Istri Rahasia Sang Mafia

Istri Rahasia Sang Mafia
Bab 20. Milikmu Kecil !


__ADS_3

Ah gila, kelakuan Zarin kali ini i benar-benar membuat Andreas hampir gila.


Pria itu tidak mungkin menolak permintaan sang istri, karena tentu saja ia tidak mau jika nantinya Zarin akan mengira jika dirinya tidak mau karena tergoda dengan tubuh Zarin.


Padahal tentu saja ia sebagai pria normal akan sedikit tergoda dengan tubuh putih mulus wanita yang terpampang nyata dihadapannya, apalagi ia adalah pemuja kenikmatan duniawi yang selalu haus dengan belaian wanita.


Dengan penuh keterpaksaan Andreas lantas mengusapkan lotion itu ke punggung Zarin dengan perlahan sesuai dengan permintaan wani itu.


"Hah, enak sekali. Yah, begitu..." Ucap Zarin lirih diiringi dengan suara desaahan manja yang membuat sekujur tubuh Andreas kini mulai merinding.


Sial! Apa yang wanita ini lakukan! Hah, kau hampir membuatku gila dasar wanita sialan!


Andreas hanya bisa meneguk salivanya dengan susah payah sambil terus mengusap dan tanpa ia sadari, pria itu malah mulai memberikan sedikit pijatan pada punggung Zarin hingga membuat bibir wanita itu terus meleguh menikmati pijatan Andreas yang begitu membuatnya terasa nyaman.


"Huh... Enak sekali... Tolong lebih keras lagi, dan agak maju ke bagian depan..." Pinta Zarin dengan suara yang semakin membuat adrenalin Andreas terpancing.


"Ke depan mana!" Sahut Andreas dengan ketus, sungguh ia tidak ingin hal yang lebih gila dari ini terjadi nantinya.


Pria itu sejenak menghentikan aktifitasnya sambil menunggu jawaban dari Zarin yang tiba-tiba saja juga terdiam dan kemudian setengah menoleh ke arah Andreas.


"Ya bagian depan. Bagian depan tubuhku! Apa aku harus menjelaskannya! Kamu kan pria dewasa! Bahkan kamu juga pernah berciinta bukan!" Desis Zarin yang sebenarnya kini merasa sedikit takut jika nantinya pria itu akan bertindak macam-macam karena ulahnya sendiri.


Tapi sebenarnya jika Andreas ingin melakukannya dengannya malam ini, sebenarnya Zarin juga tidak masalah, karena ia berharap jika kejadian itu nantinya akan menjadi awal yang baik untuknya, dan dapat mengubah pikiran serta niat buruk Andreas padanya dan keluarganya.


"Kamu mau aku menyentuhnya, ha! Kamu benar-benar ingin memancing ku ya! Apa kamu benar-benar haus belaian!" Desis Andreas yang kini malah beranjak berdiri dan menatap lekat ke arah Zarin yang ada dihadapannya.


Deg!


"Haus belaian apa maksudmu!" Balas Zarin yang kini juga mulai beranjak dari tempat duduknya dan membalas tatapan Andreas dengan begitu lekat, meskipun kedua tangannya masih menutupi bagian dadanya dengan pakaiannya sendiri.

__ADS_1


"Aku tahu kamu pasti juga wanita yang sama dengan yang lainnya yang dipakai di sana sini! Lalu sekarang karena sudah beberapa hari di sini, kamu merindukan belaian itu kan! Dan sekarang kamu berusaha untuk memancingku! Dasar wanita sialaa!"


Plak!!


Sebuah tamparan keras akhirnya mendarat di pipi kanan yang ditumbuhi brewok halus milik Andreas, Zarin benar-benar tidak bisa menerima ucapan suaminya sendiri padanya.


Karena sungguh, sumpah demi Tuhan bahkan ia belum pernah merasakan bagaimana rasanya berciinta yang sesungguhnya, meskipun beberapa kali ia pernah melihat adegan itu di film dewasa.


Namun tanpa Zarin sadari, tamparan kerasnya di wajah sang suami membuat cengkeraman tangannya di pakaian yang berfungsi untuk menutupi tubuhnya itu sedikit merosot dan membuat dua buah yang menggantung di dadanya itu hampir saja terpampang.


Tentu saja dengan cepat Zarin langsung menarik pakaiannya untuk menutupi dadanya lagi, yang hampir saja dilihat dengan dua mata telanjang oleh Andreas.


Kedua netra pria itu sejak tadi membola melihat pemandang yang hampir saja menyenangkan dihadapannya sambil tangan kanannya mengusap lembut pipinya yang baru saja mendapatkan sebuah hadiah dari Zarin.


