
"Kami tidak mengenalnya sama sekali, Pak," jawab Zurman, mewakilkan.
"Jadi, kenapa wanita itu sampai ke wilayah kita?" tanya sang agen, heran.
"Saya sendiri juga kurang tahu, Pak. karena pas saat saya temukan dia sudah tergantung," jawab Bu Ratna, mantap.
"Jam berapa Ibu menemukannya?" tanya si agen.
"Kira-kira jam sepuluh kurang, Pak. Setelah itu kami lapor Pak Zurman sebagai ketua er te," jawab Bu Ratna yang diangguk oleh Bu Hani.
"Oh.... Pak Agent, manggut-manggut. "Apa ada yang melihat kecurigaan sewaktu Ibu-ibu dan Bapak menemukan mayat wanita itu?" selidiknya.
Zurman dan kedua Ibu rumah tangga saling pandang satu sama lain lalu, menatap tanya sang agen.
"Ehem... maksud saya, seseorang yang mencurigakan di sekitaran mayat wanita itu?"
"Selain mayat wanita itu kami tidak menemukan seseorang yang mencurigakan, Pak."
"Iya, tak seorang pun yang kami lihat kecuali mayat wanita asing itu. "
"Aneh," gumam sang agen dalam hati sambil mengkerutkan dahinya.
Beberapa menit kemudian...
"Masuk."
Setelah seorang ajudan masuk..
"Ada apa?" tanya sang agen, datar.
"Lapor, Pak Yuras. Hasil otopsi sudah keluar," jawab sang ajudan.
"Baik, bagaimana hasil tesnya?" tanya sang agen bernama Yuras itu.
"Dokter otopsi menyimpulkan kalau wanita itu bunuh diri karena tidak ada luka di tubuhnya yang menampakan kekerasan fisik. "
"Benarkah?"
"Iya, Pak. Ini hasil tes nya." Sang ajudan memberikan selembaran kertas bukti otopsi.
"Bunuh diri?" seru Zurman dan kedua Ibu rumah tangga, kaget.
"Coba kau selidiki pihak keluarga wanita itu," perintah Yuras, tegas
"Siap, Pak. "
Hotel Zelantra...
Tak terasa Hotel yang terletak di Margahayu itu semakin maju dan banyak tamu yang datang untuk menginap di sana karena rasa nyaman dan pelayanannya yang sangat ramah juga makanan dan minuman yang super lengkap yang terus berganti menu.
Apalagi gedungnya yang selalu renovasi untuk menambahkan beberapa kamar.
"Pak, apa sebaiknya. Kita tambah ruangan lagi?" usul Arga pada Haryan sang atasan.
"Ruang apalagi, Pak Arga? bukankah ruangan di Hotel kita begitu lengkap," sahut Haryan menatap heran Arga.
"Iya, Pak. Saya tahu," tukas Arga, kemudian.
__ADS_1
"Lantas?"
"Pak, saya tahu di Hotel ini dilengkapi banyak ruangan tapi, anda sendiri tahu kan kalau yang menginap itu kalangan umum?" tukas Arga, tenang.
"Ya, aku tahu. Lantas, apa hubungannya dengan semua ini?"
"Apa anda belum menyadari kalau di antara mereka ada yang membawa bayi?mungkin beberapa."
Sejenak Haryan berpikir.
Beberapa menit kemudian..
"Maksudmu, ruang menyusui?" tebak Haryan.
"Nah... itu, Pak. Maksud saya, tidak mungkin kan Pak mereka menyusui Bayinya di luar kalau gak disusui bayinya malah menangis. "
"Ide bagus, Ga. Mengapa aku tidak berpikir sampai sana ya?"
"Mungkin anda banyak pikiran, Pak. "
"Bisa jadi."
Surabaya.
Kifaya hari ini sedang sibuk ya sibuk membuat naskah film berjudul keluarga Raden di laptopnya.
Sekaligus mengurus suami dan ketiga buah hatinya Arsiya Bestari Wirya putri pertama mereka yang sudah duduk di kelas dua es de, Dewaga Asrun Wirya putra mereka yang sudah duduk di bangku te ka kelas playgroup, dan putra bungsu mereka yang masih bayi Ziwan Adiaksa Wirya.
Terkadang diselingi istirahat menyusui Ziwan kala bayinya menangis kelaparan, terkadang kalau Awirya sang suami lagi malas ke Perusahaan dia pun ikut membantu sang Istri.
Sebagai pemilik Perusahaan wajar kali ye kalau dia bersikap suka-suka, ya.. iya lah! lagian pemasukan terus bertambah.
