
Maaf ya teman-teman ralat dulu, Mahmud bukan di Perusahaan milik Efron melainkan milik Ayah Efron, Perusahaan Zaxin.
"Jumlahnya sekitar satu juta lebih, Pak,"jawab Tedy, tanpa ragu.
"Wow... lumayan fantatis juga ya," seru Arga, puas.
"Iya, Pak berkat promosi yang kita iklankan, jumlah tamu di hotel kita lebih banyak dari yang dulu, "sahut Tedy, ikut bahagia yang diangguk oleh Arga.
"Syukurlah, kalau begitu. "
"Iya, Pak.Apa anda akan menambah promosi lagi agar tamu di hotel kita lebih banyak?" usul Tedy.
"Kalau itu, kita rapatkan dengan Pak Haryan Juwana pemilik dari hotel ini mudah-mudahan beliau setuju, " jawab Arga, tenang. Kau tahu kan kalau aku hanya lah seorang Manager di hotel ini?" Tedy mengangguk.
Tedy Nazura nama lengkapanya adalah asisten Arga Difandra, dia sudah lama mengabdi pada Arga.
Tidak hanya bekerja sesuai perintah atasannya dan mengerti keinginan atasannya tapi, bisa memberi solusi terbaik untuk kemajuan hotel Zelantra.
Hotel Zelantra dulunya juga bukan hotel terbaik dikatakan bukan termasuk hotel mewah seperti sekarang ini.
Sebelum menjadi hotel terbaik di seluruh Jabodetabek ternyata Zelantra pernah menyabet hotel terjorok dan terburuk bahkan lebih buruk dari perumahan kumuh.
Tentu saja para tamu enggan menginap di sana bukan hanya bau nya yang tidak sedap tapi di setiap kamar mandi masing-masing kamar tamu ada tamu tak diundang yaitu kecoa.
Untungnya, melihat keadaan yang menyedihkan dari hotelnya sang pemilik Haryan Juwana tidak tinggal diam.
Dia memanggil seorang arsitek tak tanggung-tanggung dia pun memanggil seorang arsitek terbaik di Bekasi.
Dalam menentukan tingkatan gedung, jumlah kamar, dan fasilitas lainnya di rapatkan dalam aula apa adanya termasuk Arga yang hadir dalam rapat itu.
Haryan memanggil arsitek terbaik tujuannya untuk merenovasi hotelnya yang buruk menjadi hotel yang mewah dan wangi, Haryan rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membangun hotel yang berkelas agar para tamu betah menginap di hotelnya dan banyak yang menginap.
Benar saja, selang beberapa tahun kemudian hotel yang terburuk itu menjadi hotel terbaik di Bekasi dan termewah di seluruh Jabodetabek dengan bangunan yang sangat menarik para tamu untuk menginap di sana.
Ya.... hotel yang bisa dikatakan hotel terjorok sekarang menjadi hotel terbersih dan terwangi, tidak ada lagi kini kecoa yang menempel di dinding masing-masing kamar tamu karena sudah bersih, wangi, dan mewah.
Pintu kamarnya pun di buka dengan menempelkan kunci kamar berbentuk kartu, otomatis tidak hanya terbuka dengan sendirinya tapi lampu kamar pun ikut menyala.
Bukan hanya itu, keran kamar mandi pun tak kalah canggihnya tinggal ulurkan tangan ke arah lubang keran otomatis air mengalir dengan sendirinya dan akan berhenti setelah tangan melepas.
Di keran itu juga ada tombol merah untuk air panas, tombol biru untuk dingin, juga ada bath tub mewah yang juga kerannya ada air panas dan dingin.
Di tempat lain...
"Pak Firham, apa yang anda lakukan untuk menghancurkan Perusahaan Zaxin? " tanya Suroyo, hati-hati.
"Hmmm... Perusahaan Zaxin lumayan termasuk Perusahaan yang lama berdiri dan bersih dari segala masalah, sulit untuk aku menghancurkannya walaupun dendam masih tersimpan di hatiku!" ungkap Firham penuh dendam.
"Tidak ada yang tak bisa, Pak. Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan begitu juga kantor dan Perusahaan atau tempat kerja lainnya," papar Suroyo.
Firham mengerutkan kening.
"Maksudmu, setiap Perusahaan termasuk Zaxin juga punya kekuatan dan kelemahan?" ulang Firham.
__ADS_1
"Ya.. benar sekali, Pak, " sahut Suroyo, cepat sembari tersenyum licik begitu juga sang atasan.
"Lalu, bagaimana caranya mencari kelemahan Perusahaan itu agar bisa hancur?" tanya Firham, emosi.
"Jangan cemas, Pak. Saya akan mengirim anak buah saya menyamar sebagai pekerja untuk menjadi mata-mata untuk mencari kelemahan dari Perusahaan itu," tutur Suroyo, picik.
