Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Kau Menjebakku!


__ADS_3

"Efron, kau sudah mendengarnya, bukan?" seru Firdhan yang tentu saja membuat Erhat terkejut.


"Kau menjebakku!" pekik Erhan, tak terima.


"Bukan aku tapi kami," sahut Firdhan, menyeringai.


"Bahkan aku sudah merekamnya, Fir," ungkap Efron.


"Bagus." Firdhan mengacungkan jempolnya. "Terima kasih, teman. Atas ide cerdasmu itu," ucapnya sambil menatap datar Erhan yang menatap tajam dirinya dan Efron.


"Erhan, apa kau tahu. Apa hukuman buat orang yang suka merebut lahan orang?" bisik Firdhan pelan tapi tajam.


Erhan terdiam dengan wajah yang penuh kemarahan dan rasa kesal.


"Apa yang kalian inginkan?heh!mau menjatuhkan aku?" tuding Erhan, tajam.


"Apa kau merasa dijatuhkan?"sangkal Efron mewakili sang teman.


Erhan mendelik tajam ke arah Efron..


"Kau itu siapa?tidak usah ikut campur masalah kami!"sentaknya dengan suara lantang.


"Dia itu temanku!dia berhak atas semua ini, "tekan Firdhan, tegas.


"Oh.. dia temanmu?kau pikir, aku bukan temanmu, Fir!"bentak Erhan, keras.


"Iya, kau temanku, seorang teman yang menusuk temannya dari belakang!"serang Firdhan menunjuk tajam wajah Erhan.


"Fir, aku sudah kasih alamat sini ke pihak herwajib ya melalui pesan whats app," info Efron, serius.


"Bagus, Fron, "sahut Firdhan menatap Erhan dengan wajah kesal.


"Apa yang akan kalian laporkan?heh?gak ada pengaruhnya sama sekali justru aku lah yang laporkan kalian balik karena sudah berani mencemarkan nama baikku, "balas Erhan merasa berada di atas angin.


"Kau... "


"Sudah, jangan terbawa emosi. Nanti dia akan merasa menang kalau kita emosi," potong Efron sekaligus menegur.


Firdhan menatap tajam Efron lalu menatap pasrah..


"Ya.. kau benar, tak ada gunanya kita membalas orang sakit jiwa sepertinya," ucapnya yang dibalas delikan tajam Erhan.


"Akhirnya, kau mengerti, kawan."


"Siapa yang sakit jiwa!kalian jangan ngarang ya!"

__ADS_1


"Siapa yang mengarang?kami bukan ahlinya mengarang," ledek Efron.


"Maaf ya, Erhan. Kami itu bukan sepertimu yang ahli dalam karang mengarang apalagi mengarang cerita kalau aku lah perebut Perusahaanmu," imbuh Firdhan.


"Emang iya!"


"Oh... iya?sebelum mengaku Perusahaan ini milikmu, sebaiknya kau baca ini terlebih dahulu!" Efron melempar sebuah file ke arah Erhan. "Baca dengan teliti dan baik-baik! "umpatnya, kesal.


Setelah itu..


"Tidak mungkin!ini semua tidak mungkin!" teriak Erhan tidak mau menerima.


"Apa yang tidak mungkin, Erhan?kau sudah terjebak dengan karangamu sendiri, "tunjuk Firdhan.


Ya... Erhan dulu adalah teman satu kampus Firdhan tapi beda kampus dengan Efron.


Dia begitu iri dan dengki pada Firdhan yang selalu menjadi kebanggaan kampus karena menyabet Mahasiswa dengan nilai terbaik.


Sedang Erhan, yang memiliki prestasi biasa saja dan nilai akademik selalu anjlok dan seringkali mendapat teguran keras dari para Dosen.


Erhan memang tidak memiliki nilai plus di bidang akademik tapi dia memiliki niilai plus di bidang menulis fiksi bahkan tulisannya pun banyak yang baca.


Sayangnya, di balik semua itu.Dia menggunakan cara liciknya untuk menggeser Firdhan untuk menjadi pemilik Perusahaan.


Dia mengarang cerita kalau Firdhan sudah merebut Perusahaannya yang dia rintis dengan bukti palsunya sehingga Firdhan harus terusir dari Perusahaannya sendiri.


Erhan pun tak kehilangan akalnya dengan senyum liciknya dia merobek kertas dokumen itu yang membuat Firdhan terkejut.


