Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Mencapai Target.


__ADS_3

"omset penjualan apartement kita sudah mencapai target, Pak," jawab Sadipa sang asisten. "Silakan, anda cek di sini. " Dipa menyerahkan dokumen keuangan pada sang atasan.


Setelah membaca...


"Bagus, ini suatu kebanggaan bagi kita Tetap lah memberi pelayanan yang terbaik pada konsumen," papar Rilan tersenyum puas.


"Anda jangan cemas, Pak. Kami akan selalu memberikan yang terbaik bagi semua konsumen. "


"Jangan kecewakan aku."


"Tidak akan, Pak. Anda bisa pastikan semua itu."


Rilan mendongak dan menatap datar Dipa.


"Baik, aku percaya padamu."


"Terima kasih, Pak. saya akan gunakan kepercayaan anda sebaik mungkin. "


Apartement Ry lan adalah apartement terluas dan termewah se Bekasi bukan hanya itu, apartement milik Rilan Basra itu merupakan interior ter canggih di seluruh Jabodetabek termasuk ruang masing-masing apartement itu.


Ruang-ruang itu di beri nama mobil mewah seperti Ferari, BMW, Porche, dan lain sebagainya.


Fasilitasnya pun lengkap ada cafe dan resto yang menjual masakan internasional juga indonesia, gym, ruang meeting, toko kue tradisional, carefour, bahkan tempat resepsi pernikahan pun ada, tinggal dipilih mau indoor atau outsoor yang bertemakan pesta kebun.


Kediaman Handi..


"Bagaimana keadaan Perusahaan saat kau tinggalkan ke London?" tanya Handi membuka percakapan.


Mereka sedang berada di ruang tengah sekarang.


"Keduanya dalam keadaan stabil, Pa. Berkat mereka, orang-orang yang sudah kupercayai memegang Perusahaan," jawab Efron bangga sambil menyeruput es kopi dolce melalui online.


"Hmmm... bagus lah, kalau gitu. Papa jadi ikutan lega," sahut sang Ayah, puas.


"Iya, Pa. Berkat mereka Perusahaan kita jadi aman dan malah semakin maju," papar Efron dengan senyum kebahagiaan.


"Anggap saja mereka bekerja keras untuk kita, mereka memberikan yang terbaik untuk Perusahaan kita sebaiknya, kau memberikan mereka bonus, Nak," saran Handi, mengingatkan.


"Itu sudah masuk dalam rencanaku, Pa.Bahkan aku akan memberikan jabatan yang bagus."


"Bagus dong kalau gitu, Papa jadi tenang. "


"Oh.. iya, Pa. Berapa kali Nesya datang ke rumah kita?" tanya Efron, pelan.


"Nesya? gak ada omongan lain apa, selain perempuan gak tahu sopan santun itu!" ucap Handi dengan nada tinggi.


"Bukan itu maksud Efron, Pa," ralat Efron, santun.


"Lalu, apa!" semprot sang Ayah, berang.


"Efron kan cuma tanya, Pa," cicit Efron.


"Kamu suka sama dia?" tuduh Hadi.


"Suka?gak mungkin lah, Pa. Hubungan kita kan hanya lah sebatas teman."

__ADS_1


"Ya.. semoga saja hanya sehatas teman, tidak lebih dari itu. Dan untungnya, dia kesini hanya satu kali andaikan dia datang dua kali Papa akan siapkan batu untuk melempar kepalanya!" ungkap Hadi, jengkel.


"Gak gitu lah, Pa. Kasihan anak orang, kalau Papa disuruh tanggung jawab gimana? apalagi sampai Nesya masuk rumah sakit."


"Ya.. Papa ganti rugi lah, bayar biaya rumah sakitnya. "


"Hadeuh, Papa."


"Itu kan karena Papa jengkel aja sama dia, kalau melempar dia batu beneran. Gak mungkin lah!"


"Efron tahu, Papa gak mungkin senekat itu."


Hadi pun tersenyum hambar menatap Efron yang sibuk dengan laptopnya, wajahnya terlihat serius.


Setelah beberapa menit saling terdiam..


"Efron," panggil Hadi, akhirnya..


"Ya, Pa," sshut Efron menatap sang Ayah.


"Ehem, ada yang Papa bicarakan padamu," ungkap Hadi.


Efron masih diam dan fokus pada dokumen yang hampir selesai diketiknya.


"Papa serius," tegas Hadi yang membuat Efron menatap tanya.


"Tentang apa, Pa?" tanya Efron,


penasaran.


"Jadi ceritanya tentang perjodohan nih, Pa?" tanya Efron, malas.


