Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Demi Cinta.


__ADS_3

Dokter Justin menghela napas berat lalu memandang pilu Seina.


"Kau tak akan sanggup menerimanya, Nona karena resikonya sangatlah fatal dan kau…"Dokter Justin tidak sanggup melanjutkan perkataannya.


"Apa, Dok? katakanlah!"desak Seina tak sabar.


"Fuih, sungguh berat saya mengatakan ini semua kepadamu," ujar Dokter Justin, menggeleng.


"Apapun itu, Dok katakanlah pada saya. "Seina memaksa.


"Baiklah, jika anda memaksa,"ucap Dokter Justin, kemudian...


Dokter bernama Justin Harsono itu mulai menjelaskan bahwa pasien yang terkena akan sembuh total sedangkan orang yang menerima penyakit dari pasien kemungkinan sembuh sangatlah kecil dan mustahil untuk disembuhkan bahkan berujung kematian.


"Bagaimana, Nona? apa anda mau menerima resikonya?"


Sejenak Seina terdiam dan berpikir.


"Kalau anda keberatan, anda bisa membatalakannya," usul Dokter Justin, menyarankan.


Seina menggeleng.


"Tidak, Dok! keputusan saya sudah bulat!" putus Seina, cepat.


"Resikonya sangat fatal, Nona. "


"Saya tahu, Dok dan demi cinta saya mau menerima resikonya agar Rilan dapat sembuh secara total."Seina bersikeras.


"Wua... aaah, betapa beruntungnya Rilan mendapatkan kekasih seperti anda, Nona," puji sang Dokter.


"Anda terlalu memuji, Dok. Saya lah yang beruntung mendapatkan kekasih seperti Rilan," balas Seina, tulus.


Flashback...


Saat duduk di ruang tamu rumah Rilan, ada lembaran kertas di meja yang berserakan, Seina mau merapikannya karena Seina sangat menyukai kerapian berbalik dengan saudari kembarnya Siena.


"Lho.. apa ini?" Seina bertanya dalam hati. "Kok.. sepertinya kertas ini dari rumah sakit, siapa yang sakit ya?" pikirnya kemudian...


Setelah di buka..


"Hah!" Mata Seina terbelalak.


Setelah membaca semua itu otot-otot lutut Seina mulai lemas dia tak percaya apa yang dibacanya.


Rilan sang kekasih ternyata terkena kanker otak dan dia tidak mengetahuinya sama sekali.


Air mata Seina mulai mengalir karena suatu saat Rilan akan meninggalkan dirinya.


"Jadi selama ini, aku sudah salah menilainya," ucap Seina, menyesal dengan bibir bergetar.


Flashback off...


"Mari kita ke ruang operasi, Nona, " ajak Dokter Justin. "Sebelumnya, tolong isi formulirnya terlebih dahulu ya." Seina mengangguk.


Setelah Seina mengisi formulir..


"Dokter, mau kah anda berjanji pada saya?" tanya Seina.


"Janji apa, Nona?"Dokter Justin balik bertanya dengan wajah serius.


"Apakah anda mau menepatinya? "

__ADS_1


"Apa itu?"


Seina menelan salivanya


"Dokter, saya ingin anda merahasiakan semua ini," ucapnya, berat.


"Mengapa, Nona?" Dokter Justin heran.


"Karena, saya tak ingin dia sedih, Dok. Saya ingin dia melupakan saya dan mencari pengganti saya, pengganti saya adalah gadis yang selalu merawatnya, " jawab Seina.


"Bagaimana ya?" pikir Dokter Justin."Maaf, Nona saya gak bisa berjanji. "


'Tolonglah, Dok!" lirih Seina dengan mata yang nampak berkaca-kaca, memohon.


Beberapa menit setelah berpikir Dokter Justin tersenyum menatap Seina, lalu…


"Baiklah, kalau itu yang anda pinta." Mata Seina yang bulat mulai bersinar terang.


"Benarkah, Dok?"


"Iya, Nona saya berjanji pada anda," jawab Dokter Justin berusaha meyakinkan walaupun dirinya keberatan.


"Wuah…terima kasih, Dok, " ucapnya, antusias.


"Sama-sama, ayo.. kita ke ruang operasi. "Seina mengangguk mantap.


Di tempat lain...


"Rilan, hari ini kamu operasi untuk mengangkat penyakitmu," info Wulan bahagia.


"Tidak, Wulan percuma saja, penyakitku ini tidak mungkin untuk disembuhkan," sahut Rilan, lirih.


"Aku tahu, Rilan tapi, apa salahnya dicoba, balas Wulan memberi semangat.


"Tentu saja asalkan kamu semangat," jawab Wulan berapi-api membuat garis senyuman di wajah Rilan yang pucat.


"Aku tak sabar ingin menemui Seina setelah sembuh nanti dan akan aku ceritakan tentang penyakitku ini, " ucapnya tak sabar sembari tersenyum dan menerawang.


"Seina pasti sedih sekaligus senang. "


"Maksudmu?"


Wulan menarik napas kesal.


"Seina pasti sedih karena, penyakitmu itu senang karena kau bisa sembuh dan bisa bersama denganmu selamanya," jawab Wulan membuat hati Rilan lega.


