Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Calon.


__ADS_3

"Ya, iya lah. Mau kapan lagi, coba? " sahut sang ayah, tegas.


"Ya, Pa. Ifna kan belum siap untuk bertemu lagipula kan Ifna sudah bilang kalau Ifna sudah kenalan sama seseorang,"keluh Ifna, malas.


"Iya, tapi belum tahu kan namanya siapa? asal usulnya dari mana? "


"Lho, Pa. Bukannya mencintai seseorang gak memandang status?"serang Efron.


"Iya memang benar, tapi kau belum mengenal namanya kan?"serang Handi, balik.


"Walaupun aku belum mengenalnya lebih jauh, aku yakin dia nantinya jadi yang terbaik buat Efron. "


"Kamu yakin?jaman sekarang lho, If. Jangan asal percaya sama orang aja apalagi sama laki-laki," cetus Dika sang Abang mengingatkan.


"Iya, Sayang. Benar apa dikatakan Kak Dika, jangan tergoda dengan tampang dan kebaikannya karena di balik itu ada sesuatu kejahatan yang tersembunyi, apalagi kamu belum kenal betul si dia," imbuh Wiroyo menyentuh sayang hidung kecil sang putri.


"Ya, aku harus bagaimana?apa yang harus aku katakan padanya?"gumam Ifna dalam hati merasa bersalah.


"Aduh, aku harus bagaimana?apa reaksinya saat aku bilang padanya kalau aku dijodohkan papa dengan wanita lain," gumam Efron dalam hati sambil menggaruk tengkuknya, bimbang. "Wah, bisa-bisa kecewa deh dia," rutuknda masih dalam hati, frustasi.


"Aku harus bagaimana ya, Tuhan?"adu Ifna, di kamarnya pada Yang Maha kuasa.


Saat ini Ifna berada di kamarnya ditemani oleh berbagai pikiran.


"Aku memang belum kenal namanya sih, tapi aku merasa. Dia itu adalah pria yang baik dan tulus,"gumamnya dalam hati, bingung. "Kelihatannya dia gak jahat," lanjutnya, lagi.


"Ifna, cepetan ganti bajunya. Calon suami kamu akan datang kemari, Sayang," tegur Wiroyo sekaligus mengingatkan.


"Iya, Pa, " sahut Ifna, menurut. Dengan terpaksa.


Dengan perasaan maalas Efron menuju kamarnya untuk ganti baju bagus dan rapi biar terlihat tampan dan gagah di depan calon istri dan mertua.


Flashback on...


"Papa tahu, kamu gak kenal sama wanita yang akan Papa jodohkan.Namun, Papa yakin. Kamu gak akan rugi berkenalan dengannya. "


Flashback off...


Surabaya....


Kifaya terkaget-kaget saat membaca pesan dari sutradara Argathan karena dalam pesan di whatsapp itu Pak sutradara mengirimnya transfer sejumlah Rpxxx. xxx juta.


Dengan perasaan masih syok dia mulai menghubungi Argathan karena itu terlalu berlebihan dan tidak sesuai perjanjian.


"Sore, Pak Argathan. Maaf mengganggu waktunya sebentar," ucap Kifaya.

__ADS_1


Di seberang sana...


"Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" sahut Argathan, sopan.


"Iya, Pak. Maaf ya sepertinya transfer dana yang Bapak kirim ke saya terlalu banyak dan seingat saya itu tidak sesuai dengan perjanjian kita," ungkap Kifaya.


"Oh, yang itu?" Argathan tertawa kecil. "Iya, Bu. Saya sengaja melebihkan yang ditargetkan karena saya ingin memberikan anda bonus,"ungkapnya terus terang.


"Lho bukannya film itu mulainya lusa ya, Pak?"Kifaya mengingatkan.


"Iya, Bu. Akan tetapi para kru dan pemain sudah jatuh cinta pada naskah yang Ibu buat, katanya naskah buatan Ibu seperti hidup," jawab Argathan, serius.


"Oh gitu tho, Pak. Saya kira tadi Bapak gak ingat perjanjian kita dulu. "


Argathan tertawa...


"Masih lah, Bu. Mana mungkin saya lupa, lagipula saya memberikan bonus ke Ibu sebagai apreasi rasa Terima kasih saya ke Ibu karena sudah memberikan waktunya untuk menulis naskah film terbaru saya. "


"Sama-sama, Pak. Lagipula itu kan tugas saya sebagai penulis naskah dan juga Ibu rumah tangga. "


"Wah, anda wanita yang hebat, Bu Kifaya," puji Argathan.


