Istri Pilihan Agam

Istri Pilihan Agam
I P A - End


__ADS_3

"Anda ... Anda adalah Tuan Muda Lagathias. Maafkan saya karena tidak tahu. Ajudan anda ini telah menceritakan semuanya. Rasanya saya sangat malu karena pernah berpikir jelek tentang anda. Tolong, maafkan saya," lirih Elajar. Ia menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.


Agam tersenyum. Ia menggenggam tangan Elajar dan berkata," Jangan bersikap seperti ini pada menantumu, ayah. Seharusnya, akulah yang harus bersikap hormat padamu. Yang lalu, biarlah menjadi kenangan. Sekarang lebih baik ayah fokus pada diri ayah dan warung masakan padang yang ayah kelola."


"Alhamdulillah... kebaikan apa yang sudah saya lakukan karena memiliki menantu konglomerat seperti kamu?"


Anyelir menatap Agam seraya melempar senyum. Begitu pula dengannya yang merasakan seperti apa yang dirasakan oleh ayahnya.


Dewi dan Ulayya pun hanya bisa tertunduk. Mereka benar-benar sedang berada di situasi yang berbahaya. Kehidupan yang akan mereka jalani nantinya tak akan pernah mulus seperti sebelumnya. Apalagi ketika sirine polisi sudah terdengar di pelataran rumah.


Empat orang polisi masuk dan segera menangkap ibu dan anak itu. Saat akan dibawa, Elajar menghentikan langkah kaki mereka.


"Pak, tunggu dulu. Ada yang ingin saya katakan pada istri saya," kata Elajar pada polisi yang memborgol Dewi.


"Dewi ...." Dewi yang dipanggil hanya diam meski kedua matanya menatap Elajar.


"Maafkan aku. Bagaimanapun kamu sudah lama menemaniku sebagai istri. Tapi, sekarang semua telah usai." Elajar menarik napas panjang lalu menghembuskan. "Dewi Agustina, detik ini juga aku talak kamu dan kamu sudah bukan istriku lagi," ucapnya tegas.


Dewi tersenyum tipis. "Terima kasih Mas. Sekarang aku pamit. Semoga kamu dan putrimu bahagia," lirihnya. Ia lantas berjalan keluar dengan beberapa polisi. Tugasnya sudah selesai di rumah itu. Kini, ia harus hidup di dalam bui untuk waktu yang lama.


"Ayah...." Anyelir memeluk Elajar. "Akhirnya ayah kembali," ucapnya.


Agam dan Bryan tersenyum. Ketika Agam menatap pria yang telah lama mengabdi padanya, entah mengapa ada hal yang mengganjal di sana.


Tamat, eh belum ...


***


Arsenio dan Jasmine yang sedang menikmati secangkir teh di sore ini terkejut saat tiba-tiba Bella datang dan berlutut di depan Jasmine.


"Bella? Apa yang kamu lakukan?!" pekik Jasmine yang terkejut. Sontak saja ia berdiri dan membantu adik madunya untuk berdiri juga.


"Mbak Jasmine...." Bella menatap Jasmine dengan mata berair. "Maafkan aku karena aku telah salah padamu, Mbak."


Jasmine menghela napas. "Aku sudah lama memaafkan mu, Bella."


Bella menggeleng. "Aku sudah menjadi pelakor dalam kehidupan rumah tanggamu dengan Mas Nio. Sekuat apa pun aku mencoba menghilangkan kamu dari pikirannya, tetap saja kamu yang selalu ada di hati Mas Nio."


Kedua mata Jasmine sedikit melebar. Ia pun hanya mendengar tanpa berusaha menyela.


"Aku dulu menggoda suamimu dengan menyampurkan minumannya dengan obat perangsang sehingga akhirnya kami melakukan hubungan terlarang," ungkap Bella.


"Suamimu itu mau bertanggung jawab meski tahu ia akan dibenci olehmu dan juga Agam. Semua dilakukannya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Aurel," jelasnya.


"Selama itu, aku pun tak pernah meminta maaf padamu, Mbak. Aku selalu merasa kalah saing darimu. Tapi, sekarang aku sadar kalau aku memang jauh bila bisa menyaingimu."


Jasmine tersentuh mendengar pengakuan Bella. Sementara Aurel menangis sesenggukan di belakang sang mama.


"Aku dan Aurel sudah memutuskan untuk kembali ke rumah lama kami. Kami sadar, bahwa semua yang ada di sini adalah milikmu, Mbak. Kami hanya parasit yang tidak tahu diri. Tolong, maafkan aku," kata Bella dengan wajah bersimbah air mata.


Hiks Hiks Hiks....


Arsenio tertunduk. Kedua matanya terpejam. Ia tak menyangka bahwa hari ini akan datang juga.


"Ketulusanmu meminta maaf padaku adalah hal yang membuatku senang, Bella. Tapi sudah lama aku memaafkan mu. Kamu dan Aurel tidak perlu pergi. Tinggal saja di sini bersama kami. Bukankah kamu juga istri Mas Nio? Aurel juga adalah putriku. Bagaimana bisa dia kamu jauhkan dariku?" sahut Jasmine.


"Tapi, Mbak ... aku tidak pantas ada di sini."


"Semua orang pantas tinggal di sini! Kalian bisa tinggal di sini karena kalian bagian dari keluarga Lagathias!"


Semua orang menoleh ke sumber suara. Agam ternyata hadir dan menimpali ucapan Bella.


"Agam, maafkan aku," kata Bella.


"Seperti yang mama katakan. Saat kamu datang pada kami dengan hati yang tulus, maka aku juga akan menerimamu sebagai keluarga."


Bella terisak. "Terima kasih ... terima kasih banyak."