"Iya, kamu benar, apa dia masih membenciku?" wajah Rilan kembali muram.


"Setidaknya, kamu meminta maaf dulu padanya," sanggah Wulan, bijak mendorong kursi roda Rilan.


"Iya, kau benar seharusnya aku minta maaf dulu padanya," ucap Rilan membenarkan perkataan sang sahabat.


"Aku juga harus meminta maaf padanya." Rilan mendongak memandang heran Wulan.


"Ya.. di sini juga aku terlibat karena aku kan jadi selingkuhanmu, otomatis aku merasa dalam posisi yang salah dong," jawab Wulan yang diangguk Rilan.


"Pokoknya,kita sama-sama minta maaf lah," putus Rilan, kemudian. "Aku jadi tak sabar ingin menemui dan melamarnya," ucapnya dengan wajah berseri.


Wulan tersenyum samar dalam hati dia sangat cemburu, cemburu pada wanita bernama Seina.


"Betapa beruntungnya Seina," ucap Wulan dalam batin.

__ADS_1


"Suamiku, akhir-akhir ini kau sangat lah letih, begitu banyak kah kesibukanmu di Perusahaan?" tanya Nifa istri dari Neo dengan wajah penuh kasihan.


"Begitulah istriku apalagi kalau kita adalah petinggi Perusahaan atau kantor, kau tahu sendiri bukan?" sahut Neoland, mesra sambil menarik tangan sang istri lalu mendaratkan pantatnya yang seksi kepangkuannya.


"Hmm.. aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan, suamiku karena aku mengalaminya, bukannya kita sama?" Neo mengangguk pertanda setuju.


"Oh.. iya, suamiku apa kamu lapar? aku akan memasak makanan kesukaanmu sudah tersedia bahan-bahannya tinggal masak saja. "


"Entar aja dulu, aku belum lapar betul aku ingin bermesra-mesraan dengan istriku dulu," bisiknya, mesra.


Nifa memukul pelan dada bidang suaminya dengan wajahnya yang malu merona.


"Genit banget ih!" semburnya malu-malu.


"Tapi suka kan?" Neoland mengedipkan matanya.


Nifa Sayurisa adalah wanita yang dinikahi Neoland beberapa tahun yang lalu tapi belum juga dikaruniai anak karena kesibukan mereka masing-masing.


Dia adalah pemimpin dan pemilik Perusahaan Sayurisa yaitu Perusahaan d bidang Transportasi bus Silver Class bernama Yuri, dia juga pemilik lima cafe, delapan mansion, tiga restaurant, dan dua belas rest area.


Sedangkan sang suami Neoland Alvaro selain memiliki Perusahaan Alvaro di bidang otomotif dia juga pemilik enam shorum mobil tercanggih se Jabotabek, lima belas pasar modern, sembilan mall, dan sebelas hotel berbintang dan sisanya dua villa.


Di Rumah Sakitxxx


"Rilan, apa kamu sudah siap dengan operasinya? " tanya Dokter Justin, meyakinkan.


"Siap, Dok, " jawab Rilan, mantap lalu tersenyum samar ke arah Wulan, Wulan pun membalasnya.


"Gak usah takut, ada aku menemani kamu, " hibur Wulan diselingi anggukan Rilan.


"Baiklah, ayo.. kita ke ruang operasi. " Dokter Justin lalu mengantarkan mereka ke ruang operasi.


"Maaf, Nona anda bisa mengantar hanya sampai di sini, " putus Dokter Justin, tegas.


"Baiklah, Dok. " Wulan mengalah lalu, dia duduk di bangku dengan perasaan gelisah.


"Ya... Tuhan, selamatkan lah temanku, " ucapnya memohon dengan lirih.


"Kalau aku sudah sembuh nanti, aku berjanji akan pergi menjauh dari Rilan walaupun aku memiliki rasa yang dalam padanya tapi, aku harus bisa menariknya karena dia sudah memiliki Seina, aku gak boleh egois, " ucapnya dalam hati.


"Ada apa, Sien? " tanya Ifna saat melihat Adiknya menangis.


"Kak Ifna.. aaaa! " pekik Siena, memecah sambil memeluk Kakaknya.


"Eh.. ada apa sih? " Ifna membalas pelukan Siena.


"Kak." Lalu Siena melepas pelukannya. "Seina.. Seina.... hiks. "


"Ada apa dengan Seina? " Ifna mulai tak sabar.


"Seina.. Seina, ternyata sudah tahu tentang Rilan, Kak.. kkk! " teriak Siena lalu tersedu.


"Rilan? " Siena mengangguk dengan sisa air mata yang masih menetas.


"Ada apa dengan Rilan? tanya Ifna menatap dalam Siena.


" Kak, Rilan terkena kanker otak dan Seina baru tahu itu semua. " Siena menjelaskan.


"Astaga! " pekik Ifna kaget.


"Iya, Kak jadi Seina ingin melakukan operasi agar Rilan bisa disembuhkan dan dia rela penyakit Rilan masuk ke dalam tubuhnya, " ujar Siena dengan suara berat.

__ADS_1


"Hah! "Ifna kembali kaget.


Bersambung..


__ADS_2