"Ah... saya hanya mau membantu suami kok, Pak," sahut Kifaya, merendah.


Beberapa menit kemudian...


Sedangkan Argathan sudah sibuk dengan para kru dan pemainnya, terutama sibuk dengan akting para pemainnya yang memainkan masing-masing perannya.


Mereka adalah para aktor dan aktris terkenal yang sudah makan asam garam dunia perfilman nasional, aktingnya pun sudah tidak diragukan lagi.


Kembali ke Bekasi...


"Ah... Papa, seandainya dikau mengerti. Kalau diriku tak ingin dijodohkan lagipula kan ini bukan jaman Siti Nurbaya," gumam Efron dalam batin, malas.


Kediaman Wiroyo...


"Apalagi aku belum pernah tahu seperti apa wajah dan sifat aslinya, lagian Papa ada-ada aja sih. Masa jaman sekarang masih ada acara jodoh-jodohan," gerutu Ifna sambil memilih baju yang akan dipakai.


"Ifna, kamu sudah ganti baju, Nak?Cepat dikit ya, Sayang. Karena kita akan bersiap-siap menyambut mereka sebagai calon suami dan mertua kamu," tegur Wiroyo, mengingatkan.


"Iya, Pa," sahut Ifna tak bergairah.


Lampung...


"Kita akan pindah ke mansion dan menetap selamanya di sana," ujar Izen panggilan dari Hawirzen itu tegas.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan kos-kos an milikku?" tanya Wulan, ragu.


"Tentu saja kau boleh ke sana kapan saja, Sayang," jawab Izen dengan mesra lalu menggenggam erat tangan mungil Wulan matanya pun menatap dalam sang istri.


Oh... iya, perlu diketahui. Saat ini mereka masih berada di kediaman keluarga Wulan dan rencananya Hawirzen akan membawa Wulan untuk tinggal sendiri


"Apa kita pindahnya besok pagi?"Hawirzen mengangguk cepat.


Sedangkan Wulan melengos karena berarti hari itu dia harus meninggalkan rumah yang menjadi kenangannya sedari dia bayi.


"Kamu bisa mengunjungi keluargamu kapan saja," imbuh Izen seakan tahu isi hati istrinya.


Wulan pun mengangguk dan tersenyum manis.


Pekanbaru...


"Ma, ini uang Papa kasih ke Mama. Semoga uang ini cukup untuk kebutuhan Mama dan keperluan Lia dan Arbi," tukas Erlard pada sang istri sambil mentransfer dana jutaan lebih ke rekeningnya melalui android. "Kalau masih kurang atau habis, bilang saja sama Papa. Akan Papa transfer lagi.


"Terima kasih, Pa. Transfernya sudah masuk ke rekening Mama," ucap Denara istri dari Erlard dengan wajah penuh kebahagiaan.


Erlard pun tersenyum bahagia dan puas saat sang istri memancarkan cahaya di wajah cantiknya.


Mereka saat ini tengah berada di rumah mewah yang sangat besar dan luas di perumahan elit sekitaran Jalan Sudirman.


Mereka juga memiliki dua anak cukup(wah, KB dong), 😊 yang pertama Asrrilia Puspita Binowo dengan panggilan Lia saat ini dia tengah duduk di bangku kelas tiga es de dan yang kedua alias si bungsu yang bernama lengkap Zarbiran Adyaksa Binowo tengah duduk di bangku te kan kelas B2 dengan nama panggilan Arbi.


Sebenarnya, Ara panggilan sang istri. Pernah bekerja di Perusahaan dengan jabatan sebagai Direktur Utama.


Karena menikah dengan Elard, dia memutuskan resign dari pekerjaannya dan fokus pada keluarganya.


Iya, sekarang dia bukan lagi wanita karir sebuah perusahaan, tapi sudah berubah menjadi ibu rumah tangga yang baik dan dibanggakan sang suami tentunya.


Pekerjaannya pun tidak berat dan melelahkan karena ada alat-alat pembersih canggih dan modern yang meringankan bebannya.


Jadi encok, pegel linu, sakit pinggang tidak mungkin terjadi.


Kembali ke Bekasi...


"Kean," panggil Lana melambaikan tangannya.


Dengan perasaan bahagia dan senang Kean menghampiri sang kekasih tanpa babibu Lana langsung memeluk tubuh sang kekasih dan Kean membalasnya.


Beberapa lama kemudian...


Kean melepaskan pelukan Lana dan menatapnya lekat wajahnya penuh kecemasan.

__ADS_1


"Lana, pipi kamu merah. Kenapa, Sayang?" tanyanya, khawatir.


Bersambung...


__ADS_2