Istri Kembaranku

Istri Kembaranku
Bertemu Daff


__ADS_3

Pak Hari sudah pulang ke rumah dan beraktivitas seperti biasa.


Nuna juga sudah kembali pada rutinitasnya, bekerja sebagai waitress di restoran.


Sore ini, bu Rita dan Pak Hari ngobrol santai di teras depan rumah sembari menunggu Nuna pulang kerja.


"Yah, ibu ada rencana mau menjodohkan Nuna dengan anak teman ibu" bu Rita membuka percakapan. Sementara pak Hari masih diam menyimak


"Liat yah, ganteng kan anaknya" bu Rita menyodorkan ponselnya pada pak Hari.


Pak Hari melihat foto yang ditunjukkan oleh istrinya itu.


"Kok keliatannya anak orang kaya bu, apa dia mau sama Nuna?"


"Iya bu Salma kan memang salah satu orang terkaya di kota ini yah, ibu juga belum tahu anaknya mau apa tidak. Yang penting kan di ketemuin dulu" jelas bu Rita panjang lebar


"Ibu sudah tanya Nuna?" Selidik pak Hari


"Nuna melengos terus kalo ditanyain. Katanya dia nurut aja pokoknya" karang bu Rita. Dia sebenarnya baru satu kali bertanya pada Nuna, itupun niat menggoda saja.


"Ya sudah kalo begitu ayah ikut aja. Ibu atur sudah.


Kalo Nuna mau ya ayah restui, tapi kalo Nuna menolak baiknya jangan diterusin" pesan pak Hari.


"Ya harus mau yah, dapat suami orang kaya masa ditolak" kata bu Rita berapi api


"Haduuh, jangan mata duitan lah bu. Meskipun suaminya orang kaya, kalo Nuna gak bahagia kan kasian juga" ayah masih membela Nuna.


"Iya iya yah, nanti ibu akan bicara sama Nuna" jawab bu Rita singkat.


Pak Hari hanya geleng geleng dengan tingkah istrinya itu.


Tak berapa lama, Nuna pun pulang.


"Sore ayah, sore ibu. Tumben pada ngobrol di sini? Nungguin Nuna pulang ya?" Nuna mencium punggung tangan kedua orang tuanya tersebut sambil menggoda keduanya.


"Biasanya juga kalo sore kami duduk duduk di sini Na" cibir Bu Rita


"Hihi kirain mo ngasih sambutan selamat datang ke Nuna" ujar Nuna cekikikan sambil berlalu masuk ke dalam rumah. Badannya sudah gerah. Ia ingin segera mandi dan beristirahat


"Na, mau kemana? Duduk dulu sini" panggil bu Rita. Tapi tak ada sahutan dari Nuna di dalam.

__ADS_1


"Udah bu, biarin Nuna mandi dan istirahat dulu. Kasian dia pasti capek. Yang itu bisa di omongin nanti malam" nasehat pak Hari.


"Iya yah" bu Rita akhirnya mengalah dan melanjutkan obrolan bersama suaminya sembari menikmati waktu sore yang syahdu itu.


*****


Makan malam,


Nuna sudah menyelesaikan makan malamnya. Ia mengambil sepiring potongan buah lalu beranjak menuju sofa depan tivi. Nuna ingin bersantai sejenak.


Setelah membereskan meja makan, bu Rita menyusul Nuna


"Na, hari sabtu kamu ada acara gak?" Tanya Bu Rita, yang ditanya masih fokus mengunyah buah sambil matanya melihat ke layar tivi


"Gak ada bu, tapi Nuna masuk setengah hari" jawab Nuna


"Nanti kamu temani ibu ketemu bu Salma ya" pinta sang ibu.


Nuna memasukkan potongan apel ke mulutnya sebelum menjawab


"Kenapa gak pergi sendiri aja bu? Masa Nuna harus dengerin obrolannya ibu-ibu. Nuna ini masih gadis bu" Nuna mencebik. Bu Rita menahan tawanya.


"Nanti bu Salma juga ngajak anaknya, kan kamu bisa ngobrol sama anaknya bu Salma" bujuk bu Rita.


"Nuna kok merasa ada yang gak beres" Nuna mulai curiga. Bu Rita meringis saja


"Ibumu mau menjodohkan kamu sama anaknya Bu Salma" timpal sang ayah yang baru saja ikut bergabung ke ruang keluarga.


Nuna mendengus, sedikit kesal namun bisa apa dia sekarang?


Nuna sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi membantah ayah dan ibunya.


Nuna menarik nafas panjang sebelum mulai bicara


"Baiklah Nuna akan ikut, tapi soal perjodohan itu bisakah Nuna memikirkannya dulu bu" wajah Nuna memelas.


"Ibu gak maksa Na, kamu bisa kenalan dulu, temenan dulu. Kalo cocok ya dilanjut. Kalo enggak kan kalian tetap bisa jadi teman" ujar bu Rita bijak.


Sang ayah ikut manggut manggut seperti setuju dengan kata kata istrinya kali ini. Nuna hanya bisa pasrah kali ini.


*****

__ADS_1


Sesuai rencana, hari ini dua wanita paruh baya itu akan bertemu dan memperkenalkan kedua anak mereka.


Bu Salma sudah datang duluan.


Tak berselang lama, bu Rita dan Nuna juga sudah datang ke restorant itu.


Setelah saling sapa dan menanyakan kabar, mereka pun mengobrol hal hal ringan dan mengingat lagi kenangan kenangan saat mereka masih muda dulu.


Nuna hanya diam menyimak sambil mengaduk aduk minumannya. Hatinya sedikit jengkel.


'Anaknya bu Salma tidak datang sepertinya' batin Nuna kesal.


Kini dirinya hanya akan menjadi obat nyamuk disini.


Dua ibu ibu di depannya mengobrol sudah seperti lupa daratan saja. Gak ada jeda dari tadi.


"Maaf ya Na, Daffi agak terlambat sepertinya. Tapi dia pasti datang kok," bu Salma seperti bisa membaca kejengkelan di hati Nuna.


Jadilah ia memberikan alasan.


Nuna hanya mengangguk sambil memaksa tersenyum


"Gak apa bu" jawab Nuna.


"Bu, Nuna mau ke toilet dulu" Nuna berkata lirih pada ibunya. Sang ibu hanya mengangguk.


Nuna pun beranjak meninggalkan kedua wanita paruh baya yang masih asyik saja bercerita.


Daffi celingukan mencari dimana meja maminya. Hari ini maminya tiba tiba menyuruhnya datang ke resto ini sepulang kerja. Sebagai anak yang baik tentu saja Daffi menurut saja tanpa banyak bertanya.


Karena celingukan, Daffi tidak memperhatikan jalan yang ia lalui.


Tiba tiba...


Bugh


"Auw" Nuna meringis menahan nyeri di sikunya saat seorang pria menabraknya hingga membuat Nuna terdorong ke belakang dan menabrak meja.


"Astaga, maafkan aku nona. Kau baik baik saja?" Hei suara itu, Nuna seperti mengenalnya,


Nuna mendongakkan kepalanya dan langsung ternganga

__ADS_1


"Daff..." ucap Nuna tak percaya


__ADS_2