Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Ngomong Serius.


__ADS_3

"Ada kok. Mau ngomong serius apa sih? " tanya yang di seberang.


"Nanti aja menjelaskannya setelah aku ketemu kamu, beneran gak sibuk?" Zachry, ragu.


"Hmmm... ada sedikit kesibukan sih yaitu rapat kontrak kerjasama dengan Perusahaan Percetakan," jawab Siena tak enak.


"Oh.. ya sudah, sibuk aja dulu dengan rapatnya nanti kepikiran lagi pas ketemu aku," sahut Zachry, mengerti. "Lagipula aku kan bisa menunggu."


"Gak apa-apa aku bisa menunda besok kok, di mana kita akan ketemu?" balas Siena, cepat.


"Apa mereka gak marah, Sien?"


"Tenang aja, akan aku bicarakan baik-baik pada mereka semoga mereka mengerti. "


"Kalau mereka gak bisa, besok aja juga gak apa-apa. "


"Aku usaha in bisa, di mana ketemuannya?" ulang Siena.


"Bagaimana kalau ketemuannya di Warung Djuri?" usul Zachry.


"Yang berada di Jalan Ahmad Yani kan?" tebak Siena.


"Ya.. itu. "


Beberapa menit kemudian...


"Terima kasih, Sien. Atas waktunya, maaf kalau aku mengganggu?" ucap Zachry di sela akhir obrolan.


"Ngomong apaan sih? gak mungkin lah aku merasa diganggu justru aku malah senang," balas Siena, santai.


Warung Djuri adalah bangunan menyerupai warung Tegal tapi dalam konsep canggih.


Makanan dan minumannya pun lengkap, semua nya ada mulai dari berbagai macam botok, sayur, tumisan, sambal dan lain sebagainya juga minumannya dari yang hangat seperti teh hangat, wedang jahe, kopi, wedang uwu, dan lainnya yang dingin es soda gembira, es jeruk, hingga smooties


Bukan hanya konsepnya yang canggih tapi cara pesan menu nya pun canggih kita tinggal tekan makanan dan minuman yang kita suka lalu, keluar lah struk pembayaran sesuai pesanan.


Sudah itu tempatnya cozy dan sangat insta walau begitu harga tetap kaki lima alias ramah di kantung.


Selain canggih kebersihannya pun terjaga, para pegawai termasuk tukang bersih-bersih di warung itu bergaji Rpxx juta.


Dengan pelayanan yang ramah pada semua tamu membuat warung yang awalnya sepi menjadi ramai dan karena rajin nya si pemilik bersedekah.


Ya, setiap kamis dan jum'at gratis untuk semua makanan dan minuman(kalau setiap hari ya kasihan juga para pegawainya).


Oh.. iya, selain cozy dan insta tempatnya juga ber ac bagi yang di dalam yang di luar pun ada mau yang di gazebo atau di roof top semua terasa sejuk sembari menatap pemnadangan kota Bekasi


"Apa?Seina? sudah me.. ninggal?" pekik Asti kaget setelah mendapat kabar mendadak dari sang putra.


"Iya, Ma. Aku aja baru tahu kabar itu dari kak Dika Abangnya," jawab Rilan, memelas.


"Kasihan sekali dia padahal dia anak yang baik, Mama menyukainya," tutur Asti, lirih.


"Semua ini terjadi begitu saja, Ma. Aku aja syock mendengarnya."


Asti yang melihat kesedihan sang putra langsung memeluknya untuk menguatkannya.


"Padahal aku sama dia pernah ngobrol bareng," imbuh Reta. "Sama Mama juga. "


"Namanya juga takdir, Kak. Kita kan gak ada yang tahu," seloroh Nedar menatap Reta.

__ADS_1


"Iya, Nedar benar. Oh.. iya, bagaimana dia bisa meninggal?" tanya Asti, kepo.


Rilan menarik napas, panjang, lalu...


"Dia su.. dah tahu penyakit Rilan, Ma," jawabnya, pelan.


"Apa!" Asti membelalakan matanya. Begitu juga yang lainnya. "Bagaimana dia bisa tahu?" tanyanya di sela kagetnya.


"Aku juga gak tahu awalnya bagaimana, Ma?Kak Andika bilang kalau Seina sudah tahu penyakitku," tutur Rilan penuh penekanan.


"Astaga!" desis Reta tak kalah kaget.


"Salahku mengapa aku tak bisa mencegahnya!" geram Rilan, marah juga merasa bersalah.


"Tidak usah menyalahkan dirimu sendiri, Rilan. Ini memang sudah takdir kehendakNya," tutur Basra sang Ayah, pelan.


Rian menggeleng..


