Istri Rahasia Sang Mafia

Istri Rahasia Sang Mafia
Bab 16. Berkecamuk


__ADS_3

Detik berikutnya, pria yang ada dibelakang kemudi itu akhirnya tersadar dengan ucapannya yang malah menjerumus ke arah istri rahasia bosnya tersebut, ia pun langsung terdiam sambil terus merasa was-was karena ucapannya barusan yang ia yakini bisa menjadi boomerang untuknya sendiri.


Namun berbeda dengan apa yang dipikirkan pria yang ada di depannya, Andreas malah terdiam kikuk sambil melirik ke arah sebuah bucket bunga yang kini ada ditangannya.


Kenapa aku mengambil dan membawa bucket ini pulang? Sial! Ini pasti semua gara-gara aku teringat masa lalu bod*h ku itu!


Andreas terus mengumpat dan menggerutu dalam hatinya, sumpah demi apapun ia sendiri juga tidak mengerti kenapa ia malah berubah menjadi manis seperti ini, seperti pria bucin pada umumnya yang membawakan pasangannya sebuah hadiah sebagai bukti tanda cinta dihari kasih sayang.


Padahal ia juga yakin jika dirinya sama sekali tidak menaruh perasaan apapun pada wanita yang kini menjadi istrinya itu, ia hanya sempat sedikit merasa bersalah karena telah bersikap kasar dan melebihi batas padanya.


Hingga akhirnya setelah beberapa saat, Andreas meletakan bucket itu tepat di jok kursi disampingnya, dan kemudian mengedarkan pandangannya ke luar kaca jendela mobil.


Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, yang jelas ia berusaha untuk tidak mau memperhatikan wanita itu lagi seperti tadi pagi.


*


Di belahan bumi lainnya, Zarin yang kini hanya terdiam di dalam kamarnya sedikit merasa bersalah dengan sikapnya tadi yang seperti kekanak-kanakan untuk memaksa masuk ke dalam ruang pribadi Andreas.


Apalagi Marco--adik Andreas yang juga merupakan adik iparnya juga sempat merasa tidak terima dan kesal karena dirinya yang hampir saja dengan lancang masuk ke dalam sana, meskipun sebenarnya sampai saat ini ia masih penasaran apa yang ada di dalam ruangan itu, dan kenapa Andreas sangat tidak membiarkan orang lain masuk tanpa seizinnya.


Huh, semuanya semakin terasa aneh bagi Zarin, apalagi jika ia kembali memikirkan apa sebenarnya motif dan tujuan Andreas menikahinya, ia sangat tahu jika semua itu pasti bukan hanya soal hutang sang ayah, tapi pasti ada alasan lain yang disembunyikan pria itu.


Apalagi mengingat Andreas yang memiliki wajah tampan dengan sejuta pesonanya, tentu saja untuk mendapatkan wanita manapun yang ia ingin kan akan terasa sangat mudah.


Zarin sejak tadi hanya terdiam termenung sambil terus beradu dengan pikirannya, hingga akhirnya ia memilih untuk beranjak dari tempat tidurnya dan menatap ke arah luar jendela kamarnya.


"Chris, pasti dia sedang bingung mencari keberadaan ku dan mengkhawatirkan diriku saat ini." Ucap Zarin lirih pada dirinya sendiri sambil menatap lekat ke arah luar, hingga bayang-bayang kekasihnya itu--Chris tergambar jelas dibenaknya.

__ADS_1


Sudah dua hari ia tidak bertemu bahkan tidak bisa memberikan kabar apapun pada kekasihnya, hal itu semakin membuat pikirannya berkecamuk kali ini.


Apalagi Chris adalah tipikal pria yang sedikit over posesif padanya, tidak memberinya kabar sehari saja atau bahkan tidak bertemu sehari saja pikiran pria itu masih sudah kemana-mana dan beranggapan Zarin sedang bersama pria lain.


Bahkan kini Zarin semakin resah jika nantinya sang ayah akan mengatakan hal yang tidak-tidak pada kekasihnya itu saat mencarinya ke rumah, apalagi jika sampai mengatakan jika dirinya telah menikah dengan pria lain.


Pasti pikiran Chris akan kemana-mana, dan beranggapan bahwa dirinya pengkhianat. Padahal sumpah demi apapun perasaan dan hatinya hanya untuk pria itu saja, tidak untuk pria lain saat ini.


