?'' tanya Selin.
''Dari om Boby.'' jawab Langit.
Rupanya selama ini Langit sering memperhatikan interaksi antara papinya dengan sang asisten.
''Sekarang ayo kita keluar...agar mami bisa beristirahat.'' ajak Ardi pada sang putra.
''Istirahat terus...bosen rebahan mulu.'' kata Selin dengan wajah yang sudah di tekuk.
''Terserah sih...kalau gak mau nurut juga gampang, tinggal aku masukin aja kamu kembali ke rumah sakit.'' sahut Ardi dengan santai.
''Iya...iya aku istirahat.'' sahut Selin. ''Gitu aja pakek ngancem segala.'' imbuhnya.
''Good...menurut itu lebih baik.'' kata Ardi. ''Come on boy...kita keluar sekarang.'' ajak Ardi lagi pada sang putra.
''Langit keluar dulu mami...mami istirahat ya...'' kata Langit.
''Iya sayang.'' sahut Selin.
Yang dulunya menolak karena di suruh istrirahat terus, tapi ternyata dalam sekejap sudah memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.
Mungkin karena efek kehamilannya sehingga Selin sangat mudah sekali untuk tertidur.
__ADS_1