
Pria Asia Timur nya mau orang mana nih? Cina, Korea, apa Jepang?
Pria tampan itu berjalan mondar mandir dengan wajah yang bingung sepertinya gelisah menunggu seseorang.
Setelah yang ditunggu datang...
Segera pria itu menghampiri orang yang ditunggunya itu dengan senyuman ramah.
"Tuan Efron, senang rasanya berjumpa lagi dengan Anda, " sapa pria tampan nan tinggi bernama Anthony Wilem itu hangat.
"Begitu juga dengan saya, Tuan Wilem, "sambut Efron tak kalah ramah.
Mereka pun saling berjabat tangan dengan eratnya.
"Well, selamat datang di negara tercinta saya yaitu Inggris, jika Tuan ingin jalan-jalan keliling kota London dengan senang hati saya menjadi pemandu Anda, " tawar Anthony sekaligus promosi.
"Terima kasih atas tawaran dan sambutan hangatnya, Tuan Wilem, "ucap Efron.
"Tidak usah sungkan, Tuan Efron, bukankah waktu ke Indonesia Anda dan para pegawai Anda menyambut saya dengan ramah sudah seharusnya saya membalas keramahan kalian, " sahut Anthony.
"Tuan Wilem, anda terlalu berlebihan. "
"Tidak juga. "
Anthony pun mempersilakan Efron masuk ke mobil Roel Royace warna biru tua nya.
Sang sopir pun membawa koper yang dibawa Efron untuk dimasuki ke dalam bagasi.
Beberapa menit kemudian..
"Jack, tolong antarkan tamuku ke Hotelxxx untuk beristirahat, "perintah Anthony.
"Baik, Tuan," sahut Jack, sang sopir menurut.
Jack mengemudi mobil dengan kecepatan sedang dan tetap fokus pada jalanan.
Lalu, di belakang Efron dan Anthony saling mengobrol dengan bahasa Inggris.
Kembali ke Indonesia..
Di tempat peristirahat terakhir ini lah Seina berbaring dengan tenang dan damai.
Seluruh keluarga termasuk Ifna dan Siena kembarannya turut hadir di pemakaman Seina, tak ketinggalan teman-teman dan para pegawai Seina, mereka sangat sedih termasuk sang Ayah.
Siena yang tak kuat menahan tangis dan kesedihan yang mendalam karena ditinggal oleh kembarannya berkali-kali jatuh pingsan.
Bagi Siena, Seina adalah belahan jiwanya mereka tak pernah terpisahkan dan saling menyayangi juga saling mendukung.
Maka itu, ketika Seina meninggalkan dirinya untuk selamanya dia merasa terpukul dan dadanya serasa dihantam.
Banyak yang hadir di pemakaman itu termasuk Zachry kecuali Rilan ya karena Rilan belum tahu kabar duka yang menimpa sang kekasih itu.
Di Rumah Sakit Xxx
__ADS_1
Rilan yang sudah pulih dari penyakitnya baru sadar kalau dia sudah tidak lagi melihat Wulan.
"Wulan kemana ya? apa dia sedang membeli makanan? " tanyanya pada dirinya sendiri sambil berlari ke seluruh koridor Rumah Sakit dengan hati cemas.
"Wulan!" panggilnya.
Ketika dia mencari Wulan, tiba-tiba..
"Ada apa, Rilan? sepertinya kamu sangat cemas, "sapa Dokter Justin.
"Iya, Dok saya mau mencari teman saya, kira-kira dia di mana ya?" tanya Rilan penuh kecemasan.
"Apa wanita yang bersamamu itu?" tebak Dokter Justin.
"Iya, Dok, apa Anda melihatnya?"
"Hmmm….akhir-akhir ini saya gak pernah melihatnya, mungkin dia pulang dulu untuk beristirahat." Rilan terdiam.
"Apa mungkin... "
"Coba hubungi dia," usul Dokter Justin.
Rilan pun menghubungi Wulan sayangnya, Wulan tak juga menyambut walau berkali-kali dihubungi.
"Wulan, kamu kemana?" tanya Rilan, khawatir. "Apa dia hape nya lagi kehabisan baterai ya?" pikir Rilan.
"Gak bisa juga, Dok. Apa anda gak melihat sama sekali dia pergi kemana?"tanya Rilan sekali lagi.
"Sekali lagi maafkan aku, aku sibuk dulu ya. "Rilan mengangguk lemah.
Dia berjalan gontai di koridor rumah sakit, wajahnya begitu muram dan sedih sahabat yang dicarinya tak juga dia temui.