"Heh, kamu lihat apa!! Apa kamu melihatnya! Dasar pria mata keranjaang!! Semua pria sama saja! Mata keranjaang, yang tidak hanya kekasihku tentu saja!" Cetus Zarin dengan kedua mata yang tidak kalah membola ke arah Andreas.


"Dasar wanita gila! Keluar sana dari kamar ku! Kamu pikir aku mau melihatnya! Dada kecil saja sombong sekali! Lagi pula siapa yang mata keranjang! Kamu sendiri yang murahaan dari tadi terus berusaha menggodaku, untung saja aku tidak tergoda dengan wanita macam kamu ini! Dada kecil, kurang belaian, hih!" Ujar Andreas dengan cukup lantang, bahkan kini amarahnya mulai tersulut karena sikap Zarin yang semakin tidak jelas itu.


Ah tapi tunggu, dia bilang apa? Milikku kecil! Sial!


"Kamu bilang apa, ha! Milikku kecil! Milikku bahkan lebih besar dari milik wanita yang kau tunggangi kemarin seperti kuda!" Sentak Zarin sambil beranjak melangkah pergi, bahkan dengan kasar dan dengan sengaja menabrak bahu kanan Andreas.


"Heh mau kemana wanita gila!"


Langkah Zarin langsung seketika terhenti, wanita itu lantas menoleh dengan sinis ke arah Andreas yang berbalik badan ke arahnya.


"Memangnya kenapa, ha! Apa urusanmu!" Balas Zarin dengan ketus dan kemudian memilih untuk melengos dan melanjutkan langkahnya.


Namun baru saja beberapa jangkah, tiba-tiba tangan kekar pria itu meraih lengannya dan membuat kedua tangannya tertarik, bahkan secara tidak sengaja menjatuhkan pakaiannya dan membuat dua buah benda kenyal yang sudah pasti dapat menggoda dan menggoyahkan iman Andreas itu terlihat.

__ADS_1


"Aaaa!!! Kamu benar-benar kurang ajar! Pria brengs*k!"


Plak!


Bugh!


Wanita itu dengan reflek memberikan tamparan ke pipi bagian kiri Andreas dan sebuah hantaman dari lututnya ke arah perut roti sobek pria itu sambil meraih pakaiannya dengan cepat dan beranjak keluar dari kamar itu.


Tentu saja apa yang dilakukan Zarin bak dalam film action itu membuat pria yang sebenarnya merupakan seorang casanova itu meringis dan mengaduh kesakitan.


Sumpah demi apa niatnya sebenarnya bukan seperti ini, ia tidak berniat untuk menjatuhkan pakaian Zarin dan bahkan sempat melihat dua buah kenyal menggantung yang begitu menggoda itu tadi, ia malah berniat untuk tidak membiarkan Zarin keluar dengan keadaan setengah telanjaang dada seperti itu.


Bahkan Andreas takut jika nantinya jika beberapa anak buahnya akan melihat bagian tubuh Zarin secara cuma-cuma. Tapi ternyata apa yang dilakukannya dan apa yang ada didalam benaknya berbanding terbalik, faktanya benda itu malah terlihat jelas dan terpampang nyata dihadapannya.


"Dasar wanita gila! Sialaan! Lihat saja pembalasan! Auww!" Gerutu Andreas sambil terus mengaduh dan membanting pintu itu dengan cukup keras.


Sedangkan Zarin, wanita itu terus melangkah menuju ke dalam kamarnya dengan kaki yang menghentak-hentak karena kesal, bahkan bibirnya terus menggerutu kesal sambil mengucap sumpah serapah untuk pria itu.


Sungguh ia tidak habis pikir ternyata pria itu sangat mesuum menurutnya.


"Hish! Sial, untung sekali dia kali ini, dia bahkan sudah melihat milikku!" Gerutu Zarin.


"Ah tunggu-tunggu, tapi kan ini juga termasuk dalam rencanaku, ya meskipun aku sedikit tidak rela dia melihatnya. Tapi seharusnya tadi aku memberikan saja semua tubuhku padanya, biar pria itu semakin terbayang-bayang wajah dan tubuhku, dan akhirnya aku menaklukkannya!" Imbuh Zarin pada dirinya sendiri.


"Huh tunggu-tunggu, tapi bagaimana jika aku nantinya melakukan hal itu dengannya? Apakah akan menyakitian??" Sekali lagi wanita itu terus bergumam sendiri, dan bahkan kini mulai berandai-andai serta membayangkan yang tidak-tidak.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2