Istri Kembaranku

Istri Kembaranku
Bangunlah... Daffi


__ADS_3

Minggu ketiga Daffi dirawat di rumah sakit.


Belum ada tanda tanda Daffi akan bangun dari tidur panjangnya.


Nuna sekali lagi menarik nafas panjang.


Perlahan, Nuna sudah terbiasa dengan semua ini. Sesekali Nuna akan mengajak Daffi bicara meskipun Nuna tahu Daffi tak akan menjawabnya.


Gerimis turun perlahan membasahi bumi. Nuna menatap kosong keluar jendela. Hatinya sesak.


Mengapa Daffi tak kunjung bangun?


"Aku kesepian Daff, aku rindu suaramu dan gelak tawamu"


Nuna memegang tangan Daffi lembut.


"Aku mohon bangunlah Daff, kau mau tidur sampai kapan?" Sekarang Nuna mulai menangis.


"Bangunlah Daff, aku membutuhkanmu. Aku mencintaimu Daff" Nuna membenamkan wajahnya di pinggir ranjang perawatan Daffi.


Nuna menangis tersedu sedu.


Hanya ada dirinya dan Daffi di ruangan itu.


Daffi perlahan membuka matanya. Samar samar Daffi mendengar isak tangis Nuna.


Daffi mencoba mencari sumber suara tersebut,


Ah, ternyata Nuna tengah menangis disampingnya sambil menyembunyikan wajahnya.


Daffi mengangkat tangannya perlahan. Tubuhnya terasa kaku. Entah sudah berapa lama dirinya tertidur.


Daffi mengusap kepala Nuna dengan lembut.


Gadis itu masih diam dan mengabaikannya.


Tapi Daffi tak menyerah, sekali lagi Daffi mengusap lembut rambut Nuna.


Kali ini Nuna meresponnya, ada sedikit pergerakan.


Tangan Nuna meraba raba kepalanya sendiri.


Memastikan siapa yang tengah mengelus elus kepalanya sekarang.


Tangan Nuna menabrak tangan Daffi.


Seketika Nuna langsung mengangkat kepalanya dan melihat Daffi yang sudah bangun dan kini sedang tersenyum pada Nuna.


"Hai sayang, apa aku tidur terlalu lama?" Tanya Daffi masih menampakkan senyuman di wajahnya.


Nuna terdiam tak percaya.


Beberapa hari terakhir Nuna selalu berharap Daffi akan segera bangun, tapi kini saat Daffi sudah benar benar bangun, Nuna malah diam mematung.


"Na, kamu baik baik saja?" Daffi bertanya sekali lagi.


Kalo ini refleks Nuna langsung memeluk suaminya tersebut. Nuna menangis tersedu sedu di pelukan Daffi.

__ADS_1


Nuna sungguh merindukan hari ini.


"Daff, kamu beneran udah bangun kan? Aku gak mimpi kan?" Nuna meraba raba wajah Daffi memastikan kalo ini bukan mimpi.


"Apa aku tidur terlalu lama hingga kamu sekhawatir ini?" Daffi malah menggoda Nuna sekarang


"Kau membuatku menangis setiap malam. Aku membencimu" Nuna mencebik. Daffi malah tertawa sekarang.


Daffi segera menarik Nuna kembali ke pelukannya lagi.


"Aku minta maaf ya karena udah bikin kamu khawatir" ucap Daffi lembut sambil mengelus rambut istrinya tersebut.


Nuna tak menjawab tapi ia semakin mengeratkan pelukannya pada Daffi.


Nuna ingin menikmati momen indah ini. Hatinya lega sekarang karena Daffi sudah bangun.


*****


Semua keluarga Daffi sudah ada di ruangan itu sekarang.


Dokter mengatakan kalo kondisi Daffi sudah benar benar baik dan pulih sekarang.


Semuanya bernafas lega.


Bergantian mereka memeluk Daffi untuk melepaskan kerinduan setelah selama beberapa pekan ini mereka hanya bisa melihat Daffi yang terbaring lemah.


Saat itulah Daffi menyadari ada seseorang yang tidak datang ke ruangan ini


"Daffa mana mi?"


