Istri Sah Bos Mafia.

Istri Sah Bos Mafia.
Gengsi


__ADS_3

"Apa? minta maaf?Pak Mahmud, Anda yang benar saja masa saya harus minta maaf sama bawahan?gengsi dong,"sahut Firham memandang sinis Hanif.


"Apa salahnya?bukannya tadi dia sudah minta maaf sudah menumpahkan air ke baju Anda, " papar Mahmud, tenang dalam hati jengkel.


"Ya... itu kan kewajbannya,"bantah Firham, ketus.


" Nah.... sekarang giliran Anda, minta maaf sama dia," balas Mahmud tak kalah ketus.


"Maksud Anda itu apa sih?saya ke sini itu mau rapat!bukan mau perang dengan Anda!"ucap Firham, tajam.


"Oh... iya, Pak Firham Adibuana, apa Anda tidak merasa yang memulai perang itu adalah Anda sendiri!"gertak Mahmud


"Anda.... !"tunjuk Firham, jengkel.


" Rapat kerja sama kan maksud Anda?apa ini dokumennya?"Mahmud merobek-robek dokumen itu di depan Firham dengan tatapan yang tajam. "Maaf, aku tidak bisa kerja sama dengan orang seperti Anda!" tunjuknya, sengit.


"Apa gara-gara pegawai rendahan ini, Anda tega memutuskan kerja sama kita?!" Firham mulai tersulut emosi.


Tanpa bicara, Mahmud pun menyiram air ke wajah Firham sebagai balasan.


"Pak Mahmud, Anda sudah merendahkan saya!saya tidak bisa terima!" hardik Firham, kalut.


"Saya juga tidak terima pegawai saya direndahkan dan diatur-atur begitu saja oleh Anda!ingat, yang berhak menegur dan mengatur pegawai saya itu bukan Anda tapi, saya.... Atasannya!"balas Mahmud Firham pun terdiam.


"Pergi Anda dari sini!" usir Mahmud menunjuk arah keluar.


Lalu....


"Dan kamu, gak usah lagi ke Perusahaan selama tujuh hari," titah Mahmud membuat Hanif membelalakan matanya, kaget.


"Maaf, Pak tolong katakan apa salah saya?" Mahmud terkekeh.


"Tidak, kau tidak akan aku pecat melainkan aku liburkan selama tujuh hari untuk menenangkan diri dan kamu punya kesempatan bersama keluargamu, bagus bukan?"


"Pak Mahmud, apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikan Anda?"


"Gak perlu, lagipula kamu kan sudah memberi yang terbaik untukku. "Mahmud tersenyum.


Lalu, Mahmud membuka lacinya dan meletakan amplop cokelat di hadapan Hanif.


"Apa ini, Pak?" tanya Hanif, kaget.


"Ini uang jutaan rupiah dariku, anggap saja sebagai bonus kerja kamu yang bagus selama ini," jawab Mahmud sambil menyerahkan amplop itu kepada Hanif.


"itu kan tugas saya, Pak sebagai pegawai dan maaf, saya gak bisa terima," tolak Hanif, malu.


"Terima saja lah!ajaklah kedua orang tuamu untuk berlibur, kasihan kan mereka karena kesibukanmu, mereka tidak bisa berlibur di amplop itu ada ratusan juta rupiah." Mahmud memaksa.

__ADS_1


Akhirnya, Hanif pun mengalah..


"Baik, Pak saya terima dan berharap semoga kebaikan Anda dibalas oleh Tuhan."


"Pergilah."


"Akh... hhhh, sialan! hampir saja aku mendapatkannya!" gerutu Firham emosi wajahnya yang memerah bagai api menyala-nyala.


"Kalau begini caranya, aku tidak bisa tinggal diam!aku harus menghancurkannya seperti mereka menghancurkan harga diriku! aku bersumpah!"teriaknya, lantang.


Firham pun memanggil beberapa anak buahnya.


"Aku tugaskan kalian untuk menyelidiki latar belakang Perusahaan itu," titah Firham, tegas.


"Baik, Pak." Mereka kompak menyahut.


Di tempat lain....


"Sein, apapun yang terjadi kau pernah singgah di hatiku walau kau pernah juga menolakku karena, cintamu pada Rilan begitu besar tapi, aku tak mengapa karena aku, sudah menemukanmu dalam diri Siena," ungkap Zachry tersenyum miris. "Terima kasih sudah hadirkan Siena dalam kehidupanku, " ucapnya sambil meletakan bunga krisan yang masih harum dan segar di atas makam Seina lalu, tersenyum pahit.