"Permisi, Pak. Maaf meganggu kesibukan anda, kami dari pihak kepolisian perkenalkan saya Jufan Awirga," ucap agen bernama Jufan, ramah. Memperkenalkan diri. "Dan, anda. Bolehkah saya tahu nama anda?"
"Saya Hadi Kusuma maaf, ada apa gerangan Bapak polisi datang ke rumah saya? apa ada anggota keluarga saya yang melakukan kesalahan?" Jufan terkekeh dan menggeleng.
"Tentu saja tidak, Pak," sahutnya, setelah itu dia mengeluarkan sesuatu.
"Saya hanya ingin bertanya pada anda, Pak Kusuma. Apa anda mengenal wanita ini?" tunjuk agen Jufan yang membuat Hadi mendelik kaget.
"Saya sangat mengenalnya, Pak. Namanya Lisda Nurwanti dia ini mantan Istri saya, ada apa ya, Pak?apa dia mengganggu warga?"
"Tidak, Pak. Justru dia ditemukan warga sudah mati tergantung."
"Apa?!" Hadi terperanjat, kaget.
Di sisi lain...
"Maaf, kami tidak mengenal wanita ini, " jawab dua pasangan suami istri yang sudah berusia lanjut.
"Oh.. apa anda berdua pernah melihatnya?" selidik sang Polisi ingin memastikan.
Sejenak kedua pasangan lanjut usia itu saling pandang, dan....
"Kami tidak pernah melihatnya sekalipun," jawab sang Suami, serak.
"Oh.. gumam sang Polisi, kecewa. "Terima kasih sebelumnya dan maaf, meganggu waktu anda berdua," cicitnya.
__ADS_1
"Tidak apa, santai saja," sahut si wanita memandang sang suami dengan mesra begitu juga sebaliknya.
Di tempat lain...
"Maaf, saya tidak mengenalnya," jawab seorang wanita muda yang sedang membawa bayinya jalan-jalan.
Kembali ke kediaman Hadi Kusuma.
"Pak Kusuma, apa anda bersedia saya antarkan ke markas kami?" pinta Jufan.
Hadi terdiam sejenak..
"Jangan cemas, Pak. Kami hanya ingin keterangan dari anda. "
"Oh.. baiklah, kalau begitu. "
Lalu, bagaimana kabar selingkuhan dari Lisda?
Ternyata, pria itu semakin gila. Karena dia baru saja selesai enak-enak dengan seorang wanita di rumah bordil.
"Kau benar-benar wanita luar biasa dan aku, sangat puas," puji pria itu tersenyum penuh kepuasan.
"Terima kasih, Tuan. Syukurlah kalau anda ouas dengan pelayanan saya," sahut wanita kupu-kupu malam itu dengan suara lembut.
"Aku selalu puas dengan pelayananmu, Nona. Ini, bonus untukmu karena dirimu sudah memuaskanku." Pria itu menyerahkan amplop cokelat berisi uang yang berjumlah sangat banyak.
"Wah... banyak sekali, Tuan," ucap wanita itu dengan mata berbinar.
"Kamu hitung saja, siapa tahu tahu ada yang kurang. kalau ada, bisa hubungi aku ke kosong delapan xxxx."
Wanita itu menggeleng dan tersenyum
"Tidak usah, Tuan. Saya percaya pada anda," paparnya.
Selain mereka berdua ada juga pasangan lainnya tentu saja antara pelanggan dan para kupu-kupu malamnya.
Mereka biasanya disewa tempat bercintanya pun tidak di situ-situ saja tapi di Hotel dan vila.
"Akh... hhhh!" suara seorang wanita berteriak histeris di dalam kamar dengan napas nafsu seorang pria.
Serangan bertubi-tubi itu dilancarkan seorang pria sang pelanggan dengan seorang wanita kupu-kupu malam di dalamnya.
Hingga wanita itu menjerit histeris seiring sebuah lagu jadul menyambut kemesraan mereka.
"Ada yang benci dirinya, ada yang butuh dirinya,..... "
Markas Polisi..
"Bagaimana, Pak? apa benar ini adalah mantan istri anda?"tanya Arzan sang kepala Polisi.
"Benar, Pak. Tidak salah lagi dan saya yakin ini dia orangnya," jawab Hadi dengan suara bergetar.
"Baiklah, Pak. Kalau anda sudah yakin, mari kita ngobrol santai di ruangan saya," ajak Arzan, tenang.
Dengan gugup dan ragu, Hadi mengangguk.
Perusahaan Sayurisa...
__ADS_1
"Anggita, bus pribadi atas nama Pak Nano. Apa sudah tersedia?" tanya Nifa, memastikan.
Bersambung...