Istri Rahasia Sang Mafia

Istri Rahasia Sang Mafia
Bab 30. Jangan Menyentuh Istriku!


__ADS_3

Kedatangan Zarin sambil menatap lekat ke arah suaminya itu pun membuat Andreas mendengus kasar sambil melepaskan keran baju karyawan tadi dan melemparnya sekaligus mendorongnya hingga jatuh tersungkur ke atas lantai.


Zarin melangkah mendekat untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua pria itu, namun sesaat setelah berada dan melihat seorang karyawan pria itu ketakutan pada Andreas, Zarin semakin mendelik ke arah suaminya.


"Ada apa! Apa yang kamu lakukan padanya, ha!" Desis Zarin dengan kesal.


"Hanya sedikit perkenalan saja. Sudah lupakan! Apa yang akan kamu cari, ayo sana!" Balas Andreas mengalihkan pembicaraan.


Bahkan kini pria itu melangkah mendahului Zarin untuk kembali masuk ke dalam gerai pakaian itu. Zarin hanya bisa mendelik sambil geleng-geleng kepala, karena sumpah demi apapun ia tidak paham dengan pemikiran pria egois satu itu yang selalu terasa aneh.


Zarin lantas mengikuti langkah Andreas untuk masuk ke dalam gerai itu hingga akhirnya perhatiannya tertuju pada deretan pakaian wanita dengan model terbaru dan sangat sesuai dengan selerannya itu.


Jemari lentiknya sejak beberapa menit yang lalu mulai menyentuh satu persatu sambil memilih-milih sebuah dress yang memiliki warna yang sesuai dengan kulitnya.


"Ambil saja semuanya, kenapa harus di pilih." Sahut Andreas yang tiba-tiba saja menyusulnya ke area pakaian wanita sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Dengan santainya pria itu kemudian duduk disebuah sofa panjang yang ada di dekat deretan pakaian yang diincar Zarin itu sambil kedua matanya seakan tidak bisa berpaling dari mimik wajah Zarin yang tengah kebingungan mencari pakaian yang sesuai untuknya, padahal Andreas telah menawarkan bahkan memintanya untuk membeli semuanya saja.


"Kenapa masih bingung memilih, sudah ambil semuanya." Imbuh Andreas sekali lagi.


"Pelayan! Saya mau semua dress yang ada di deretan itu, bungkus semuanya!" Ucap sekaligus perintah Andreas pada seorang wanita yang merupakan salah satu karyawan gerai itu, wanita itu patuh dan kemudian hendak meraih satu persatu pakaian yang dimaksud, namun dengan cepat di cegah oleh Zarin.


"Maaf saya hanya akan membeli satu atau dua saja. Dia hanya bercanda." Sahut Zarin sambil tersenyum kecut ke arah wanita itu.


Patuh, wanita itu lantas mengurungkan niatnya dan segera kembali ke tempatnya. Sedangkan Andreas, pria itu hanya terdiam sambil memutar bola matanya malas, karena ia benar-benar merasa tidak habis pikir dengan Zarin.


"And...! Kenapa boros sekali! Aku mau satu atau dua saja, tidak mau semuanya. Lagi pula di sini gerai pakaian yang terkenal sangat mahal harganya, apa tidak sayang dengan uangnya!" Desis Zarin sambil mengambil sebuah dress berwarna hitam dengan hiasan manik-manik mutiara yang tampak terlihat elegan itu.


Andreas hanya diam sambil mendengus kasar.


Setelah beberapa saat puas mencari dress maupun pakaian yang lainnya di dalam gerai itu, kedua mata Zarin tiba-tiba saja membola dan terlihat begitu terkejut melihat seorang pria yang juga sedang memilih-milih pakaian di gerai itu namun dengan seorang wanita.

__ADS_1


Meskipun nampak dari belakang dan tidak terlihat bagaimana wajahnya, namun Zarin yakin jika orang yang ia lihat bukan orang yang salah.


"Chris... Kau kah itu?" Guman Zarin lirih sambil menautkan kedua alisnya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Bukan tidak percaya jika ia akan bertemu dengan kekasihnya di tempat itu, namun yang membuatnya tidak percaya adalah sosok wanita yang kini berada dalam rangkulan pria itu, bahkan keduanya terlihat begitu mesra bak pasangan kekasih.


Tidak sampai disitu, yang membuat Zarin benar-benar tidak percaya adalah wanita yang ada disisi kekasihnya itu adalah sahabat dekatnya sendiri--Olive.