Pertanyaan singkat dari Daffi membuat semua orang yang ada diruangan itu membisu.


Namun sebelum mami Salma angkat bicara, Diandra terlebih dulu menjawab pertanyaan Daffi


"Daffa sedang ada urusan di luar kota Daff," ucap Diandra berbohong. Mami Salma dan yang lainnya sedikit merasa lega.


Sungguh mereka semua tak ingin Daffi drop lagi karena mendengar berita kematian Daffa.


Mereka berencana akan memberitahu Daffi perlahan lahan.


"Bagaimana dengan keluarga dari orang yang mendonorkan jantungnya untuk Daffi" pertanyaan lagi dari Daffi yang membuat semua orang kembali membisu


"Kami sudah mengurus nya " jawab mami Salma cepat. Suaranya sedikit bergetar menahan sesak di dadanya.


Daffi hanya mengangguk merasa sudah puas dengan jawaban dari mami Salma.


*****


Setelah observasi dan melakukan serangkaian tes, dokter sudah memastikan kondisi Daffi benar benar stabil.


Dan hari ini Dokter mengijinkan Daffi untuk pulang kerumah.


Sungguh bahagia dan lega rasanya.


Daffi, mami Salma, dan Nuna sudah tiba di rumah.


Diandra memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya sendiri karena sedari pagi belum bertemu dengan bayinya.

__ADS_1


Diandra berjanji akan secepatnya datang ke rumah mami untuk menengok Daffi kembali.


Saat baru akan menaiki tangga, Daffi kembali bertanya pada maminya


"Mi, apa Daffa masih belum kembali?" Tanya Daffi heran.


"Belum nak" jawab Mami lirih.


"Daffi mau menelponnya.


Na dimana ponselku?" Daffi bertanya pada Nuna.


Sontak Nuna langsung gelagapan tak tahu harus menjawab apa.


Nuna melihat ke arah mami Salma seakan bertanya


'Aku harus bagaimana mi?'


Mami Salma hanya menggeleng ragu. Ia pun kini bingung harus bagaimana dan mulai darimana jika ingin bercerita pada Daffi.


"Na, kenapa diam? Mana ponselku?" Tanya Daffi tak sabaran.


Nuna menarik nafas panjang. Ia harus segera memberitahu Daffi semuanya. Ia dan mami Salma tak bisa terus terusan menyembunyikan ini semua dari Daffi.


"Daff, bisa kita bicara?" Nuna meraih tangan Daffi dan mengajaknya duduk di sofa ruang keluarga.


Mami Salma mengikuti keduanya.


"Ada apa sebenarnya?" Daffi semakin tak mengerti. Ia merasa sikap keluarganya mendadak menjadi aneh setiap dia bertanya tentang Daffa.


Nuna berpandangan sejenak dengan mami Salma sebelum mulai berbicara.


Seolah minta persetujuan, mami Salma hanya mengangguk samar.


Nuna menarik nafas panjang sekali lagi


"Daff, Daffa sudah pergi" ucap Nuna lirih.


Rasa sesak kembali menyeruak di dalam dadanya.


Wajah pucat Daffa kembali terbayang dalam pikirannya.


"Pergi kemana?" Daffi masih tak mengerti.


Mami Salma berdiri dari duduknya dan berpindah ikut duduk di sebelah Daffi sekarang.


"Daff, saudara mu sudah meninggal. Mami harap kamu bisa kuat menerima semua ini" ucap mami Salma lirih nyaris tak terdengar.


Mami Salma langsung memeluk Daffi.


Daffi ternganga tak percaya


"Mami jangan bercanda. Bagaimana bisa?" Daffi menggeleng tak percaya.


Mami Salma dan Nuna terus berusaha menenangkan Daffi.


"Mami gak bercanda Daff,

__ADS_1


Daffa sudah meninggal dua minggu yang lalu saat kamu terbaring di rumah sakit" kali ini mami Salma tak dapat lagi menahan tangisnya.


Tersedu sedu mami Salma menceritakan semuanya.


__ADS_2