Istri Rahasia Sang Mafia

Istri Rahasia Sang Mafia
Bab 34. Pengalaman Pertama


__ADS_3

Zarin cukup terkejut dengan suara berat yang baru saja ia dengar dan langsung saja menoleh ke pusat suara, ya siapa lagi jika bukan suara Andreas yang baru saja datang sambil menutup pintu ruangan itu, bahkan menguncinya.


Wanita itu lantas menautkan kedua alisnya dan melangkah mendekat ke arah Andreas yang sebenarnya juga melangkah mendekatinya sambil meraih sebuah tongkat kecil dan memiliki sebuah tali kecil serta bulu halus di ujung tongkat itu.


"Ini tempat apa? Kamar? Atau apa?" Cecar Zarin yang cukup polos dan penasaran itu.


Mendengar cecaran pertanyaan istrinya yang sepertinya memang benar-benar merasa penasaran, Andreas berusaha menahan tawanya sambil semakin melangkah mendekat hingga akhirnya mengikis jarak diantara dirinya dan Zarin.


Pria itu lantas mengusapkan ujung tongkat yang dibawanya tepat dibagian yang memiliki bulu-bulu itu disekitar ceruk leher Zarin dan tentu saja membuat wanita menggeliat kegelian.


"Hei apa yang kamu lakukan And!" Ucap Zarin sambil menggeliat, namun detik selanjutnya wanita itu memilih untuk melangkah mundur menghindari suaminya yang bersikap semakin aneh, apalagi tatapannya nampak berbeda bahkan seperti oranglain baginya.


Andreas tentu saja menarik sudut bibirnya senang melihat reaksi Zarin yang merasa kegelian karena ulahnya, ia pun lantas meletakan benda itu dan malah membuka kemeja yang ia kenakan dan melemparnya ke sembarang arah sehingga perut roti sobeknya bak seorang binaraga itu terpampang dihadapan Zarin secara cuma-cuma.


Pria itu kemudian melangkah melewati sang istri untuk membuka sebuah laci meja yang berukuran cukup besar itu untuk mengambil sebuah borgol.


Zarin hanya terdiam, ia sungguh dibuat tertegun dengan sikap suaminya yang semakin tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, bahkan tujuan pria itu saja ia tidak tahu.


"Buka jasnya." Titah Andreas singkat, pria itu juga kemudian melangkah mendekati Zarin dan duduk di tepi ranjang dengan nuansa serba merah dan hitam itu.


Patuh, Zarin lantas melepaskan jas itu dan meletakkannya di sebuah sofa dengan bentuk yang aneh juga menurutnya dan kemudian berdiri tepat di dekat suaminya sambil menautkan kedua alisnya karena semakin tidak mengerti apa yang akan dilakukan pria itu.


Andreas menepuk ranjang tidurnya seolah mengisyaratkan Zarin uduk duduk tepat di sebelahnya dengan diiringi sebuah senyuman manis yang tidak pernah ia tunjukan pada siapapun termasuk Zarin.

__ADS_1


Sesuai permintaan suaminya, Zarin mengambil posisi duduknya tepat di sebelah Andreas sambil menyilangkan kedua kakinya sehingga satu kaki bertumpu dengan kaki satunya dan membuat paha mulus serta kaki jenjangnya semakin terlihat.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Sahut Zarin, baru saja menutup bibirnya, wanita itu malah kini menggigit bibir bagian bawahnya sehingga wajahnya terlihat semakin menggoda bagi Andreas.


Tentu saja pria itu tidak dapat menahannya lagi setelah apa yang ia lihat untuk kedua kalinya, apalagi bibir ranum itu benar-benar seperti sedang menggodanya dan minta untuk di sesaap.


"Siaal! Belum apa-apa kamu sudah menggoda ku, huh!" Sahut Andreas meletakan borgol yang ada ditangannya dan kemudian meraih rahang wanita itu dengan kedua tangannya.


Tanpa ba bi bu Andreas segera menyergap bibir ranum Zarin dan melakukan persis seperti apa yang ia lakukan malam itu. Sungguh ia tidak bisa menahannya lagi, bahkan jika perlu setelah ini ia ingin membuat wanita itu mengeerang hebat.


Zarin tentu saja terkejut dengan tindakan Andreas, wanita itu masih terdiam sama sekali belum mengimbangi apa yang dilakukan Andreas karena ia benar-benar kaget dengan tindakan Andreas yang sangat tiba-tiba itu.


