Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Kedatangan Nesya


__ADS_3

"Permisi Om, apa Efron ada di rumah?" tanyanya dibuat sopan.


"Heh!sengaja dibuat-buat nih?"desis Handi dalam hati, sebal.


"Efron?" wanita itu mengangguk mantap.


"Cuih!sok imut," umpatnya lagi-lagi dalam hati.


"Maaf, Om siapanya Efron ya?" tunjuk sang wanita.


"Ish…ni anak bener-bener gak sopan, kenapa sih Efron punya temen kayak gini."


"Saya kucingnya Efron," jawab Handi asal tapi membuat Nesya terkekeh.


"Om bisa aja deh bercandanya," celutuk Nesya sambil terkekeh dibalas dengan tatapan tajam Handi.


"Ups…maaf, Om," ucapnya sambil menutup mulut menyisakan tawa.


"Lagian sudah tahu pake acara nanya lagi, "umpat Handi, jengkel.


"Ya…maaf,Om," desis Nesya, merengut garuk-garuk kepala. "Oh.. iya, Om Efron nya ada di rumah gak?" tanya Nesya sekali lagi celingak celinguk.


"Apa Efron gak kasih tahu kamu, kalau dia lagi ada di London?"selidik Handi.


"Hah! Efron ke London?" pekik Nesya kaget.


"Hmmm."


"Kok.. dia gak kasih tahu Nesya sih,Om?" protes Nesya, jengkel.


"Emang dia siapa kamu?! anak saya kemana-mana harus lapor kamu?!" tunjuk Handi, tajam.


"Ish…pria tua menjengkelkan, kalau bukan karena Bapak nya Efron aku lempar deh ke laut!" umpatnya dalam hati.


"Ya.. bukan siapa-siapa sih,Om cuma teman biasa," cicit Nesya, senyum-senyum.


"Nah.. itu sadar," balas Handi, datar.


"Sebentar lagi jadi teman special," batin Nesya, girang.


"Oh.. iya, Om kaki Nesya sudah pegel nih berdiri terus sudah itu panas lagi, Nesya masuk dulu ya,Om."


"Eits.. enak aja asal nyelonong-nyelonong!" cegat Handi.


"Nesya pengen duduk, Om dari tadi berdiri terus," keluh Nesya, manyun.


"Duduk di luar!"


"Om, kok tega amat sih? kan panas."


"Salah sendiri, siapa suruh gak bawa payung lagian ya…kamu itu masih muda gitu aja sudah capek," sindir Handi yang membuat Nesya membulatkan matanya.


"Sialan nih.. Orang tua! lama-lama omongannya gak enak didengar!" umpat Nesya membatin.


"Oh.. iya saya sibuk dulu, kalau capek silakan bobok cantik di lantai." Nesya melongo.


"Apa?! cewek secantik aku harus tidur di lantai?!ih... no way!"


"Iya, Om silakan. "Handi membalikan tubuhnya, Nesya yang geram mengepalkan tinjunya lalu melayang-layangkan tangannya sambil melotot.


Di dapur..

__ADS_1


"Bi, di depan ada tamunya Efron tolong layani ya," pinta Handi.


"Baik, Tuan, " sahut Bi Sum, menurut.


"Buatkan juga dia orange juice sudah itu suruh dia pulang."


"Siap, Tuan."


Handi memang sengaja tidak menemani Nesya karena dari awal bertemu dia memang tidak suka sama sahabat dari Efron itu.


Ucapan rasa belasungkawa meramaikan whats app Ifna dan saudara-saudaranya juga Wiroyo sang Ayah.


Siena masih saja menyisakan air mata saat memandang foto Seina dan kebersamaan mereka berdua.


"Mengapa kau tega tinggalkan aku, Sein?" isak Siena lalu memeluk foto kembarannya dengan hati sedih.


Flashback on…


"Zachry, kamu suka sama kembaranku ya?" tanya Seina yang memergoki Zachry tengah memandang Siena dengan takjubnya.


Zachry hanya tersenyum malu.


"Kenapa gak terus terang saja? keburu diambil cowok lain lho," cerocosnya.


Flashback off...


Zachry memejamkan matanya ketika masa-masa indah itu terlintas di benaknya.


"Apa yang harus aku lakukan ya, Tuhan," keluhnya, putus asa. "Apa aku harus mengungkapkannya?"


Sejak Zachry pertama kali bertemu kembaran Seina ada perasaan yang aneh di dalam hatinya.


Akhirnya mereka pun sampai di hotel yang mereka tuju, Hotel yang begitu mewah dan megah di kota London dengan pelayanan yang ramah.


