Istri Kembaranku

Istri Kembaranku
Pertunangan (2)


__ADS_3

Daffi POV


Aku melihatnya.


Aku melihatnya memasuki ruangan pesta ini.


Gaun putih tulang yang membalut tubuhnya membuatnya terlihat semakin sempurna.


Aku benar benar takjub dengan penampilannya malam ini.


Dia berjalan dengan anggunnya.


Aku pun segera mempercepat langkahku, tidak sabar untuk segera menghampiri gadis itu, menggenggam erat tangannya dan akan ku kenalkan pada seluruh dunia bahwa dialah tunanganku.


Aku bahagia sekarang. Aku sungguh sungguh bahagia.


"Hai, kau cantik sekali malam ini" sebuah pujian kulontarkan pada gadisku malam ini.


Terlihat wajahnya,merona merah.


Ah Nuna, entah kenapa dia selalu tersipu setiap aku memujinya.


Ku ulurkan tanganku dan dia segera menyambutnya.


Dia memegang erat tanganku seakan tak mau melepaskannya.


Tangannya sedikit terasa dingin.


Apakah dia gugup?


"Apa kau gugup?" Tanyaku memastikan keadaanya.


Dia pun hanya mengangguk.


Ku elus lembut tangannya untuk mengurangi kegugupannya.


Ku bimbing dia perlahan menuju panggung yang telah disiapkan sedemikian apik di depan ruangan acara tersebut.


Semua mata tentu saja melihat ke arah kami.


Kamilah yang menjadi raja dan ratu malam ini.


Acara dimulai. Hanya acara bertukar cincin memang tapi disinilah aku akan memperkenalkan Nuna pada seluruh keluarga besar Mami dan Papi.


Daffi POV end


*****

__ADS_1


Daffa masih termenung di sudut lain ruang pesta itu.


Segelas minuman masih setia menemani kesendiriannya.


Daffa melihat Nuna dan Daffi yang bertukar cincin di atas panggung acara.


Sesaat ia membuang muka dan enggan menyaksikan momen penting tersebut.


Hatinya sakit, hatinya pedih.


Bahkan yang sekarang lebih sakit daripada saat Jeslin meninggalkannya dan lebih memilih Daffi.


Nuna terlihat cantik malam ini. Gadis itu memang sudah cantik, tapi malam ini Nuna tampak berbeda.


Daffa ingin memeluknya lalu membawanya pergi, sebuah ide konyol mendadak terbersit di pikiran Daffa.


Tapi cepat cepat Daffa membuang jauh jauh ide itu.


Seorang Daffa tak akan menjadi pengecut seperti itu.


Lihat saja sekarang, Daffa dengan lapang dada menyaksikan gadis yang dicintainya tengah bertukar cincin dan tersenyum bahagia di atas sana bersama saudara kembarnya.


Daffa merasakan atmosfer di ruangan itu semakin memanas.


Daffa memutuskan pergi ke balkon untuk sekedar mencari angin.


Suara itu, Daffa mengenalinya


"Ya ya ya. Apa aku juga harus menyaksikan kemesraan pasangan lain disini" ucap Daffa sinis.


Sengaja ia besarkan suaranya agar pasangan itu menyadari kehadirannya.


Sang wanita buru buru melepaskan diri dari pelukan lelaki itu.


Tampak ia jadi salah tingkah saat merasa terpergok tengah berduaan di balkon yang sepi.


Sang lelaki menoleh dan seketika tersenyum mengejek saat tahu siapa yang tengah mengganggu kemesraannya sekarang.


"Hai Daff, lama tak berjumpa" Doni, yang merupakan sepupu dari Daffa langsung memeluk erat Daffa dan melakukan tos.


Sepertinya memang keduanya sudah lama tak berjumpa.


"Apa kau tak malu berduaan di tempat sepi seperti ini? Kenapa tidak langsung membawanya masuk ke kamar saja" Daffa memberi saran.


Seketika wajah Alina, tunangan Doni berubah menjadi merah. Doni hanya tertawa kecil.


"Al, kenalin ini Daffa sepupuku. Saudara kembarnya Daffi yang bertunangan malam ini" Doni memperkenalkan Daffa pada Alina.

__ADS_1


Keduanya pun berjabat tangan sambil menyebutkan namanya masing masing.


"Mana calon istrimu?" Tanya Doni.


Ada nada mengejek di dalamnya karena Doni sebenarnya tahu kalo Daffa masih jomblo.


Daffa langsung memukul kepala Doni.


Tapi meleset, Doni secepat kilat langsung menghindar.


Kini Daffa mendengus kesal.


"Hai nona Al, hati hati dengan cowok playboy ini" Daffa berbisik samar pada Alina.


Namun tentu saja Doni bisa mendengarnya. Jadilah kini Doni kesal.


Alina hanya tersenyum melihat dua saudara yang saling mengejek ini.


"Aku akan berhati hati" jawab Alina sambil terkekeh. Sepupu Doni ternyata lucu juga.


"Hai tuan jomblo, kami akan masuk ke dalam. Apa kau akan ikut atau kau hanya akan disini meratapi kesendirianmu?" Lagi lagi Doni mengejek Daffa.


Daffa mengibaskan tangannya dan mengusir pasangan muda itu


"Pergilah." Ucap Daffa singkat.


Doni tak menyahut lagi dan segera menggandeng Alina masuk ke dalam ruang pesta.


Acara tukar cincin sudah selesai ternyata. Alina dan Doni terlalu asyik menikmati suasana di balkon sampe sampe mereka melewatkan acara terpenting di pesta itu.


Lampu ruangan sedikit meredup, musik mengalun perlahan.


Acara selanjutnya adalah berdansa dengan pasangan.


Daffi membimbing Nuna untuk mulai berdansa. Nuna terlihat masih kaku karena memang ini pertama kali baginya berdansa, tapi Daffi membimbing Nuna dengan sabar.


Sesekali keduanya tertawa kecil karrna kaki yang saling menginjak.


Saat sedang fokus berdansa, Nuna tak sengaja menabrak pasangan lain di belakangnya,


"Auw" suara seseorang yang tak sengaja tertabrak oleh Nuna.


Sontak Nuna langsung menoleh dan terkejut mendapati siapa ada di belakangnya.


Orang itu pun sama sama terkejut saat mendapati wajah Nuna.


"Nuna Priscilia?"

__ADS_1


__ADS_2