Sejenak Zarin terdiam sambil berpikir, ia berniat untuk menggunakan telepon rumah yang ada di lantai bawah untuk menghubungi kekasihnya, tapi sekali lagi ia kembali memikirkan niatnya itu karena pasti anak buah Andreas tidak akan memberikannya izin.


*


"Ah yeah, lakukan seperti itu baby. Ohhh..." Erang seorang pria yang saat ini sedang berbagi peluh dengan seorang wanita seksi yang kini sedang bermain di atas tubuh pria itu dengan begitu agresif.


Wanita itu semakin mempercepat ritme permainannya, bahkan hingga membuat keduanya tanpa sadar semakin mengeerang menikmati setiap inci kenikmatan surgawi dunia yang sedang mereka ciptakan itu.


Wanita yang bernama Olive itu hanya tersenyum sambil terus menggerakkan tubuhnya sesuai dengan nalurinya, hingga tak berapa lama akhirnya keduanya mencapai puncak permainan itu bersama-sama dengan diiringi oleh suara eraangan yang menggema di seisi ruangan besar kedap suara itu.


Keduanya terkuai lemas di atas ranjang dan saling menatap satu sama lain dengan nafas yang masih terengah-engah.


Sungguh ini adalah hal yang paling nikmat yang pernah Chris rasakan dari sekian banyak wanita yang pernah bercuumbu dengannya.


"Thanks my Olive."


Cup!


Chris mengusap membelai lembut wajah wanita dihadapannya itu sambil memberikan sebuah kecuupan manja sebagai hadiah karena permainan wanita itu begitu memukau dan mampu membuatnya bertekuk lutut.

__ADS_1


Olive membalas kecuupan hangat itu sambil tersenyum bahagia melihat wajah Chris. Wajah yang selama ini selalu ada di dalam mimpi dan bayangannya, dan sekarang bisa ia dapatkan bahkan sepenuhnya, menurutnya.


Wanita itu sangat mengagumi dan menyimpan rasa pada Chris sejak dulu, sayangnya pria itu malah memilih menjalin hubungan asmara dengan teman dekatnya sendiri.


Ya, Olive merupakan salah satu sahabat terdekat Zarin yang kini malah berkhianat padanya dengan menikung Chris, bahkan dengan beraninya telah berciinta dengan pria yang masih resmi menjadi kekasih Zarin itu untuk kedua kalinya.


Ini adalah kedua kalinya baik Olive maupun Chris melakukannya, setelah kemarin mereka untuk pertama kalinya sudah melakukan hal itu di salah satu hotel, dan saat ini dengan beraninya mereka melakukannya di apartemen mewah milik Chris yang ada di pusat ibu kota.


"Bagaimana jika Zarin tahu dengan hubungan gelap kita ini, Chris? Pasti dia akan kecewa denganku." Ucap Olive sambil menarik sebuah selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih tidak tanpa sehelai benang pun itu.


Chris sedikit tersenyum, sambil masih mengusap lembut wajah Olive dan menatap manik mata wanita itu dengan tatapan genitnya.


"Tenang saja, dia tidak akan tahu. Lagi pula kita dari kemarin juga sudah mencarinya bahkan hingga ke rumahnya, dan dia tidak ada kan? Aku yakin dia pasti sedang pergi bersenang-senang dengan teman-temannya yang lain di luar kota." Balas Chris.


Kemarin, saat Chris dan Olive mendatangi rumah Zarin untuk mencarinya, Karin--ibu Zarin memberikan alasan jika Zarin sedang pergi berlibur dengan teman-teman sekolah menengah atasnya di salah satu pantai terkenal yang ada di luar kota.


Hal itu ia lakukan demi menjaga perasaan Zarin, karena sang ibu tahu betul bagaimana Zarin sangat mencintai Chris, tapi nyatanya pria itu malah berselingkuh dengan Olive yang merupakan teman dekat Zarin sendiri.


Olive hanya mengangguk manja, sejujurnya ia sangat merasa senang atas kepergian Zarin, bahkan ia berharap jika sahabatnya itu akan pergi dalam waktu yang cukup lama agar ia tetap bisa berduaan dan bermesraan dengan Chris semaunya.


"Tapi jika sampai Zarin tahu, siapa yang akan kamu pilih? Aku atau dia?" Ucap Olive sambil sesekali menyentuh bagian daada Chris dengan nakal.


"Tentu saja aku akan memilih kamu, baby. Dia itu terlalu kolot. Bahkan aku sudah mengajaknya beberapa kali tapi dia tidak mau! Sok suci sekali!"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2