Zarin lantas melangkah mendekat ke arah keduanya dengan sedikit ragu-ragu, namun seperti sebuah kebetulan, kedua orang yang dimaksud juga saat itu tiba-tiba berbalik badan hingga akhirnya tatapan ketiganya kini saling bertemu.


Sumpah demi apa kedua kaki Zarin tiba-tiba terasa begitu lemah bahkan seperti tidak mampu lagi untuk menopang bobot tubuhnya, karena apa yang ia lihat saat ini di depan matanya sungguh membuatnya tidak percaya.


"Kalian..."


"Zarin, tunggu-tunggu, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku dan Olive, kami hanya..."


Tiba-tiba saja kalimat Chris terhenti sejenak saat Olive berusaha untuk menahan Chris yang hendak melepaskan rangkulan tangannya, wanita yang merupakan sahabat dekat Zarin itu terus mendelik ke arah Chris seperti sedang meminta pria itu agar mengatakan hal sejujurnya tentang hubungan keduanya.


Zarin semakin tidak percaya dengan apa yang ia lihat, bahkan sejak tadi ia yakin jika hubungan keduanya lebih dari yang ia tahu.


"Kalian mengkhianati ku, hah? Tega sekali kalian!" Sahut Zarin sambil melangkah mendekat ke arah keduanya dengan buliran cair yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.


"Kami tidak mengkhianati mu, tapi kamu saja yang bod*h dan tidak peka. Bahkan hubungan kami lebih serius! Kamu harus merelakan Chris, Zarin. Dia sekarang adalah milikku! Apalagi kamu juga sudah hampir seminggu menghilang dan Chris menganggapnya jika kamu telah mengakhiri hubungan kalian!" Jelas Olive dengan gamblang bahkan tanpa rasa bersalah sedikitpun telah merebut kekasih sahabatnya sendiri.


Plak!


Plak!


Sungguh, Zarin sudah tidak mampu lagi menahan amarah dan rasa kecewanya yang berbalut menjadi satu saat ini. Ia benar-benar tidak menyangka jika kedua orang yang ia percayai ternyata malah mengkhianatinya.


"Sialaan!" Umpat Olive sambil menyentuh pipinya yang sudah memerah karena tamparan keras Zarin.

__ADS_1


Wanita itu hendak melangkah maju dan membalas apa yang dilakukan Zarin padanya, namun dengan cepat tangannya ditepis dan bahkan hampir saja di patahkan oleh seorang pria yang baru saja datang dari arah belakang tubuh Zarin hingga membuat Olive mengaduh dan mengerang kesakitan.


"Auw... Sakit sekali! Aw...!"


"Jaga sikapmu atau tanganmu akan patah jika berani menyentuh dan melukainya!" Ucap Andreas dengan tegas pada Olive sambil menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.


"Heh kau! Jangan kasar pada wanita!" Pekik Chris yang sudah tersulut amarah karena sikap Andreas yang cukup kasar pada Olive.


Chris lantas beranjak dari tempatnya dan hampir memberikan sebuah pukulan pada Andreas namun dengan cepat dicegah oleh Zarin yang memilih untuk menengahi keduanya agar tidak membuat keributan ditempat itu.


"Hentikan!"


"Siapa dia?" Tanya Chris sambil melemparkan tatapan tidak suka ke arah Andreas.


Zarin melihat sekilas ke arah Andreas, dan kemudian menatap Chris dengan tatapan penuh kebencian.


Cup!


"Dia adalah suamiku! Kamu pikir hanya kamu yang bisa mengkhianati, aku pun juga bisa. Bahkan aku diam-diam sudah menikah dengannya di belakangmu, dasar bod*h!" Jelas Zarin sambil bergelayut manja dan sesekali mengecuup wajah Andreas dengan begitu mesra.


Deg!


"Apa! Dasar wanita murahaan! Berani-beraninya kamu mengkhianati aku!" Pekik Chris yang tidak terima dengan pernyataan Zarin, bahkan pria itu hampir saja melayangkan sebuah tamparan Zarin namun dicegah langsung oleh Andreas.


"Jangan berani-berani menyentuh istriku, atau kamu akan menyesal seumur hidup! Urusi saja wanita mu yang berdada kecil itu! Hah, apa kamu benar-benar puas dengannya, dadanya saja kecil pasti tidak menggiurkan!" Sahut Andreas sambil menarik sudut bibirnya dengan sinis, dan sesekali melirik sekilas ke arah bagian dada Olive yang memang terlihat lebih kecil dibandingkan milik Zarin yang memang benar-benar selalu terngiang dikepalanya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2