Namun setelah beberapa detik berlangsung, tindakan Andreas semakin gila rasanya, ia semakin melesakkan benda tidak bertulang itu hingga menyusuri rongga mulut Zarin dan membuat wanita itu akhirnya bergerak mengimbangi Andreas.


Keduanya mulai memejamkan mata mereka sambil terus hanyut dalam permainan kecil namun cukup membuat keduanya terasa panas itu, hingga setelah beberapa saat Andreas melepaskannya terlebih dulu hingga terdengar suara decapan dari perpisahan kedua bibir yang sebelumnya saling bertautan itu.


"Kamu menginginkannya?" Tanya Andreas lirih sambil mengusap bibir Zarin dengan jemarinya dan membuat wanita itu lagi-lagi menggigit bibir bagian bawahnya.


"Siaal! Jangan lakukan itu lagi! Kamu semakin membuatku tidak tahan baby!" Imbuh Andreas dengan nafas yang semakin memburu dan jemarinya yang masih mengusap-usap bibir ranum Zarin.


Zarin hanya terdiam, ia kini mulai mengerti jika ternyata Andreas tidak bisa tahan saat melihatnya menggigit bibir bagian bawahnya itu, ia pun lantas menghentikan aksinya dan mengulum senyuman sambil menganggukkan kepala pertanda ia mengiyakan ucapan sekaligus pertanyaan Andreas sebelumnya.


Entah kenapa ia tidak bisa berdusta lagi terutama pada dirinya sendiri, ia juga tidak bisa menahannya apa lagi ketika bibir mereka saling bertautan, hal itu membuatnya semakin teringat dengan milik Andreas yang begitu memabukkan, apalagi permainan Andreas yang menjadi pengalaman pertama untuknya dan cukup membuatnya mengaduh menikmati nikmatnya surga dunia itu.

__ADS_1


Andreas hanya tersenyum simpul dan langsung menurunkan dress Zarin hingga membuat pahatan indah dari lekuk tubuh wanita itu kini terpampang serta membuatnya semakin bersemangat.


Namun menit selanjutnya, ia meraih kedua pergelangan tangan Zarin dengan cukup kasar dan kemudian merebahkan tubuh wanita itu, ia meletakkan kedua tangan Zarin tepat di atas kepala wanita itu persis di dinding ranjang yang memiliki bentuk unik.


Zarin masih terdiam dengan hanyut mengikuti alur permainan Andreas, hingga akhirnya pria itu meraih kembali borgolnya dan mengaitkannya pada kedua pergelangan tangan Zarin dan menahannya di dinding ranjang.


Wanita itu hanya melirik sekilas ke atas sambil meneguk salivanya dengan susah payah, sejujurnya kini ada rasa takut yang menghinggapinya, namun semua itu seolah bisa seketika sirna karena keinginannya untuk mengulang permainan seperti malam itu lebih besar.


"Kamu tidak akan bisa kemana-mana lagi Nona!" Ucap Andreas sambil menarik sudut bibirnya.


Pria itu lantas mulai perlahan menuruni tubuh Zarin dan mulai memberikan kecuupan di seluruh bagian tubuh wanitanya, hal itu sungguh membuat Zarin terasa seperti terbang ke langit ketujuh apalagi perlakuan Andreas sungguh manis dan membuatnya begitu menikmati surgawi dunia itu.


Hingga sesaat setelah puas dengan apa yang dilakukannya, Andreas lantas beranjak dan melepaskan ikat pinggangnya dengan kasar dan kemudian mengikatkannya di borgol yang ada di tangan Zarin untuk diikat dengan dinding ranjang.


Zarin lagi-lagi hanya terdiam, ia seperti terhipnotis dan hanyut dalam setiap alur permainan suaminya itu.


"Aku akan membuatmu semakin gila kali ini baby.." ucap Andreas sambil beranjak kembali meraih tongkat kecil miliknya tadi.


Pria itu kemudian kembali mendekati tubuh Zarin dan melakukan tindakan yang tak terduga dan bahkan membuat wanita itu kini malah ketakutan, sungguh ini adalah pengalaman pertamanya melakukan permainan yang cukup gila, meski bagi Andreas hal itu belum apa-apa.


"A-apa yang kamu lakukan And..!"


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2