Aurel pun berlari dan memeluk mamanya. Ia benar-benar beruntung dikelilingi oleh orang-orang berhati mulia.


Arsenio berdeham. "Agam, jadi kamu sudah memutuskan bergabung di perusahaan?" tanyanya tanpa mengalihkan obrolan yang memporak- porandakkan hati.


"Ya. Tentu saja. Aku akan bergabung dengan perusahaan mulai sekarang. Mulai hari ini aku sudah mengundurkan diri jadi dosen," ujar Agam.


Hal yang ditunggu Arsenio akhirnya tiba. Namun, di saat bersamaan Agam menerima pesan bahwa Bryan telah pergi usai mengirim surat padanya. Orang kepercayannya itu benar-benar meninggalkannya setelah masalahnya telah selesai.


Namun, bolehkah jika ia ingin agar Bryan menjadi keluarganya? Sangat sulit mencari orang seperti Bryan. Mungkin, orang kepercayaannya itu sedang butuh ketenangan sehingga pergi tanpa bertemu dengannya.


Anyelir yang melihatnya pemandangan di depannya ikut merasa terharu. Kedua matanya berkaca-kaca. Mengapa hari ini dipenuhi dengan adegan haru, pikirnya.


Tiba-tiba saja ia terkejut karena Agam merangkul pundaknya seraya berbisik," Nanti malam kita buat anak yang banyak. Karena ayahmu dan ayahku butuh cucu."


Plak!


Anyelir hanya mendepak lengan Agam. "Masih sempet-sempetnya bilang begitu!" kesalnya.


"Kamu 'kan istriku dan aku sangat mencintaimu," kata Agam. Pelan namun mampu menghujam jantungnya.


Cinta.

__ADS_1


Cinta sang suami telah Anyelir dapatkan.


Insiden masa lalu telah terkuak pada permukaan.


Tangisan dan permohonan telah di raungkan.


Pelukan membasahi dimensi perasaan.


Lalu, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?


Rasa cinta. Mungkin akan datang di antara mereka. Namun, Anyelir tak menyangka bahwa suaminya itu telah menjatuhkan hati padanya.


"I love you Anye.."


"I love you, too.."


Keluarga Lagathias telah menemukan benang merah selama bertahun-tahun yang terjadi di dalamnya. Kisah abadi Agam dan Anyelir yang tercipta oleh waktu yang singkat. Ini cinta sejati.


...----------------...


...eonjena gateun kkume...


...naccseon eolgureul hago...


...meomchwojin sigan soge...


...neowa majuchyeossdeon na...


...Selalu di mimpi yang sama...


...Dengan wajah yang asing...


...Di waktu yang beku...


...Aku menghadapimu...


...jogeum duryeowossnabwa...


...yeongwonhi kkumilkkabwa...


...ijen nuneul tteodo neoya...


...Aku pikir aku sedikit takut...


...Bahwa ini hanya akan menjadi mimpi selamanya...


...This is love story...


...gamchul suga eopsneun...


...neoman boneun du nuneul...


...gameul suga eopsneun nan...


...Ini adalah kisah cinta...


...Aku tak dapat menyembunyikannya...


...Mataku yang hanya menatapmu...


...Aku tak bisa menutup mereka...


...This is amazing...


...sesang modeun geoseul...


...naege modu jundaedo...


...neowa bakkul su eopseo nae sarangeul...


...Ini luar biasa...


...Bahkan jika aku mendapatkan segalanya di dunia...


...Aku tak bisa menggantinya denganmu, cintaku...


...eonjenga dan hanbeonjjeum...


...naege wajul georago...


...geu saram geu sarangeul...


...nan kkok chajeul georago...


...Suatu hari, setidaknya sekali...


...Itu akan datang padaku...


...Orang itu, cinta itu...

__ADS_1


...Aku akan menemukannya...


...manhi apeugessjiman...


...dasi naege mureodo...


...jeongmal sarangijanha...


...Itu akan sangat menyakitkan...


...Tapi bahkan jika kau bertanya padaku lagi...


...Itu sungguh-sungguh cinta...


...This is love story...


...gamchul suga eopsneun...


...neoman boneun du nuneul...


...gameul suga eopsneun nan...


...Ini adalah kisah cinta...


...Aku tak dapat menyembunyikannya...


...Mataku yang hanya menatapmu...


...Aku tak bisa menutup mereka...


...This is amazing...


...sesang modeun geoseul...


...naege modu jundaedo...


...bakkul suga eopseo...


...Ini luar biasa...


...Bahkan jika aku mendapatkan segalanya di dunia...


...Aku tak bisa menggantinya denganmu...


...This is love story...


...That I can’t hide away...


...neoui gaseum sogeseo...


...gipi jamdeulgo sipeo...


...Ini adalah kisah cinta yang tak dapat kusembunyikan...


...Di hatimu...


...Aku ingin tertidur lebih nyenyak...


...igeon sarangiya...


...ige haengbogiya...


...hoksi kkum sogilkkabwa...


...nuneul tteul suga eopseo...


...Ini adalah cinta...


...Ini adalah kebahagiaan...


...Jangan-jangan ini adalah mimpi...


...Aku tak bisa membuka mataku...


...This is my love story...


...saranghae neomaneul...


...Ini adalah kisah cintaku...


...Aku mencintaimu, hanya kau​...


 


Hai Hai Hai reader's, hari ini 23 Februari adalah hari ulah tahun author yang ke-18 tahun. Semoga segala sesuatunya di berikan keberkahan dan kesuksesan dunia akhirat untuk kita semua. Ucapin dong!!!


Jangan lupa tinggalkan jejak rating!!


...T A M A T...

__ADS_1


__ADS_2