"Tidak! semua ini memang salahku!awal semua ini karena aku!seandainya, aku tahu aku akan mencegahnya!mengapa bukan aku saja yang mati Tuhan!mengapa.... aaaa?!?!" teriaknya, frustasi.


"Kamu gak boleh bicara seperti itu, Rilan, " ucap Nedar menyadarkan.


"Iya, Rilan. Mungkin ini kehendakNya," timpal Asti.


Rilan yang menutup wajahnya berlari ke kamarnya.


"Rilan!"


"Ma, biarkan saja dia menenangkan diri dulu, dia juga syock dapat kabar duka itu, " cegah Basra bijak. Saat melihat Istrinya mengejar Rilan.


Kalian belum pernah tahu kan siapa Abang pertama Rilan?Abang pertama Rilan yang bernama Awirya itu memang sudah berkeluarga dan dia tinggal di Surabaya bersama keluarganya.


Ya... dia kini sudah memiliki tiga anak yang satu baru lahir dari Istri yang bernama Kifaya yang seorang penulis naskah terkenal sedang Awirya adalah pemilik Perusahaan Wirya yang diambil dari nama panggilannya bergerak di bidang mesin cuci piring.


Awirya dan keluarganya tinggal di perumahan mewah yang lokasinya strategis apalagi dari rumah ke kantor hanya sekitar lima kilo meter.


Warung Djuri..


"Aduh maaf ya, Zachry. Aku baru sampai, " ucap Siena tak enak.


"Gak apa. Silakan duduk." Dengan sopan Zachry mempersilakan Siena duduk.


"Terima kasih," ucap Siena, tulus.


Mereka sedang di gazebo sekarang..


"Kamu sudah pesan makanan?" tawar Zachry.


"Aku sudah pesan minuman teh manis hangat tadi kalau makan, aku sudah bawa bekal dari rumah," balas Siena, jujur.


"Bukannya di tempat kamu ada kantin?"


"Iya, sih. Aku cuma mau lebih hemat aja, bawa bekal sendiri kan lebih praktis. "


"Juga gratis kan?"


"Nah itu jawaban yang paling tepat. "


"Dasar kamu ini. "

__ADS_1


"Kamu juga mau kan?" goda Siena.


"Siapa yang gak mau?" kekeh Zachry.


Beberapa menit kemudian mereka melepaskan tawa lalu beberapa menit kemudian wajah mereka menjadi serius.


"Sien, " panggil Zachry, berbisik.


"Ya," sahut Siena.


Mereka pun terdiam sebentar...


"A... aku sudah lama.... "tiba-tiba Zachry kehilangan kata-katanya.


Rasa grogi menyelimuti dirinya...


"Sudah lama apa, Zachry?" tanya Siena, penasaran.


"Ayo.. dong Zachry. Katakan!" serangnya pada dirinya sendiri.


"Aku..... "


"Katakan saja. "


Zachry pun mengungkapkan maksud hatinya dengan jujur tentang perasaannya pada Siena.


Untungnya, ungkapan perasaan Zachry direspon positif oleh Siena, Siena juga diam-diam menaruh perasaannya pada Zachry.


Hati Zachry pun lega cinta bisa diterima oleh Siena kalau pun Siena menolak dia tetap lega karena sudah mendapat jawabannya.


Beberapa jam kemudian...


Pesanan mereka pun sudah datang, mereka pun asyik menikmati hidangan mereka masing-masing.


Sehelum mereka pulang, mereka take action dulu di tempat itu lalu dikirim ke beranda instagram dengan caption" Super duper cozy. " di ig Zachry yang bernama@Zach_


Perusahaan Derafa.


Seorang pria culun masuk ke dalam Perusahaan, dia ingin melamar pekerjaan tapi bingung interview nya di mana.


"Ada yang bisa saya bantu, Mas?" tanya Pak Uke seorang satpam, ramah.


"Mas saya mau nelamar pekerjaan, ruang interviewnya di mana ya?" tanya balik pria itu sopan.


"Oh... di sana, Mas. Lurus aja sampai mentok ke arah cafe lalu Mas belok kanan," tunjuk sang satpam.


"Oh... di sana?baiklah saya sudah tahu. Terjma kasih, Pak," ucapnya, tulus.


"Sama-sama, Mas Semoga diterima," seru Pak Uke.


Pria culun itu tersenyum misteri...


"Tentu saja aku kan bagian dari Perusahaan ini, " ungkapnya dalam batin.


Beberapa menit kemudian...


Dengan ragu dan malu pria culun itu memasuki ruang interview dengan map di dadanya.


Tentu saja dia menjadi builan para pelamar lainnya dan menjadi bahan tertawaan.

__ADS_1


"Eh.. culun!mau apa kau datang kemari?" tanya seorang pria, sinis.


Bersambung...


__ADS_2