
Andreas sejenak terdiam, sesuai dengan nalurinya sebagai pria normal, ia juga tidak mau menyia-nyiakan pemandangan menyejukkan di depan matanya itu, meskipun sebelumnya ia pernah melihat milik Zarin secara tidak sengaja, namun kali ini benar-benar jelas terlihat dan bahkan jika ia mau ia bisa sampai puas melihatnya.
Pria itu lantas meneguk salivanya dengan susah payah, sejujurnya jika Zarin bukanlah anak Rony, yaitu pria yang telah mencelakai kedua orangtuanya, ia pasti sudah menikmati tubuh itu habis-habisan sejak kemarin.
Tapi karena alasan itulah, Andreas tidak mau menyentuh Zarin dalam hal urusan ranjang layaknya suami istri pada umumnya. Karena tujuannya adalah untuk meyakiti wanita dan juga keluarganya.
"Hah, kau bangun lagi!" Ucap Andreas lirih sambil melirik ke bawah, tepat ke arah celana kolor rumahan yang ia kenakan dan tampak sudah menggembung dengan ukurannya yang lebih besar dari biasanya.
Pria itu kemudian meraih dan menarik sebuah handuk kimono yang menggantung di gantungan baju dan langsung mengenakannya, tentu saja untuk menutupi bagian adik kecilnya yang sudah mulai mengembang itu, bahkan ia tidak menyadari jika handuk itu adalah milik Zarin.
Setelah beberapa menit ia memandangi pahatan indah tubuh istrinya itu, ia pun lantas memilih untuk mengalihkan pandangannya dan berniat untuk membangunkan wanita itu, namun ia kembali berpikir, bahkan bergelut dengan pikirannya saat ini.
Jika ia membangunkan Zarin, apalagi dalam keadaan tanpa sehelai benangpun seperti itu, sudah bisa ia pastikan pasti wanita itu akan mengomel dan bahkan akan menuduhnya yang tidak-tidak. Padahal jika di pikir, jika ingin bertindak yang tidak-tidak ia bisa melakukannya sejak kemarin.
"Dasar wanita hama! Menyebalkan! Menyusahkan saja!" Desis Andreas sambil beranjak dan kemudian menutup kembali tirai itu.
Akhirnya, pria itu mengurungkan niatnya untuk membangunkan Zarin dan membiarkan wanita itu untuk melanjutkan tidurnya, bahkan jika mau sampai pagi pun juga boleh.
Andreas lantas melepaskan handuk kimononya, dan bahkan menanggalkan semua pakaian yang masih melekat ditubuhnya untuk mengguyur tubuhnya dibawah pancuran shower air hangat.
Ia berharap jika Zarin tidak akan terbangun saat ia membersihkan dirinya mengingat sejak tadi ia memandangi wanita itu tidur dengan cukup lelap.
Tanpa basa-basi lagi, Andreas langsung membersihkan dirinya dengan santai. Pria itu menyugarkan rambutnya ke belakang beberapa kali sambil menikmati guyuran air hangat dari shower itu.
Namun tanpa ia sadari, dugaan dan harapannya ternyata salah, wanita yang sejak tadi tertidur di dalam bathub itu tiba-tiba saja terbangun karena mendengar suara gemericik air yang cukup jelas di telinganya.
"Aduh, jam berapa ini! Aku ketiduran. Bagaimana jika Andreas sudah pulang." Ucap Zarin lirih pada dirinya sendiri sambil beranjak dari tempatnya dan mencari handuk kimono yang semula ia letakan di gantungan yang ada di dekat bathub, namun sekarang tiba-tiba saja menghilang.
__ADS_1
Wanita itu lantas menoleh ke arah sebuah bayangan yang tergambar di balik tirai itu, tempat dimana Andreas sedang melakukan ritual mandinya.
Perlahan, Zarin membuka tirai itu sedikit demi sedikit yang akhirnya membuat kedua bola matanya membulat terkejut bukan main.
"Aaaaaa!!!!!"
Dengan reflek wanita itu berteriak sekencang mungkin dan langsung kembali menutup tirai itu dengan nafas yang semakin memburu.
"Waaaaaaaa!!!"
Sama halnya dengan Zarin, Andreas yang sedang dalam keadaan tanpa busana dan bahkan hampir menyelesaikan ritual mandinya itu pun sangat terkejut dengan teriakan Zarin dan dengan reflek langsung meraih handuk kimononya semula dan mengenakannya.
"Heh wanita hama!! Sedang apa kamu disitu!! Dasar wanita yang benar-benar mesuum! Kamu mengintip ku ya sejak tadi!!" Pekik Andreas dengan kesal, apalagi ia yakin jika tadi saat Zarin berteriak , wanita itu pasti sudah melihat miliknya yang masih membesar karena melihat tubuh wanita itu.
