Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Belum Siap.


__ADS_3

"Soal bersedia, tentu saya bersedia, Pak. Namun, saya belum mempersiapkan naskahnya, "jawab Kifaya, cemas.


"Tenang saja, Bu Kifaya. Skuel filmnya masih lama kok jadi anda bisa kapan saja membuatnya, tidak usah terburu-buru," sahut Argathan, santai.


"Oh.. syukur lah," ucap Kifaya menghela napas, lega. "Kalau boleh saya tahu, kapan skuel filmnya dibuat ya, Pak? " tanyanya, memastikan.


"Rencananya, sih. Dua bulan lagi pertengahan hari skuel filmnya dimulai, "jawab Argathan.


"Apa pemainnya sudah ada, Pak?"


"Tentu saja, Bu. Kami para kru sudah menemukannya sekarang tinggal naskahnya yaitu dari Ibu. "


"Oh.. begitu ya, Pak?"


"Iya, Bu. Anda tinggal tulis naskahnya di laptop akan saya kirimkan alamat email saya di android Ibu, apa Ibu bersedia memberikan saya nomor ponselnya? "


"tentu saja, Pak. "


Kifaya pun memberikan kode QR whats app nya ke whats app Argathan.


"Oke, terima kasih, Bu."


"Sama-sama, Pak. "


Kifaya Ilfani Biran adalah penulis naskah yang briliant banyak para kru film yang ingin meminang naskahnya termasuk Argathan dan kru film lainnya.


Cuma skuel yang dimaksud Argathan masih baru dan baru pertama kali naskahnya dipinang oleh sutradara terkenal seperti Argathan.


Lampung..


Acara pertunangan Wulan dan Hawirzen pun dimulai dengan mewah dan meriah.


Banyak para tamu undangan yang hadir termasuk teman-teman sekolah dan kuliahnya dulu termasuk para bestie nya.


Untuk acara resepsi nya nanti rencananya akan diselenggarakan di Hotel Marcopolo.


Turut hadir juga keluarga, para pejabat daerah Lampung dan keluarganya tidak lupa teman sekolah dan kuliah Hawirzen pun turut hadir tak tertinggal para sahabat pun ikut hadir merayakannya.


Bekasi...


Tepatnya di kediaman Wiryo...


"Apa?secepat itu kah, Pa?" tanya Ifna, mendelik kaget.Saat sang Ayah tiba-tiba merencanakan pertemuannya dengan calon yang akan menjadi suaminya nanti.


"Iya, sayang. Pakai baju yang indah dan rapi ya," jawab sang Ayah sekaligus berpesan.


Di kediaman rumah Hadi...


"Bagaimana bisa, Pa!lagipula Efron tidak mengenal wanita yang bernama Ifna Dinasha itu," tekan Efron, tak suka.

__ADS_1


"Sudahlah, nurut saja sama Papa. Dijamin kamu gak akan kecewa sama keputusan Papa sama sahabat Papa itu," balas Hadi dengan santainya.


Kembali ke kediaman keluarga Wiryo..


Mendengar keputusan sang Ayah, Ifna mendengus kecewa.


Bagaimana tidak kecewa, dia dijodohkan oleh laki-laki yang tidak dikenalnya padahal dia sudah menaruh hati pada seorang pria yang baru dikenalnya lewat insiden yang tidak disengaja dia pun sudah cerita pada sang Ayah.


"Pa, Ifna gak kenal sama sekali dengan pria bernama Efron Hadikusuma," protes Ifna, menekan.


"Ya.. kenalan dong, Kak, " timpal Arga sang Adik bungsu melirik jahil.


"Diam kamu, bocah!" ketus Ifna.


"Deuh.. galak amat," desis Arga yang terdengar oleh Ifna.


"Aku mendengarmu, Arga!" teriak Ifna.


"Ifna, yang Adikmu itu bilang benar aoa adanya sayang," bela Wiryo.


"Iya, Pa. Tetap saja Ifna gak suka sama yang namanya per jo do han, Papa tahu kan kalau ini bukan jamannya Siti Nurbaya lagi," papar Ifna, cemberut.


"Iya, Nak. Papa tahu tapi dengan mengenalnya lebih dekat, dijamin kalian akan menemukan kecocokan," sahut Wiryo, bijak.


"Kalau enggak, bagaimana?" sanggah Ifna kemudian...


Oh.. iya, saat ini mereka berkumpul di ruang tengah sayangnya, mereka hanya kumpul berlima.


Di kediaman Hadi...


