Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Ingin Tahu Kabar Perusahaan.


__ADS_3

Efron menoleh untuk mengetahui siapa yang memanggil.


"Pak Efron, kapan anda tiba di Indonesia? "tanya Danzel, terkejut sekaligus senang.


Lalu dia menghampiri sang pemilik Peruhaaan dan menyalaminya.


"Aku baru saja tiba, "jawab Efron, santai.


"Mengapa gak ada kabar, Pak?kan kami bisa menyiapkan semua untuk menyambut anda," tukas Danzel.


"Gak usah, aku ke sini ingin tahu kabar Perusahaan saja," sahut Efron, enteng. "Gak ada masalah kan? "


"Selama ini Perusahaan baik-baik saja, Pak. Tidak ada masalah apapun," jawab Danzel, mantap.


"Bagus lah kalau begitu, oh.. iya, katanya di sini sudah ada pelamar kerja ya? " seliddik Efron.


"Banyak, Pak, " jawab Danzel.


"Oh.. syukur lah. "


"silakan, Pak. Kita duduk dan ngobrol di lobi," tawar Danzel.


"Akan lebih baik kalau di ruang pribadiku saja jadi lebih nyaman ngobrolnya, "tolak Efron dengan alasan yang tepat.


"Baik, Pak. Slilakan, anda jalan lebih dulu."


"Hmm... "


Sampai di ruang pribadi Efron...


"Pak Efron, ada yang harus saya bicarakan pada anda," ucap Danzel, serius.


"Apa itu?" tanya Efron, penasaran.


"Ada Perusahaan yang ingin kerjasama proyek dengan Perusahaan kita, Pak," jawab Danzel.


"Kerjasama?di bidang apa?" tanya Efron lagi.


Danzel menghela napas, lalu...


"Sebenarnya, Perusahaan mereka baru saja dibangun, Pak. Mereka ingin kerjasama dengan Perusahaan kita sekaligus mempromosikan produk bidang Perusahaannya. "


"Oh.... begitu?" Efron manggut-manggut. "Dibidang apa Perusahaannya?" selidiknya.


"Di bidang sabun mandi cair membunuh kuman dan bakteri, Pak, "jawab Danzel.


"Oh.. berarti berhubungan dengan kita yang sama-sama menjalankan bisnis di bidang kebersihan," gumam Efron.


"Anda benar, Pak. "


"Kapan mereka ke Perusahaan kita lagi? "


"Saya sudah kasih kabar ke mereka, Pak. Bahwa anda sudah datang," info Danzel. "Kabarnya beliau datangnya besok karena masih ada urusan keluarga, " sambungnya.


"Baiklah, akan aku tunggu besok," putus Efron. "Oh.. iya. "Efron membalikan tubuhnya.


"Iya, Pak?"


"Terima kasih sudah memimpin Perusahaan ini dengan baik," ucap Efron dengan senyum yang khas.


"Saya hanya menjalani tugas saja, Pak," sahut Danzel, merendah.


"Kau menjalaninya dengan baik, Danzel.Karena kau mampu menjalani amanah ini aku akan menaik kan jabatanmu menjadi Direktur di Perusahaan cabang."


"Benarkah, Pak?" Mata Danzel berbinar terang.

__ADS_1


"Iya, aku percaya kau menggunakan jabatan ini dengan sebaik mungkin," tukas Efron menepuk pelan bahu Danzel.


"Saya berjanji, Pak. Tidak akan mengecewakan anda."


"Aku percaya padamu."


Surabaya...


"Kifaya?" tanya seorang wanita pada temannya di suatu cafe.


"Iya, Kifaya. Yang penulis naskah film terkenal itu lho, Jeng," jawab sang teman dengan hati berbunga-bunga.


"Oh.. .. film-film yang sering banget jadi box office dan menjadi best seller yang seliweran di bioskop-bioskop seluruh Indonesia ya, Jeng?"


"Iya, bener banget, Jeng. Dan dia lah penulis naskahnya. "


"Hebat ya, dia. Seandainya, saya bisa bertemu dengannya.... "Wanita dengan setelan naju dress panjang warna putih dengan model bahu sedikit terjatuh itu tersenyum sendiri membayangkan.


"Gak mungkin lah, Jeng. Sampean ada-ada aja deh, dia kan sibuk ditambah lagi dia juga seorang selegram. "


Di tengah obrolan mereka, makanan dan pesanan mereka pun datang.


"Ough!" Sebuah suara merdu mengaduh, Efron pun terkaget.


Dia pun baru menyadari ada seorang wanita yang tak sengaja dia senggol.


"Ups! maaf, Mbak. Saya tidak sengaja," ucap Efron, tak enak. Sambil berusaha membantu wanita itu berdiri.


"Tidak mengapa, Mas. Seharusnya saya lah yang harus minta maaf karena sudah menghalangi jalan, " sahut wanita itu merasa bersalah.


