
Kifaya bukannya tidak percaya tapi rasa takut akan tipuan seseorang yang mengaku sebagai ini itu asiaten si anu bos nya anu atau siapa lah! itu memang ada di benaknya.
Jaman sekarang kan para penipu itu pintar-pintar so Kifaya pun harus pintar mewaspadai dirinya sendiri agar tidak menjadi korban.
walaupun dia sendiri pun belum pernah jadi korban.
"Kalau tidak percaya, Ibu boleh kontak langsung atasan saya," putus Zifara, mengerti. sambil menyerahkan kontak atasannya pada Kifaya. "Atau kalau Ibu ada waktu bisa ke alamat ini, " imbuhnya menyerahkan kartu nama sang atasan.
"Iya, baiklah," ujar Kifaya, datar. Beri saya waktu lagipula saya harus minta izin dulu pada Suami saya," putus Kifaya, akhirnya.
Zifara tersenyum tulus..
"Masih banyak waktu kok, Bu. Saya juga tidak ingin memaksa Ibu untuk menerima tawaran saya, " sahut Zifara, bijak.
Kembali ke Bekasi...
Resto Nuswara...
"Aku ingin, menu kita yang baru launching dinikmati secara gratis oleh pelanggan dan bagikan mereka pena dan kertas sebagai rasa ungkapan mereka tentang masakan baru kita, " papar Harfan dalam rapat.
"Kalau misalkan kurang enak, Pak? "
"Kita ganti menu lain yang sekiranya lebih disukai seluruh konsumen di Indonesia. "
"Ide bagus tuh. "
"Nah... bila mereka menilai menu baru kita enak, bulan depan kita kasih beli dua dapat tiga, bulan depan kemudian kasih diskon lima persen seminggu kemudian diskon dua belas persen dan setelah tutup bulan diskon dua puluh lima persen hingga tanggal tujuh terus tanggal sepuluh kita kasih diskon lagi lima puluh persent hingga tanggal dua puluh berikutnya kita promosi gratis untuk minuman kalau cemilan kalian sudah tahu kan kalau itu gratis ini untuk semua kalangan, " tegas Harfan.
"Tahu, Pak," sahut para pegawai.
"Pak, bagaimana seandainya menu baru kita ini menggeser posisi serundeng sebagai menu favorit para pelanggan?" tanya seorang pegawai wanita.
"Iya, Pak. Bener tuh. "
"Iya.. ya. " celutuk lainnya.
Keributan kecil di rapat itu pun terjadi..
"Tenang.... tenang semuanya, aku pastikan menu yang lama seperti serundeng, garang asem, tauge tumis dan sebagainya tak akan tergeser oleh menu baru kita ayam filet kecap pedas karena tidak semua pelanggan menyukai pedas atau mereka tidak bisa makan pedas karena suatu penyakit," imbuh Harfan sekaligus menenangkan.
"Masuk akal juga sih, " gumam seorang karyawan pada teman di sebelahnya.
"Iya, benar. Lagipula Ibuku tidak bisa makan pedas, "sahut sang teman, berbisik.
"Nah... pas banget tuh," serunya, agak berbisik. Lalu menjentik kan jari.
Di tempat lain...
"Eh... lihat, siapa itu?itu bukannya Kiran Iskandar?" tanya seorang wanita kepada temannya menunjuk seorang wanita muda nan cantik.
"Bukannya, dia seorang selegram?" bisik sang teman.
__ADS_1
"Iya, dia selegram yang terkenal itu bukan hanya terkenal di Indonesia tapi di seluruh dunia," sahut wanita itu berbisik pula.
"Wow," seru sang teman, girang. "Pantas saja folower nya jutaan. "
"Ratusan juta, "imbuh sang teman, melotot.
"Hah?" Wanita itu setengah berteriak sambil menutup mulutnya sambil membulatkan matanya, selebar mungkin. "Gila!" pekiknya agak dikecilkan.
"Sebenarnya, aku pernah lihat sih captionnya di instagram waktu itu jumlah folowernya kalau gak salah puluhan juta lebih karena sering fokus pada suami dan anak-anak aku jadi gak punya waktu untuk lihat instagramnya lag, eh.. tahu-tahu sudah ratusan juta aja folowernya, ck!" decaknya, kagum.
"Iya, aku mengerti. "
Kiran Iskandar bukan hanya selegram terkenal di muka bumi ini tapi memiliki kecerdasan yang mengagumkan dan dia juga adalah duta anti kekerasan terhadap wanita dan anak-anak termasuk kekerasan seksual.
Kekasih dari Harfan Nuswara itu adalah tiipe wanita yang tegas, sederhana, dan tidak suka berbasa basi.
Surabaya..
Setelah Zifara pulang, Kifaya bermaksud menyatat nomor bos Zifara di kontak androidnya, tiba-tiba..
