Istri Kembaranku

Istri Kembaranku
Kakak Diandra


__ADS_3

Aku seorang kakak dari dua pria tampan itu, Daffa dan Daffi.


Wajah mereka mungkin sama, tapi kepribadian mereka berbeda jauh.


Aku sama sama menyayangi keduanya. Tak pernah sekalipun aku membedakannya.


Tapi tidak dengan mami, hanya karena Daffa yang sering semaunya sendiri, mami seperti menganggap Daffa adalah anak tirinya.


Kadang aku merasa iba pada Daffa.


Sepanjang hidupnya dia terus terusan mengalah dari Daffi.


Masih jelas terngiang di pikiranku saat dua pria itu mencintai gadis yang sama, Jeslin.


Daffa tak pernah mau jujur mengenai isi hatinya, tapi aku adalah kakaknya, aku bisa melihat semua dari matanya, dari caranya memandang Jeslin.


Daffi yang berhasil memenangkan cinta Jeslin karena ternyata Jeslin juga jatuh cinta pada Daffi.


Daffa yang malang.


Aku tak pernah lagi melihat Daffa dekat dengan gadis lain setelah cintanya pada Jeslin tak bersambut.


Daffa seakan menutup diri dari para gadis.


Daffa selalu asyik dengan dunianya sendiri.


Daffa memang bukan tipe pria kantoran yang berjas dan berdasi rapi, meeting sana sini.


Daffa seorang arsitek. Dia bekerja semaunya saja karena memiliki kantornya sendiri.


Hal ini juga lah yang dulu sempat membuat mami murka. Mami ingin kedua anak lelakinya menjadi CEO di perusahaan keluarga kami.


Namun, bukan Daffa namanya kalo gampang dikendalikan oleh mami.


Berbeda dari Daffa, adikku Daffi lebih penurut.

__ADS_1


Baginya perintah mami adalah sebuah titah yang harus dia kerjakan dan tidak bisa di bantah.


Daffi terbiasa di setir oleh mami sejak dia kecil.


Daffi seorang CEO yang hebat.


Dia selalu bekerja keras untuk mengembangkan perusahaan keluarga.


Meski sekilas terlihat lembek, Daffi adalah sosok yang penuh kasih sayang.


Dia selalu tulus menyayangi orang orang di sekitarnya.


Tak terkecuali Daffa


Setiap kali mami murka, Daffi yang selalu maju paling depan membela saudara kembarnya itu.


Daffi juga selalu mendukung Daffa dalam segala hal.


Daffa dan Daffi adalah saudara yang saling melengkapi.


Diandra masih bertanya tanya dengan sikap Daffa belakangan ini.


Beberapa hal yang membuat Diandra bertanya tanya adalah Daffa yang selalu bersembunyi seakan menghindari bertemu dengan Nuna


Setelah kejadian Daffa kabur saat makan malam itu, Diandra pernah tak sengaja memergoki Daffa yang mengintip dari lantai dua saat Nuna dan Daffi sedang bercengkerama di ruang keluarga.


Bahkan saat itu Daffa langsung pergi diam diam dan lagi lagi dia tak mau berkenalan dengan Nuna.


"Ini sungguh aneh" gumam Diandra.


Daffa memang sibuk melakukan perjalanan bisnis belakangan ini.


Diandra agak kesulitan menghubungi Daffa, padahal sejujurnya Diandra ingin bertanya banyak hal pada Daffa.


Belum lagi mami yang meminta Diandra untuk turun langsung mengatur pesta pertunangan Daffi.

__ADS_1


Makin banyak saja waktunya yang tersita. Untunglah suaminya mengerti.


Diandra dan Aldo memang berencana pindah kembali ke negara ini.


"Di, nanti jangan lupa kamu antar Nuna fitting gaun pertunangannya, Daffi harus kontrol ke dokter hari ini. Mami akan nemenin Daffi" pesan sang mami.


Diandra hanya mengangguk. Dia sebenarnya juga berencana mengajak Nuna bicara empat mata.


'Baguslah ada kesempatan ini' gumam Diandra senang.


"Hai kak," Daffi baru saja turun dari kamarnya. Terlihat ia sudah rapi dan siap pergi ke dokter hari ini.


"Hai Daff, gimana? Masih suka lemes?" Tanya Diandra khawatir.


"Enggak kak. Cuma masih suka berdebar debar saja jantung ini. Terutama kalo lagi dekat sama Nuna" jawab Daffi cengengesan. Sontak


Diandra langsung menjitak kepala Daffi.


"Yang itu kakak gak tanya." Cibir Diandra.


Daffi hanya terkikik.


"Kakak gak balik lagi ke Singapura?" Tanya Daffi.


Diandra hanya menggeleng.


"Aldo akan pindah tugas kembali kesini bulan depan. Jadi mending aku disini aja" jawab Diandra santai.


"Ayo Daff, kita berangkat sekarang" mami yang baru muncul dari kamarnya segera menyuruh Daffi bergegas.


"Siap mi, bye kakakku yang gendut" Daffi mengacak acak rambut kakaknya. Sontak Diandra langsung mencebik dan hendak memukul Daffi.


Tapi terlambat, Daffi sudah kabur dan masuk mobil.


Diandra hanya mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2