Kedua mata Zarin langsung membulat kesal karena ia merasa tertuduh, padahal ia tidak sengaja melihat Andreas yang tengah mandi itu.
Bahkan wanita itu seolah tidak sadar diri bahwa sejak awal dirinya lah yang salah karena sudah lancang masuk ke dalam kamar Andreas dan bahkan sampai tertidur di dalam bathub.
Andreas kini telah mengenakan handuk kimono yang ternyata ia sendiri juga mulai menyadari bahwa itu bukan miliknya, pantas saja terasa berbeda dan lebih kecil. Ia pun lantas membuka tirai itu dengan kasar, bahkan ia juga lupa jika Zarin masih dalam keadaan tanpa sehelai benangpun karena handuknya ia pakai saat ini.
"Aaaan!!! Dasar mesuum! Tutup tirainya! Kamu sengaja mau melihat tubuhku ya, lalu kamu menyembunyikan handukku juga! Dimana handuk ku kembalikan!" Pekik Zarin semakin kesal sambil menutup paksa tirai itu sambil satu tangannya bingung bagaimana untuk menutupi bagian inti tubuhnya agar tidak terlihat oleh pria itu.
Namun nasi telah menjadi bubur, bahkan jika Zarin berusaha menutupinya pun, Andreas tetap sudah melihatnya tadi bahkan sepertinya pahatan indah lekuk tubuh wanita itu akan selalu terngiang di kepalanya nanti.
"Untuk apa aku menyembunyikan handuk mu! Siapa juga yang mesuum! Lagi pula kamu ini sedang apa di kamar ku! Mau mencuri ya!!!!" Pekik Andreas yang semakin kesal pada wanita itu, karena Zarin bukannya mengaku salah tapi malah menuduhnya yang tidak-tidak.
Tapi bagaimana lagi, bukan kah wanita ditakdirkan untuk menjadi makhluk yang selalu benar, dan pria yang selalu salah?
__ADS_1
Zarin sejenak terdiam, sebenarnya ia salah karena telah masuk dan bahkan berendam di dalam bathtub Andreas tanpa izin. Namun karena ia tidak mau disalahkan oleh pria itu, sejak tadi bibirnya terus cerewet dan berusaha membela dirinya dengan memutarbalikkan fakta.
Sudah hampir beberapa menit keduanya berada di tempat yang sama dengan hanya dibatasi oleh semua tirai, karena tidak mau hanyut dalam perselisihan paham yang sudah bisa dipastikan Andreas yang akan disalahkan terus menerus, akhirnya pria itu meraih handuk kimono miliknya sendiri dari dalam rak yang ada di dekatnya dan menggantinya.
Pria itu lantas melempar dengan kasar handuk milik Zarin dan bergegas pergi meninggalkan wanita itu keluar dari kamar mandi sambil terus menggerutu kesal.
Sumpah demi apapun jika boleh menghabisi wanita itu sekarang, mungkin sudah ia habisi sejak kemarin, tapi entah kenapa rasanya ia juga tidak tega melakukan hal itu.
Dengan hanya mengenakan handuk kimono sama dengan Zarin, Andreas lantas duduk di pinggiran ranjang miliknya sambil menunggu wanita itu keluar dan berniat akan membuat perhitungan dengannya.
Hanya dalam hitungan detik, wanita itu pun keluar dari dalam kamar mandi dengan angkuhnya dan seolah tanpa ada rasa bersalah, bahkan ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil memasang raut marah pada Andreas.
Tatapan keduanya kini saling bertemu, namun bukan tatapan romantis atau seperti yang ada di sinetron-sinetron melainkan tatapan yang sama-sama memendam amarah.
"Heh wanita hama! Apa yang kamu lakukan di kamar ku! Apa saja yang sudah kamu curi, hah! Atau jangan-jangan kamu sengaja masuk dan kemudian pura-pura tertidur di bathub ku untuk menggoda ku kan! Apa kamu ini benar-benar membutuhkan belaian, hah!!" Desis Andreas sambil berdiri dan melangkah mendekat ke arah Zarin dengan tatapan yang semakin terlihat garang.
Wanita itu tentu saja tidak mau kalah, ia lantas mendekatkan tubuhnya sehingga mengikis jarak di antara keduanya sambil menatap lekat ke arah wanita itu.
"Kamu bilang apa! Jangan sembarangan ya! Aku ini bukan pencuri dan bahkan aku tidak sudi menggodamu! Ah tunggu-tunggu, bagaimana kau tahu jika aku tertidur di dalam bathub?? Jadi kamu sejak tadi tahu aku disitu dan pasti kamu sudah melihat semuanya?? Aaaaa!!!!"
Deg!
Kenapa jadi begini! Hah, sial semua gara-gara bathub!!
*
*
__ADS_1
*