Istri Kembaranku

Istri Kembaranku
Rumah Sakit


__ADS_3

Sudah enam bulan sejak pernikahan Daffi dan Nuna. Keduanya kini tinggal di rumah besar mami Salma.


Diandra dan Aldo baru beberapa minggu yang lalu memutuskan untuk pindah ke rumah baru mereka.


Tepatnya setelah kak Diandra melahirkan seorang putri cantik.


Kini hanya tinggal Nuna, Daffi, dan Mami Salma yang ada di rumah itu.


Daffa sudah pindah lagi ke apartemen sehari setelah pernikahan Daffi dan Nuna.


Hanya sesekali ia berkunjung ke rumah ini sekedar menjenguk mami Salma.


Hubungan keduanya memang sudah membaik sekarang. Tak ada lagi konflik atau tuduhan tuduhan tak jelas yang mami layangkan pada Daffa.


Tapi sejak kak Diandra pindah, Daffa semakin jarang datang.


Nuna sering merasa kesepian di rumah besar ini.


Apalagi sekarang Daffi sering sekali lembur.


Sejujurnya Nuna mengkhawatirkan kondisi fisik Daffi.


Ia takut Daffi kelelahan dan akan jatuh sakit.


Sejak ingatannya kembali, Nuna merasa Daffi lebih gila kerja sekarang.


Tapi kata mami Salma, Daffi dari dulu memang seperti itu.


"Huh" Nuna menghela nafas jengah. Kadang saat sendirian seperti ini, Nuna kembali ingat pada Daffa. Meskipun ia tahu ini salah. Tapi Nuna seperti tak pernah bisa menghapus Daffa dari dalam hatinya.a


"Daffa tidak pernah mencintaiku, kenapa aku masih saja memikirkannya" Nuna merasa bodoh sekarang.


Nuna melanjutkan mengemasi pakaian Daffi dan memasukkannya ke dalam koper kecil.


Daffi akan keluar kota selama 2 hari. Biasanya Nuna akan ikut.


Tapi kali ini Nuna memutuskan untuk menemani mami saja di rumah. Lagipula sama saja dia ikut atau tidak Daffi tetap saja hanya fokus pada pekerjaannya dan Nuna hanya akan menghabiskan waktu seharian di dalam hotel.


Meskipun Daffi selalu menyuruh Nuna untuk shopping atau jalan jalan tapi tetap saja Nuna merasa enggan. Nuna bukanlah tipe wanita yang doyan shopping.


Ketimbang berfoya foya dan menghamburkan uang suaminya, Nuna lebih suka duduk diam dirumah membaca novel favoritnya.


Daffi baru selesai mandi dan kini mulai berpakaian. Nuna sudah hafal dan sudah menyiapkan semuanya.


"Kau yakin akan pergi? Aku sedikit khawatir dengan kondisimu" lagi lagi Nuna bertanya tentang kondisi Daffi.

__ADS_1


Tadi malam suaminya itu mengeluh sesak nafas. Tapi sekarang sepertinya Daffi sudah membaik. Tapi tetap saja Nuna merasa khawatir.


"Aku baik baik saja Na" jawab Daffi sambil mengecup kening Nuna.


Nuna tak ingin mencegah lagi, begitulah Daffi jika menyangkut pekerjaan dia tak akan menundanya.


Nuna membantu Daffi memasang dasi.


Sesaat ia melihat wajah Daffi yang berubah menjadi pucat. Daffi seperti menahan sakit di dadanya.


"Daff, kamu baik baik saja?" Tanya Nuna mulai panik.


Kini Daffi memegang dadanya yang sakit dan mulai ambruk.


"Daff, Daff kamu kenapa? Mami!!"


Nuna berteriak panik karena Daffi yang sudah ambruk dan tak sadarkan diri.


Mami dan beberapa pelayan segera menghambur masuk ke kamar karena mendengar teriakan histeris dari Nuna.