"Firdhan, kau tak bisa menuntutku! karena kau tak punya bukti kalau Perusahaan ini milikmu, ha.. ha.. ha.. aa, "tawanya, keras.


"Tenang saja, sudah kuupload sebelum kamu merobeknya," balas Efron dengan wajah tenang memperlihatkan hasil fotonya.


Firdhan pun bernapas lega..


"Apa!" pekik Erhan tak percaya.


"Kau hidup di jaman apa, Erhan?sehingga tidak tahu tentang teknologi," papar Efron tersenyum geli.


"Kau.. "


"Aku?apanya yang aku?" tantang Efron.


Erhan mendengus kesal.


"Oh.. iya, bagaimana dengan surat kepimilikan bangunan ini?apa Perusahaan ini jangan-jangan kau bangun di atas tanah sengketa ya?"

__ADS_1


"Jangan kebiasaan ngarang cerita, coba lihat ini. Ini adalah dokumen asli surat kepemilikan bangunan ini adalah milikku."


"Masih tidak percaya juga?coba buka matamu lebar-lebar tanda tangan siapa saja ini?" dengan kesal Efron menunjuk dokumen yang bertanda tangan.


"Ini, tanda tangan Firdhan dan ini..... "Erhan kaget saat melihat tanda tangan seorang notaris yang bernama Yaran Arwanda.


"Kalau tidak percaya lagi aku bisa menghubungi nomornya, dia masih aktif kok."


Mendengar itu Erhan menjadi terdiam tidak lagi menyangkal kini dia dalam posisi terjepit.


Lampung..


Tepatnya di sebuah perumahan elit di Way Halim sebuah bangunan mewah dan megah milik keluarga Darmono.


"Wulan, lebih baik kau fokus saja pada pernikahan kalian kelak. Soal kost an mu suruh saja orang kepercayaanmu mengurusnya," titah Rifani sang Ibu.


"Iya, Ma. Sudah aku info jauh-jauh hari kok sebelum hari H tiba," jawab Wulan, tenang.


"Hmm.. bagus deh kalau begitu, kalau sudah menikah nanti baru bisa mengurusnya dengan cara memantaunya berdua dengan Hawirzen, calon suamimu," imbuh sang Ibu.


"Iya, Ma. Wulan ngerti lagipula Hawirzen pernah lihat-lihat juga kok kost-kost an milik Wulan. "


Kost-kost an Wulan yang berada di Bandar Jaya itu memang tergolong mewah tapi dengan harga terjangkau fasilitasnya pun lengkap seperti wifi yang terus aktif, Ac dan kamar mandi di kamar mereka yang mewah, bersih, dan rapi serta wangi.


Kost-kost an pun terbagi dua yaitu khusus putri di sebelah utara sedang putra di sebelah utara.


Tentu saja kost-kost an milik Wulan memiliki peraturan yang ketat baik itu putra maupun putri.


Terutama putri, jam delapan malam ke atas tidak boleh lagi menerima teman pria, menerima teman pria pun harus di saat malam minggu atau hari libur nasional lain itu, tidak bisa ini semua agar mereka fokus pada tugas sekolah atau kuliah mereka dan mereka bisa belajar dengan giat.


Hari senin dan jumat mereka tidak boleh menggunakan ponsel, kalau masih ada yang menggunakan ponsel tersebut di sita.


Kalau mereka ingin menggunakan ponsel karena ada keluarganya yang menelepon tinggal minta izin saja dan itu pun harus memakai speaker.


Tidak diizinkan juga membawa teman pria ke kamar walau sepenting apapun itu, ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan baik dikenal ataupun baru saja kenalan.


Peraturan itu pun berlaku pada kost-kostan khusus putra, pada hari biasa mereka tidak boleh membuat onar dengan suara petikan gitar dan nyanyian mereka yang seperti kaleng rombeng itu, dilarang meminum minuman keras dilarang membawa teman wanita ke kost an apalagi sampai masuk kamar.


Seperti pada kost-kost an putri, mereka tidak boleh memakai ponsel kalau di hari biasa kalau hari libur mereka baru bisa bebas menggunakannya.


Kembali ke Bekasi...


Apartement Ry lan...


"Bagaimana omset penjualan apartement kita seluruh ruang?" tanya Rilan menatap datar sang Asisten.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2