Efron pun check in dengan pilihan kamar suite president dengan pemandangan kota London yang sibuk, tentu saja dengan bahasa Inggris yang fasih dan lancar.


Setelah membayar dengan menggunakan kartu visa, Efron diantarkan sang potter ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian...


Pria yang bertinggi tubuh layaknya pria Asia itu sejenak duduk santai di sofa nan empuk sambil menikmati teh hangat dan pemandangan kota London yang tertata indah.


Setelah itu...


Dia langsung bergegas ke kamar mandi untuk merendamkan dirinya dan kepenatannya selama dalam perjalanan yang melelahkan itu.


E



Efron yang baru pertama kali ke London begitu takjub dengan keindahan negeri Ratu Elizabeth itu yang juga lumayan untuk mencuci mata sebelum mengadakan rapat kerjasama dengan anthony Wilem bersama dengan negara Eropa dan Asia lainnya termasuk Efron yang dari Indonesia.


Perusahaan Zaxin.


Sebagai pemilik Perusahaan yang baru Mahmud mampu memimpin perusahaannya dengan baik.


Bawaan nya yang baik hati dan tegas itu membuat para pegawainya menjadi nyaman dan segan kepadanya.


Dia tidak menerima orang-orang yang tidak memiliki atitude walaupun lulusan sarjana sekalipun.


"Hanif, ke ruanganku sekarang!" perintah Mahmud kepada asistennya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


"Masuk."


Seorang pria tampan masuk ke ruangan Mahmud yang wangi lemon itu dengan ragu.


"Ada yang bisa saya lakukan untuk Anda, Pak?" tanya Hanif, ragu.


Sejenak Mahmud memandang sang asisten, datar lalu tersenyum hambar.


Lalu...


"Tolong, kamu kerjakan proposal ini ya kalau bisa secepatnya karena diperlukan untuk rapat kita nanti sore," titah Mahmud.


"Siap,Pak."


Mahmud memang sederhana dari segi tampilan tapi, dari segi pekerjaan dan waktu dia tidak suka main-main.


Orangnya begitu detail dan telaten kesalahan dan kecerobohan pegawainya saja dia tidak akan toleransi apalagi bermain-main dengan amanat yang dia berikan.


Kembali ke London..


"Hmm.. Mahmud memang bisa diandalkan," gumam Efron,bangga saat melihat sekretarisnya yang berubah menjadi pemilik Perusahaan sang Ayah di layar pantau laptopnya.


"Gak sia-sia aku memberimu kepercayaan untuk menjadi pemimpin di Perusahaan Papaku," imbuhnya, lega.


Sedangkan Perusahaan Derafa yang sementara di pimpin oleh Danzel tak kalah pesatnya dengan Perusahaan Zaxin yang sekarang pemimpin nya adalah Mahmud bahkan semakin berkembang dan maju.


Efron pun tak lupa mengabari pada sang Ayah bahwa dirinya sudah sampai di Inggris dengan selamat.


"Saking fokus nya pada Wulan aku jadi lupa pada Seina, bagaimana ya kalau aku menemuinya dan memberitahu yang sebenarnya? ya.. memberitahunya kalau selama ini aku sakit kanker dan dapat sembuh dari penyakit itu," gumamnya penuh kebahagiaan.


"Sekaligus minta maaf atas apa yang aku lakukan selama ini bersama Wulan waktu itu, aku gak bermaksud membuatnya benci padaku," imbuhnya,. menyesali.


Setelah terdiam beberapa menit..


"Oh.. iya, bagaimana aku bisa terselamatkan dari penyakit yang berbahaya ini ya? Apa ini suatu keajaiban?entahlah, akan kutanyakan ini semua pada Dokter Justin.


Di Rumah Sakitxxx


Rilan menemui Dokter Justin di ruang pribadinya.


"Apa?seseorang, Dok?" Dokter Justin mengangguk mantap.


"Boleh tahu, siapa dia, Dok? desak Rilan tak sabar.


Dokter Justin menggeleng lemah.


"Maafkan aku, Rilan aku tidak bisa memberitahumu, aku harus menjaga amanat yang sudah dia berikan sebelum meninggal," jawab Dokter Justin dengan suara berat.


Rilan pun terkulai lesu saat mendapat jawaban dari sang Dokter.


"Pastinya wanita itu sangat mencintaimu dengan tulus, "lanjutnya.


"Heh?siapa ya?" pikir Rilan.


Bersambung...


Anthony Wilem


__ADS_1


__ADS_2