Bergegas mereka membawa Daffi ke rumah sakit.


*****


Daffi masih tak sadarkan diri. Beberapa alat medis terpasang pada tubuhnya.


"Jantung Daffi mengalami kerusakan" kata dokter itu singkat. Mami Salma dan Diandra langsung terkejut yak percaya.


"Bagaimana bisa?" Tanya Mami Salma bingung


"Seperti yang kita ketahui saat kecelakaan setahun yang lalu, jantung Daffi mengalami benturan hebat, sudah di operasi memang tapi saya rasa belakangan ini Daffi sering melakukan aktivitas berat dan kelelahan. Dan itu semua sangat mempengaruhi jantungnya" jelas dokter itu panjang lebar.


Mami Salma masih tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter.


Daffi memang selalu bekerja berat belakangan ini, meskipun Nuna maupun mami Salma sudah melarangnya. Tapi mami Salma tak menyangka kalo akan jadi seperti ini.


"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Daffi dok" Diandra memohon


"Kita harus mencari donor jantung untuk Daffi atau kemungkinan Daffi selamat sangatlah kecil" ucap sang dokter lirih.


Tangis mami Salma seketika pecah. Diandra berusaha menenangkan maminya.


"Saya permisi dulu" pamit sang dokter setelah merasa cukup memberi penjelasan.


Diandra hanya mengangguk dan dokter itu pun meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Mi, kita akan menemukan pendonor buat Daffi. Mami tenang ya" Diandra berusaha berpikir positif.


Meskipun ia sendiri bingung harus mencari kemana.


Daffa yang baru tiba di rumah sakit tergopoh gopoh menghampiri mami dan kakaknya yang tengah berurai air mata.


"Mi, apa yang terjadi?" Tanya Daffa khawatir.


"Daffi kritis" ujar Diandra pelan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Daffa masih tak puas dengan jawaban sang kakak.


Diandra pun menceritakan dengan detail apa apa saja yang tadi disampaikan oleh dokter.


"Daff, kamu bisa mencarikan pendonor untuk Daffi kan. Kamu harus menemukannya Daff. Mami gak mau kehilangan Daffi" mami Salma mulai histeris. Daffa menarik nafas dalam dalam menahan sesak di dadanya.


"Daffa usahain mi, mami tenang dulu" Daffa memeluk maminya berusaha menenangkan sang mami yang histeris.


*****


Daffa masuk ke dalam ruang perawatan.


Terlihat Daffi yang terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.


Tubuhnya terhubung dengan beberapa kabel alat medis. Nuna duduk diam di samping Daffi dan terus memandang lekat wajah suaminya itu.


"Istirahatlah" Daffa menepuk lembut bahu Nuna, membuat wanita itu menoleh ke arah Daffa.


Terlihat muka sembab Nuna, sepertinya dia terus menangis hingga wajahnya sembab seperti itu.


Nuna menggeleng pelan.


"Kau harus jaga kesehatan. Daffi membutuhkanmu" lanjut Daffa lagi. Kali ini Nuna menurut. Ia beranjak dari kursi dan segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang sembab.


Daffa menarik nafas panjang lalu duduk di kursi di samping ranjang Daffi menggantikan posisi Nuna barusan.


"Hai Daff, kenapa kau selalu bekerja keras dan mengabaikan kesehatanmu" Daffa mulai berbicara pada Daffi yang masih tak sadarkan diri.


Rasa sesak memenuhi dada Daffa.


Mami dan Diandra ikut masuk ke dalam.


Duduk di sofa di salah satu sudut ruangan tersebut. Suasana hening.


Hanya terdengar suara alat alat medis yang menopang kehidupan Daffi.

__ADS_1


Nuna sudah keluar dari kamar mandi. Ia pun bergabung dengan mami Salma dan Diandra di sofa.


Namun ketiganya saling diam dan hanya sibuk dengan pikiran masing masing.


__ADS_2