"Ya, terserah kamu. Mau laniut apa enggak hubunganmu dengannya?keputusan ada di tanganmu, Papa selaku orang tua hanya bisa menerima,"jawab Hadi, bijak.


Efron pun terdiam tak lagi bertanya dia mengempaskan tubuhnya di atas sofa yang berubah menjadi tempat tidur dan mengembuskan napasnya.


"Bagaimana ya reaksinya kalau aku bilang bahwa aku sudah dijodohkan oleh Papa dengan wanita lain?pasti deh dia sedih," ungkap Efron, dalam hati. Sedih.


Kembali ke keluarga Wiryo...


"Bagaimana ya reaksinya kalau dia tahu kalau aku dijodohkan?pasti dia sangat terpukul!" ungkap Ifna dalam hati, bimbang. Merasa bersalah.


Pekan baru...


Elard dan keluarganya sedang asyik menikmati jalan-jalannya keliling Pekan baru.


Dengan mobil Brio warna hijau mereka menyusuri Jalan Sudirman yang merupakan Jalan terpanjang dan ter hits di Pekan baru.


Lalu, berhenti sejenak untuk menikmati durian yang enak di Durian Runtuh.


Beberapa menit kemudian setelah puas menikmati durian perjalanan mereka lanjut kembali menuju mall Ska atas permintaan ketiga anak mereka.

__ADS_1


Kembali ke Bekasi...


"Sudahlah, If. Kamu terima saja perjodohan itu, orang yang kamu pertahankan di dalam hatimu bukan berarti dia yang terbaik untukmu lagipula aku yakin Papamu itu tidak salah pilih mencarikanmu jodoh yang jelas," omel Lana saat Ifna curhat bahwa dia dijodohkan.


"Ngomong sih mudah, Lan. Melakukannya tidak semudah membalikkan tangan lagipula aku gak kenal siapa Efron itu," sahut Ifna, malas.


Saat ini mereka berada di Rumah Makan Soto Kudus di Jalan R. A. Kartini.


"Terus, memangnya kamu tahu siapa nama cowok yang kata kamu baru kenal di jalan itu?" Ifna menggeleng, lemah.


"Aku belum sempat tanya namanya waktu itu, Lan," paparnya, penuh sesal.


Lana mendengus kesal seiring pesanan mereka datang.


Di tempat yang berbeda...


Waktu sudah berlalu Rilan sudah bisa merelakan kepergian Seina dengan ikhlas bukan berarti melupakannya.


Setelah lama ditinggal Seina untuk selamanya beberapa bulan kemudian dia menemukan seorang wanita pengganti Seina bernama Meta Aurila Prayidna yang ternyata artis tik tok terkenal.


Pertemuannya dengan Meta berawal dari dikenalkan oleh seorang teman kebetulan Meta adalah saudara sepupu temannya.


Awal pertemuan Meta memang benar-benar wanita yang baik, cantik dan briliant Rilan pun merasa nyaman menjalin hubungan dengannya.


Rilan yang mengaku kalau dia hanya lah staf biasa di Apartement Ry lan tidak membuat wanita itu berpikir untuk meninggalkannya.


Flashback..


"Kalau kamu gak bisa menerima profesiku, gak apa-apa. Aku bisa mengerti kok dan aku, rela kamu tinggalkan," ujar Rilan, putus asa.


"Kamu tuh ngomong apa sih, Rilan?ya, gak mungkin lah. Aku meninggalkanmu hanya karena kamu pegawai biasa," sahut Meta.


"Apa kamu gak malu?" Meta tertawa dan menggeleng.


"Ngapain aku harus malu sih?bagiku yang penting tanggung jawabnya bukan jabatan yang tinggi," sahut Meta, jujur.


"Bagaimana kalau teman-teman atau para fans mu tahu tentang kebenaran kalau seorang pegawai biasa menjalin hubungan dengan seleb tik tok'?apa kamu gak takut ditinggal?"


"Takut?gak ada tuh kata takut ditinggal dalam kamusku karena kan aku yang menjalani kehidupan ini bukan mereka. "


"Hmm.. iya juga sih. " Rilan manggut-manggut.


Flashback off...


Di markas Polisi...


"Apa kalian mengenal wanita itu?" tanya seorang detektif kepada Zurman dan kedua ibu rumah tangga.


Bersambung..

__ADS_1


Untuk hiburan santai agar tidak tegang dan tenggelam dalam cerita author akan menghibur dengan lagu 25 minuets nya Michael Learns to Rock.


__ADS_2