Istri Kembaranku

Istri Kembaranku
Sahabat Lama


__ADS_3

Nuna masih mondar mandir di depan UGD.


Entah mengapa belum ada satupun tenaga medis yang memberinya kabar apapun tentang ayahnya


"Na, duduklah. Ayahmu akan baik baik saja" Bu Rita mencoba menenangkan putrinya.


Sebenarnya ini bukan kali pertama Pak Hari pingsan dan harus dilarikan ke UGD.


Asma pak Hari memang sering kambuh belakangan ini.


Biasanya setelah dibawa ke UGD dan mendapat perawatan, Pak Hari akan kembali segar bugar seperti sedia kala.


Bu Rita sudah terbiasa dengan hal ini, tapi tidak dengan Nuna. Ia masih saja khawatir setiap ayahnya itu harus di rawat di RS.


Seorang dokter keluar dari ruang UGD, berbicara sebentar pada Nuna dan Bu Rita.


"Pak Hari baik baik saja bu, kami akan segera memindahkannya ke ruang perawatan" jawab dokter itu singkat.


Nuna membuang nafas lega.


"Na, pergilah membeli minuman, ibu akan disini sembari menunggu kamar ayahmu siap" perintah bu Rita.


Nuna hanya mengangguk dan segera pergi dari ruang tunggu itu.


Bu Rita masih duduk termenung di ruang tunggu tersebut. Suasana rumah sakit tidak terlalu ramai.


Sesekali bu Rita mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang tunggu. Hanya ada beberapa orang yang duduk menunggu sanak keluarga yang sedang dirawat.


Tiba tiba ada seseorang yang menepuk punggung bu Rita


"Rita" kata wanita paruh baya itu. Sontak Bu Rita langsung menoleh dan mengenali wanita tersebut

__ADS_1


"Salma" kata bu Rita girang.


Kedua wanita paruh baya itupun langsung berpelukan. Melepaskan segala kerinduan karena sudah bertahun tahun tak berjumpa.


"Kamu tinggal di kota ini sekarang?" Tanya bu Salma tak percaya


"Ia, aku dan keluargaku baru beberapa bulan pindah kesini." Jelas bu Rita


"Oh ya, ngomong ngomong siapa yang sakit?" Tanya bu Salma sedikit khawatir


"Suamiku, asmanya kambuh. Tapi sekarang udah membaik kok" jawab bu Rita menenangkan sahabat lamanya itu.


"Syukurlah kalo begitu" kata bu Salma lega


"Kau sendiri? Apa ada keluargamu yang sedang sakit?" Gantian bu Rita yang khawatir


"Tidak, aku hanya menemui dokter sekedar berkonsultasi sedikit" jawab bu Salma sambil tersenyum.


Bu Rita hanya mengangguk angguk tanda mengerti


"Eh Nuna, kenalin ini Bu Salma sahabat lama ibu" bu Rita merangkul Nuna dan memperkenalkannya pada Bu Salma.


"Saya, Nuna bu" ucap Nuna lembut sambil mencium punggung tangan bu Salma.


"Gak nyangka ya, putrimu udah sebesar ini Rit, cantik lagi" puji bu Salma.


Nuna hanya diam menunduk sambil tersipu malu.


Seorang perawat datang dan memberitahu bu Rita kalo kamar untuk suaminya sudah siap.


Bu Rita hanya mengangguk.

__ADS_1


"Ya sudah Rit, aku duluan ya. Ini nomer telponku, kita buat janji ketemuan kapan kapan oke" bu Salma menyodorkan sebuah kartu nama pada bu Rita.


"Oke Ma, atur saja" jawab bu Rita singkat. Keduanya pun cipika cipiki sebelum berpisah. Nuna hanya mengendikkan bahu.


"Ayo Na, ayahmu mau dipindah ke ruang perawatan" bu Rita menggandeng tangan Nuna dan mengajaknya masuk ke ruang UGD.


Nuna menurut saja dan berjalan mengekori ibunya.


Pak Hari sudah beristirahat di ruang perawatan.


Nuna dan ibunya ngobrol di sofa kecil di dalam ruang perawatan itu.


"Jadi, bu Salma tadi siapa bu?" Tanya Nuna masih penasaran


"Temen ibu waktu sekolah dulu. Tapi setelah menikah dia ikut suaminya ke luar negeri jadi kami hilang kontak" bu Rita memberi jeda dan meneguk minuman di hadapannya sebelum melanjutkan ceritanya


"Tapi beberapa tahu lalu ibu dengar dia sudah kembali kesini dan ibu mendapat kabar kalo suaminya meninggal. Ibu gak bisa datang waktu itu karena ayahmu juga lagi sakit. Dan setelah itu kami gak pernah saling menghubungi lagi."cerita bu Rita panjang lebar.


Nuna hanya manggut manggut mencoba memahami.


"Eh tapi setahu ibu, bu Salma punya anak laki laki ganteng lho Na, kalo ibu jodohin sama kamu, kamu mau gak?" Bu Rita menggoda Nuna.


Nuna hanya melengos dan pura pura tak mendengarnya


"Terserah ibu lah. Nuna mau tidur" Nuna bersiap mengambil posisi ternyaman untuk merebahkan badannya.


Mereka bertiga menginap di rumah sakit malam ini.


Entah mengapa pikiran Nuna kembali mengingat Daff.


Rumah sakit selalu mengingatkan Nuna pada Daff karena di tempat inilah, Nuna pertama kali berjumpa dengan Daff.

__ADS_1


Daff yang menolongnya dan menyelamatkan hidupnya. Nuna sudah terlelap.


Bu Rita masih sibuk berbalas pesan dengan bu Salma. Terlihat bu Rita senyam senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya. Sepertinya bu Rita dan bu Salma tengah merencanakan sesuatu.


__ADS_2