Tak lama kemudian...


"Kamu?" Pekik mereka kompak dan sama-sama kaget.


"Kamu yang di Perpustakaan Sien itu kan?" tebak Efron.


"Kamu masih mengingatku rupanya, " kekeh Efron.


"Ingatanmu juga tajam," balas wanita itu.


"Tidak menyangka kita bertemu lagi di jalan ini. "


"Iya.. ya, apa mungkin kita jodoh ya?" seloroh wanita itu, asal.


"Mungkin saja, kali ya, " sahut Efron.


"Hmm.. anda terlalu berharap, Tuan, "tukas wanita itu cemberut beberapa detik kemudian meledak lah tawanya.


Efron pun ikut tertawa bersamanya bahkan lebih keras. "Tidak kusangka wanita dingin seperti dia bisa juga tertawa dan saat tertawa dia begitu cantik," puji Efron dalam hati.


Beberapa detik kemudian..


Tawa mereka pun terhenti.


"Untuk menebus kesalahanku, izinkan aku untuk mentraktirmu makan," putus Efron kali ini serius.


"Apa tidak merepotkan?" tanya wanita itu tak enak.


"Tidak, kan untuk menebus kesalahanku, bagaimana?"


"Bagaimana ya?"


Setelah lama berpikir...


"Baiklah, aku setuju. Tapi bayarnya sendiri-sendiri ya. "

__ADS_1


"Baik, aku setuju. "


"Kamu mau makan apa?" tawar wanita itu.


"Terserah kamu aja. "


"Baiklah, kebetulan aku punya rekomendasinya untukmu, rumah makan itu menu makanannya enak-enak ditambah minuman yang segar-segar dan hangat-hangat menjadi favoritku dan rekan-rekan kerjaku sepulang kerja. "


"Menarik, aku jadi penasaran. Ingin mencobanya. " Efron membayangkannya.


"Baiklah, ayo. . kita ke sana, " ajak wanita itu.


"Ayo, " balas Efron. "Di mana?"


"Gak jauh kok, itu di seberang sana," tunjuk wanita itu girang.


"Di sana?" ulang Efron.


"Iya, di sana. Ayo.. kita ke sana. "


"Yuk."


Bagunan Rumah makan itu sangat lah bagus dan modern juga besar ditambah halaman parkir yang luas.


Rumah makannya pun berada di akses jalan K. H. Noer Ali.


Di tempat lain...


"Apakabar Rilan ya? apa dia baik-baik saja?bagaimana dengan Seina?apa dia baik-baik juga, mereka pasti bahagia saat ini," ucap Wulan,tersenyum kecut.


Wulan saat ini tengah berada di rumah mewahnya bersama keluarganya tercinta tepatnya di Bandar Lampung.


Saat ini dia tengah mempersiapkan pernikahannya dengan seorang pria bernama Hawirzan Lesmana yang berjabat sebagai C.E.O Perusahaan Agara yang diambil dari nama tengahnya bergerak di bidang minyak pelumas nabati.


Keluarga Wulan juga bukan keluarga sembarangan terbukti sang Ayah adalah seorang Presidr Perusahaan Darmono yang diambil dari nama belakangnya sedang nama lengkapnya adalah Ardan Wahyu Darmono.


Perusahaan Darmono bergerak di bidang penjualan mobil listrik terbesar di seluruh kota Lampung tepatnya berada di Pahoman.


Sedangkan sang Istri bernama Rifani Puja Sari adalah pemilik cafe dan restoran mewah yang tersebar di seluruh Sumatera dan Jawa.


Mereka memiliki dua anak yaitu Arif Wahyu Darmono adalah pemilik Mansion terbesar dan termewah di Bandar Lampung tepatnya di sekitaran arah Teluk Betung sedang Wulan adalah pemilik kost-kost an mewah dan nyaman yang berada di Bandar Jaya.


Perlu diketahui, Wulan dan keluarganya adalah merupakan keturunan Raden dari Ayah sang Kakek yang berasal dari Yogyakarta.


Kembali ke Bekasi...


"Kalau kamu masih gak kuat, lebih baik jangan," saran Andika pada Rilan.


"Gak apa-apa, Kak. Aku kuat kok," sahut Rilan berusaha tegar.


"Beneran?" Rilan mengangguk mantap.


"Baiklah, akan aku antarkan kau ke sana, " putus Andika, kemudian...


Di lain tempat..


Setelah acara makan bersama wanita asing, Efron kembali ke Perusahaannya ya.. setelah dia mengambil bonus di Atm untuk bawahannya yang berjasa yaitu Danzel dan Mahmud.


Setelah sampai di Perushaan Derafa..


"siapa pemilik Perusahaan itu?" tanya Efron, datar.


"Nama pemiliknya Pak Firdan, Pak," jawab Danzel.


"Apa?!"

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2