"Hah?!"pekiknya kaget sehingga membuat tidur si Bayi pun terganggu lalu menangis lah dia memanggil Ibunya.
"Iya, Nak. Tunggu sebentar ya, "sahut Kifaya sedikit berteriak.
Bayi mana oun tidak akan pernah mengerti, mereka terus menangis sebagai tanda permintaan atau apapun itu seperti hal nya sang putra Zirwan Adiaksa Wirya.
"Ini kan sutradara terkenal yang film nya dulu pernah kutonton kalau gak salah judul filmnya Kota Fiksi di Cgv, jadi Zifara itu adalah asisten sutradara kenamaan yang bernama Argathan Prawirya itu?atau.... "Kifaya menjeda argumentnya.
Seiring baby Ziwan terus menangis memanggilnya dan Kifaya pun bergegas menghampirinya.
Perusahaan Binowo, Rumbai...
"Bagaimana pendapat anda dengan interior bangunan hall ini, Pak?" tanya Yuran seorang arsitek terbaik di Pekan baru termasuk Rumbai minta pendapat Elard tentang desain denahnya.
Sejenak Elard berpikir...
"Hmm... sebenarnya, ini sudah standar bangunan Hall. Hanya saja.... " Elard menjeda kalimatnya lalu berpikir sejenak.
"Hanya saja apa, Pak?"tanya Yuran, bingung.
Elard masih fokus pada desain yang dibuat Yuran.
"Di sini," tunjuknya.
Yuran pun melihat apa yang ditunjuk jari telunjuk Elard.
"Coba kau perluas lagi ukurannya dan ruang menyusui dan mengganti popok agak sedikit diperluas lalu lainnya.... sudah memenuhi standar, "usul Elard.
"Baik, Pak," sahut Yuran, mengerti.
Kembali ke Bekasi...
__ADS_1
Perusahaan Zaxin...
"Mahmud, karena kau sudah membantuku mengelolah Perusahaan ini dengan baik. Aku akan mengangkatmu menjadi Direktur Perusahaan cabang di Pekayon," ucap Efron, serius.
"Terima kasih, Pak. Saya akan menjalani amanah ini dengan baik, "sahut Mahmud, bahagia.
"Iya, bonus untukmu aku tambahkan karena kamu sudah menjaga Perusahaan ini dengan baik," puji Efron, tersenyum bangga.
"Saya hanya menjalani tugas saja, Pak,"balas Mahmud, merendah.
Di tempat lain.. .
"Firdhan, masih punya muka ya kamu ke Perusahaan ini," sindir seorang pria.
"Memangnya mengapa?lagian Perusahaan ini pernah jadi bagian dariku kok," jawab Firdhan yang membuat pria itu terkekeh.
"Iya, itu dulu. Sekarang, kau bukan pemimpin lagi di sini," tekan pria itu, tajam.
"Terus, kalau memang aku bukan lagi pemimpin di sini. Apa kau berhak mengusirku?" serang Firdhan.
"Kau berani menyerangku?ingat, kau sudah tidak memiliki apa-apa sekarang!"tunjuk pria itu, sengit.
"Lalu, bagaimana denganmu, Erhan Hawirya?" tekan Firdhan, berbisik. Lalu tersenyum misteri.
Erhan mengembus napas, kesal...
"Firdhan, apa kau tahu mengapa Perusahaanmu bangkrut?" ucap Erhan, meremehkan.
"Bangkrut atau tidaknya Perusahaanku, apa masalahnya denganmu?bukan kah kau senang sudah tidak ada lagi saingan?" papar Firdhan, tajam
"Iya sih kau benar tapi perlu kau tahu ya, Fir. Aku sudah lama ingin memiliki Perusahaan ini. Sayangnya, kau malah merebutnya!" tunjuk Erhan, sengit sekaligus marah.
"Erhan, mengapa kau merasa Perusahaan ini aku yang merebutnya?tuduhan macam apa itu?"
"Sudahlah, Firdhan. Kau tak perlu munafik!"
Firdhan menggeleng kecewa..
"Erhan, apa kau tidak bercermin dari masa lalu?dulu, Perusahaanmu bangkrut kan?"
"Iya, itu karena dirimu yang berambisi ingin bersaing denganku, "tuding Erhan. "Sekarang kau dapat balasannya, bukan?"
"Fuih!kau masih membahas persaingan juga?apa kau lupa, bisnismu bangkrut itu ulahmu sendiri," tunjuk Firdhan, menekan. "Lagipula, apa aku pernah menganggapmu dan lainnya itu saingan?mana pernah, Han!"
Sejenak Firdhan menurunkan emosi lalu menutup kedua matanya.
"Kau pikir, aku tidak tahu atas perbuatanmu selama ini?"
"Apa?" ketus Erhan.
"Apa kau yang mengambil aset Perusahaan ini?" selidik Firdhan penuh penekanan.
__ADS_1
"Iya, memang megapa!" Erhan malah menantang.
Bersambung..