Padahal dia mau kasih kabar bahwa dia sudah terbebas dari kanker nya dan kepalanya sudah terbebas dari rasa sakit.
Zachry tidak percaya bahwa sahabatnya pergi begitu cepat, seorang wanita yang galak tapi baik hati juga sangat menyayangi keluarganya dan sangat dekat dengan kembarannya bahkan mereka tak terpisahkan satu sama lain.
Flashback on...
Zachry melihat dua wanita cantik berwajah sama saling ngobrol dan cekikikan bersama.
"Oh.. iya, Zachry kenalkan ini kembaranku, Siena namanya, "ungkap Seina memperkenalkan saudara kembarnya pada Zachry dengan wajah cerahnya.
"Siena... "
"Zachry... "
Mereka pun saling mengungkap nama mereka masing-masing dan tanpa terasa mata mereka saling manatap satu sama lain.
Entah mengapa saat memandang Siena, jantung Zachry terasa berdetak kencang begitu juga dengan Siena, Seina pun merasakan apa yang saudaranya rasakan.
"Oh.. iya, kalian ngobrol lah dulu, aku akan membuatkan minuman untuk kalian, "pamit Seina.
Seina memang sengaja berbuat seperti itu agar Siena dan Zachry saling mengenal lebih dalam.
__ADS_1
Flashback off...
"Sein, apakah kau terlalu mencintai Rilan?hingga kamu korbankan nyawamu sendiri?" tanya Zachry pada pusara Seina, pilu.
"Zachry.. …"panggil seorang pria. Zachry pun menoleh.
"Ayo.. kita pulang, Mama dan Kakakmu, Mas Harfan sudah menunggu di mobil," ajak pria itu dengan suara pelan.
"Iya, Pa sebentar lagi ya," lirih Zachry.
"Biarkan dia beristirahat dengan tenang, Nak." Zachry mengangguk lemah.
Beberapa menit kemudian...
"Selamat tinggal, Sein semoga kau tenang di sana," pamit Zachry, lirih.
Di rumah..
Sang Ayah yang masih berada di Swedia begitu terpukul mendengar bahwa putri nya begitu cepat meninggalkan nya.
Lalu, dia cepat-cepat membeli tiket pesawat terbang untuk penerbangan ke Indonesia.
"Pa, istirahat lah dulu, Papa sangat lelah hari ini," tawar Ifna, lembut disertai senyum hampa sang Ayah.
"Terima kasih, sayang, tapi Papa belum mau istirahat dulu," sahut Wiroyo sang Ayah, lirih sambil memandang foto Seina.
Ifna yang turut merasakan kesedihan sang Ayah ikut duduk di samping beliau.
"Pa, Ifna dan saudara yang lainnya juga sama seperti Papa, merasa kehilangan, tapi di sana Seina lebih sedih lagi kala orang-orang yang dicintainya larut dalam kesedihan dan lupa menjaga kesehatannya sendiri," ujar Ifna, bijak.
Wiroyo dengan sigap mendekap kepala Ifna ke dalam dadanya yang masih bidang.
"Bagaimana Papa gak sedih, sayang setelah kehilangan Mamamu, Papa pun harus kehilangan putri kesayangan Papa selain dirimu dan Siena," ungkap Wiroyo, sedih.
Dengan perlahan Ifna melepas dekapan sang Papa sambil tersenyum lirih.
"Pa, aku tahu apa yang Papa rasakan, kehilangan dua orang yang dicintai begitu perih dan menyedihkan, Ifna juga pernah merasakan sedihnya waktu ditinggal Mama dulu." Wiroyo yang masih tampan di usia nya yang tak lagi muda itu mendekap kembali kepala Ifna lalu, menangis sambil mengecup lembut kening Ifna.
Ifna pun hanya terdiam dia membiarkan sang Ayah mengungkapkan kesedihannya, dia juga merasakan air mata Ayahnya terjatuh pelan di kepalanya.
Kediaman rumah Handi dan Efron..
"Ya.. ada perlu apa?" sambut Handi dengan tatapan dingin ke arah seorang wanita muda seumuran putranya.
Entah mengapa Handi tidak suka dengan kehadiran wanita muda di depannya ini.
Bersambung..
Nah ini pria Asia timurnya yang jalan nya bersebelahan dengan Efron waktu di Heathrow's Airport.
Pengen orang apa?Cina, Korea, apa Jepang?tulis di komentar ya.. aaa
__ADS_1