"Lumayan bagus dan picik juga idemu, "sahut Firham tersenyum miring.
"Karena saya sebagai bawahan anda, gak rela kalau perasaan atasan saya diinjak-injak!" ucapnya penuh kebencian.
Firham pun tersenyum miring.
"Mahmud, tunggu saja balasan dariku!" gerutu Firham, mencebik.
Perusahaan Zaxin
'Bra... kkk!'
Mahmud menggebrakan meja kerjanya yang awalnya milik Hadi dengan keras setelah dapat laporan dari seorang agen mata-mata yang dia kirim untuk memata-matai rekan kerjanya.
"Kurang ajar! berani-beraninya dia ingin menghancurkan Perusahaan ini!" ucap Mahmud dengan suara lantang.
Untungnya, tidak ada yang mendengar karena ruang pribadinya kedap suara.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Pak?" tanya Endi sang agen.
"Hmm... kita harus bermain cantik," usul Mahmud tersenyum miring lalu menatap Endi, datar.
"Iya, bukannya di rekaman video hapemu ada yang mengirim seorang mata-mata untuk berpura-pura menjadi pegawai di sini?untuk mencari kelemahan Perusahaan ini, bukan?" tekan Mahmud.
"Iya, Pak benar," sahut Endi tak ragu.
"Maka itu, kita harus bermain cantik untuk berpura-pura tidak tahu, setelah waktunya tiba aku akan buat mereka tidak lagi berkutik, " usul Mahmud yang disetujui oleh Endi.
"Caranya, Pak?"
"Tentu saja kamu harus mencari tahu seperti apa wajah seseorang yang dikirim oleh anak buah Firham?tujuannya, untuk mempermudah kita menjebaknya," terang Mahmud.
"Oh.... begitu ya, Pak?" Endi pun akhirnya mengerti.
"Hmmm... "jawab Mahmud, datar. "Asalkan jangan sampai ketahuan," paparnya, kemudian.
"Tenang saja, Pak dijamin aman. saya juga punya berbagai cara agar tidak ketahuan," tutur Endi, santai.
"Aku percaya padamu," sahut Mahmud, cepat.
"Terima kasih, Pak. Saya akan mengerjakan perintah anda dengan benar,"ucap Endi, sungguh-sungguh.
"Baiklah, ini bonus awal yang kau terima karena sudah mengerjakan tugasmu dengan baik." Mahmud meletak kan amplop cokelat yang berisi uang jutaan rupiah.
"Terima kasih, Pak," ucap Endi, girang.
"Apa kau tidak menghitungnya dulu?" tegur Mahmud.
__ADS_1
"Tidak perlu, Pak.Saya mempercayai anda seperti anda mempercayai saya," jawab Endi penuh kepastian.
"Bagaimana kalau uangnya kurang?aku kan jadi tidak enak," sahut Mahmud, kemudian.
Endi menggeleng dan tersenyum.
"Bagi saya, jumlah uang yang anda berikan pada saya lebih dari cukup, Pak," tuturnya.
"Syukurlah, kalau merasa kurang kamu bisa menemuiku di ruangan ini atau kirim aku nomor rekeningmu melalui whatsapp," ujar Mahmud.
"Baik,Pak," sahut Endi.
"Sekarang, kau boleh keluar!" perintah Mahmud, tegas.
"Iya, Pak." Endi membungkuk lalu, pamit pada sang atasan.
London
"Apa, Pa? Nesya ke rumah?" selidik Efron memastikan.
Entah mengapa, Efron merasa ill feel mendengar Nesya ke rumah untuk mencarinya apalagi mengganggu tidur Ayahnya walau dia teman dekatnya.
"Untuk apa dia mencariku?" gerutu Efron dalam hati.
"Memang dia ada keperluan apa,Pa? mencari Efron."
"Oh... mau bertemu?" ulang Efron mencebikan bibir tipisnya.
"Pacar?bukan lah,Pa. Hanya teman saja, gak lebih."
"Baguslah, Papa lega jadinya, Papa cemas kalau kamu pacaran sama dia karena Papa merasa dia bukan wanita baik-baik masa seorang perempuan datangi rumah laki-laki, itu kan gak pantas," omel Hadi, jengkel.
"Bagus juga kamu gak suka dengan kelakuan nya, kamu pasti tahu siapa dia kan? "
"Hmm... bayangkan coba, dia ke rumah ini dengan berpakaian yang tidak pantas sudah itu dia pengen duduk di dalam lagi," adu Hadi.
"Ya.. Papa cegah lah!"
Di tempat lain..
Seorang pria berumur tapi masih gagah membawa map berdiri di depan pagar menekan bel pada tembok luar samping kiri.
Seseorang di dalam pun dengan langkah cepat membuka pagar.
Beberapa menit kemudian...
"Maaf, Pak.Ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya Wintoro sang penjaga rumah, sopan.
Bersambung..
Neoland Alvaro
__ADS_1