"Ya.. begitulah. Kenapa?gak suka ya?atau kamu sudah suka sama seorang wanita?"


Efron tersenyum pahit....


"Efron sudah menemukan wanita itu, Pa. Kami bertemu di sekitaran Jalan Ahmad Yani," aku Efron.


"Kamu menyukainya?" selidik Hadi menyipitkan sebelah matanya.


"Entah ya, Pa. Apa ini yang dinamakan cinta? baru bertemu saja, hati Efron sudah kepincut," jawab Efron dengan wajah berseri-seri.


"Hmm... kayaknya, kamu sedang jatuh cinta deh. Kalau Papa boleh tahu, siapa namanya?" tanya Hadi mulai tertarik.


"Karena Efron fokus sama orangnya jadi lupa fokus tanya namanya, he.. eee, "kekeh Efron, malu.


"Ha?hadeu.. uuuh, itu sih namanya kurang fokus, Efron," desis Hadi memutar bola matanya, malas.


"Ya.. begitulah, kalau sudah jatuh cinta. Susah fokus nya," sahut Efron sembari menggaruk kepalanya. "He... eee. " Dia pun cengengesan.


Di kediaman Wiroyo..


"Lalu, bagaimana sekarang?perjodohan ini apa perlu dibatalkan?ya... itu sih terserah kamu, If. Papa gak bisa larang, karena keputusan final ada di kamu," ujar Wiroyo, bijak.


"Aku sebanarnya, benci yang namanya perjodohan. Entah ya? rasanya bikin kepala mumet gitu lho, apa ya? ini seperti kembali ke jaman Siti Nurbaya, tahu gak?lagipula aku sudah menemukan seorang pria yang tepat di hatiku, seorang pria yang belum kutahu siapa namanya tapi membuat jantungku terasa berdesir sedangkan yang dijodohkan Papa seorang pria bernama Efron Hadi Kusuma mendengar namanya saja baru apalagi kenal," ungkap Ifna dalam batin.

__ADS_1


"Pa, sepertinya aku sudah menemukan jodohku sendiri," ucap Ifna, berbisik.


"Oh... begitu, siapa nama pria itu?" tanya Wiroyo, kepo.


Ifna tersenyum pahit..


"Kami pertama kali bertemu di Perpustakaan milik Sien, Pa. Lalu bertemu lagi di sekitaran Jalan Ahmad Yani, Ifna pun gak sempat tanya namanya. Entah mengapa Ifna seakan terbius dengan tatapannya," jawab Ifna, malu-malu.


"Astaga!"


Kembali kediaman Hadi Kusuma...


"Jadi kalian sebelumnya sudah bertemu di Perpustakaan Sien?"


"Ya.. begitulah, yang lebih membuat Efron kaget adalah dia tidak seperti wanita lainnya saat melihat Efron seperti mengungkapkan rasa cinta pada Efron padahal kenal pun tidak," jawab Efron, seadanya.


"Ya.. iyalah, wanita mana sih yang gak jatuh cinta saat pertama kali melihat kamu," cerca Hadi.


"Menurut Efron, wanita yang satu ini lain, Pa. Dia justru gak pernah menunjuk kan wajahnya kalau dia menyukai Efron, terkesan dingin malah," balas Efron tentang seorang wanita kenalannya.


"Hmm.. misterius juga wanita ini. "Hadi manggut-manggut.


"Setelah kami bertemu dan saling ngobrol di restoran sekitaran Jalan K. H. Noer Ali ternyata, dia adalah wanita yang asyik diajak ngobrol, Pa. Dia wanita yang sangat cerdas," timpal Efron dengan wajah bahagia.


"Wah... ternyata, kamu benar-benar jatuh cinta padanya ya. "


Perusahaan Sayurisa..


Tok.. tok...


"Masuk," perintah Nifa agak keras.


Dengan berjalan slow motion sang Asisten pun masuk eh...pelan sambil mengangguk sopan ding.


"Maaf, Bu Nifa. Saya mengganggu waktu anda," tanya Anggita sang Asisten tak enak.


Nifa menghentikan kesibukannya menekan tuts laptop.


"Ada apa?" tanya Nifa, tegas.


"Begini, Bu. Ada sebuah kampus yang ingin menyewakan Bus kita untuk studi tur ke Yogya," jawab Anggita, pelan.


"Berapa Bus yang ingin mereka sewakan?"


"Mereka ingin menyewa empat bus, Bu. Karena mereka sangat banyak. "


"Baiklah, kalau begitu. Persiapkan saja semuanya. "


"Siap, Bu. "


Di tempat yang berbeda...


"Hah?" jerit seorang wanita, kaget.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2