Beberapa jam kemudian, Zachry pun pamit pada makam Seina lalu berlalu pergi meninggalkan tempat terakhir setiap manusia itu.


Flashback on...


"Maaf, Zachry aku gak bisa," tolak Seina saat Zachry mengungkapkan perasaannya.


"Mengapa, Sein?" tanya Zachry, kecewa.


Zachry mengembuskan napas, berat.


"Apa kamu masih mengharapkannya?"selidik Zachry menatap dalam Seina.


"Aku..... "Seina bingung harus berkata apa.


"Sudahlah, aku mengerti, Sein cintamu terlalu besar untuknya."


"Zachry, ma... "


"Gak perlu minta maaf," potong Zachry. "Aku ikhlas karena aku tahu cinta tak dapat dipaksakan, semoga kamu bahagia, Sein," ucapnya, kemudian...


Flashback off...


Perusahaan Derafa...


"Oh... rupanya pria yang bernama Firman Adibuana ingin bermain petak umpet denganku untuk menghancurkan Perusahaan milik Pak Efron?" gumamnya saat diberi tahu seorang pegawai tentang partner kerja yang ternyata licik itu. "Baiklah, terima kasih infonya kau boleh kembali ke mejamu."


"Baik, Pak."

__ADS_1


Setelah sang pegawai berlalu...


"Baiklah, dengan senang hati aku melayanimu, Firman Adibuana!" tekannya.


"Bagaimana?"


"Pak Firman, ternyata Perusahaan itu pemiliknya adalah pria bernama Efron Hadikusumo yang ke London dan penggantinya sementara adalah Mahmud Aryawan," info anak buahnya.


"Oh.. begitu?" Firman manggut-manggut dan tersenyum penuh misteri. "Baik, kau boleh keluar."


"Baik, Pak. "


Setelah itu....


"Aku tahu sekarang, bagaimana cara membuat mereka menjadi hancur," pikirnya sambil melengkungkan bibirnya.


Di London


Rapat raksasa antara pemilik Perusahaan Eropa Asia itu akhirnya berjalan dengan lancar dan sukses yang turut hadir Anthony Wilem sebagai Tuan rumah tentunya.


Mereka pun menciptakan ketertiban dalam rapat, saling menghargai dan tak ada saling tuding menuding.


Efron pun tidak pelit menerangkan tentang kebudayaan Indonesia kepada seorang teman rapatnya yang ingin tahu tentang Indonesia.


"Oh... ternyata, Indonesia punya banyak kebudayaan ya," ungkap Marten salah satu kandidat rapat berasal dari Italia dengan bahasa Inggris yang lancar agak sedikit latin. di dalamnya.


"Tentu saja," balas Efron."Bukan hanya memiliki berbagai macam budaya melainkan berbagai suku seperti suku Nias di Sumatera Utara, suku


Mjnangkabau di Sumatera Barat, suku Aceh di Aceh, suku Anak dalam di Jambi, suku Sunda di Jawa Barat, suku Madura di Jawa Timur, suku Dayak di Kalimantan, suku Dani di Papua dan masih banyak lagi lainnya, bahasa seperti bahasa Batak, Sunda, Mjnang, Jawa, Tagalog, Melayu, Betawi, dan Madura bahasa yang saya sebut adalah bahasa daerah di Indonesia selain yang sebutkan tadi masih banyak lagi tapi bahasa kami tetap satu yaitu bahasa Indonesia," terang Efron.


"Wuah.. lengkap juga ya, selain memiliki pesona wisata yang indah Indonesia juga memiliki banyak suku, bahasa, dan budaya ya, "ungkapnya, girang. "Saya ingin sekali ke sana dan tidak sabar ingin melihat keindahannya."


"Saya juga ingin ke sana saya pernah berpergian ke negara manapun tapi, Indonesia.... Saya belum pernah, "aku Lee Tse peserta rapat dari Taiwan dengan bahasa Inggris yang cukup lancar.


"Saya juga belum pernah, saya lihatnya hanya di youtube," timpal lainnya.


"Iya."


"Benar."


"Wuah.. Pak Efron, cerita Anda tentang negara Anda membuat hasrat saya ingin sekali pergi ke sana," ungkap Dante peserta dari Perancis dengan bahasa Inggris berlogat Perancis.


Hotel Zelantra


"Berapa jumlah tamu yang menginap di hotel kita?" tanya Arga menatap Tedy sang asisten.


Bersambung.

__ADS_1


Seina dan Siena



__ADS_2