Istri Untuk Om Kent

Istri Untuk Om Kent
hari kedua ujian


__ADS_3

"om om mau berangkat" panggil Bimo melihat om nya ingin berangkat ke kantor.


"iya kenapa lagi, supir mu kan sudah datang"


"om apa aku tidak boleh numpang lagi, sekali lagi aja om" mohon Bimo dengan wajah memelas.


"tidak" Kent langsung meninggalkan Bimo dan nai ke mobil nya.


"om om, buka om, Bimo ikut om" Bimo mengetuk ngetuk pintu mobil Kent, namun tidak di gubris oleh Kent dan segera melajukan mobil nya.


"Bimo, sayang kau kenapa, biarkan om mu pergi, supir mu kan sudah datang"


"tuan Bimo, apa kita sudah bisa berangkat" ujar supir yang sudah menunggu Bimo di mobil.


"ya sudah Bimo berangkat dulu ya Oma" Bimo berpamitan dan langsung naik ke dalam mobil.


Angela yang sejak tadi menunggu taksi online di depan pagar rumah nya,.


"duh ini gimana, kalo telat sedikit saja pasti pengawas tidak akan kasih masuk ujian"


suara ponsel Angela berdering dan ada panggilan dari pemilik taksi online.


"ya pak, apa di cancel, tapi kenapa pak? pak saya udah nunggu lama Lo" sambungan telepon dimatikan oleh taksi online.


"itu bukannya Angela, sedang apa dia berdiri di sana" Kent menghentikan mobilnya tepat di depan Angela.


"hei kau sedang apa di situ?" ujar Kent.


Angela menoleh ke asal suara,


"om Kent, ini om lagi nunggu taksi online tapi belum dapat" jawab Angela.


"apa kau mau ikut?" tawar Kent.


"ngga usah om, Angela nunggu taksi saja"


"disini tidak akan ada taksi yang mau lewat pagi pagi, bukan nya kau sedang mau ujian hari ini? ayo naik lah"


"baik lah om kalau om maksa, om maksa kan" ujar Angela.


"heh,, di saat saat begini masih saja becanda, memang kalau bocah gesrek memang begitu ya" gumam Kent.


"ngga kok, saya ngga maksa kalo memang tidak mau ya sudah" Kent melajukan sedikit mobilnya.


Namun Angela malah diam di tempat dan tidak mau memohon.


Kent menatap dari kaca spion nya.

__ADS_1


"ternyata ini bocah punya gengsi yang tinggi juga ya, oke lah" gumam Kent.


Kent memundurkan kembali mobil nya sampai ke depan Angela.


"Angela kamu ikut lah dengan om, kali ini om memaksa supaya kau ikut karena kau akan terlambat jika harus menunggu taksi online" ujar Kent.


"kan sudah ku katakan om pasti memaksa ku, makanya om tidak usah gengsi jadi orang" ujar Angela.


"kenapa dia random sekali, kadang kelihatan dewasa, kalem tapi kadang gesrek juga, padahal kan dia yang butuh tapi kenapa harus aku yang memohon" Kent bingung sendiri dengan kelakuan Angela tapi yang lebih ia bingung kan adalah diri nya sendiri, ia malah memohon kepada Angela padahal yang butuh bantuan sebenarnya adalah Angela.


"apa kau setiap hari menunggu seperti itu?"


"tidak om, biasa nya Angela di antar oleh papa Angela tapi papa sedang berada di luar kota jadi Angela terpaksa deh harus ke sekolah menggunakan taksi online".


"oh iya Bimo kemana om, kok ngga berangkat bareng om?" tanya Angela.


"kau ini kenapa, yang bawa kamu kan saya kenapa harus nanyain si Bimo" ujar Kent.


"memang kenapa om, om cemburu ya" ujar Angela asal.


"eh tidak, untuk apa saya cemburu dengan Bocah seperti mu, ya walau pun saya aku i kamu ini termasuk cantik sedikit tapi hanya sedikit, segini kira kira" Kent mempraktekkan dengan kelinggkingnyanyang di bagi dan diambil bagian kecil saja.


"om jangan seperti itu sama Angela, nanti om naksir Lo, om tau seperti nya Bimo juga naksir sama Angela tapi karena perjanjian persahabatan geng gesrek jadi Bimo ngga berani untuk jujur" ujar Angela.


"perjanjian persahabatan, memang nya apa isi perjanjian kalian" tanya Kent penasaran.


Tiba tiba saja Kent menahan tawa nya,.


"om kenapa tertawa?"


"oh ngga kenapa Napa, perjanjian kalian itu memang bagus, jadi sesama sahabat itu memang harus nya tidak ada yang saling pacaran, karena begini, kalau nanti sahabatan pacaran terus ketika nanti ada yang berkhianat maka yang berakhir bukan cuma hubungan pacaran tapi juga merusak hubungan persahabatan, kau jangan mau pacaran sama sahabat sendiri" ujar Kent


"kasihan sekali kamu Bim, mencintai sahabat sendiri yang udah ada perjanjian tidak boleh pacaran" gumam Kent.


"tapi om, kalo di pikir pikir Bimo itu tampan juga ya om"


Tiba tiba Kent mengerem mendadak mobil nya,. membuat Angela terdorong ke depan.


"om ada apa om?"


"oh ini tadi ada lobang, iya ada lobang"


"perasaan di daerah sini jalan nya bagus bagus saja om, sejak kapan ada lobang" tanya Angelina bingung.


"mungkin tadi malam atau semalam kita kan ngga tau" ujar Kent.


"tadi kau bilang apa?" tanya Kent

__ADS_1


"oh itu, sudah lah om, tidak usah di bahas ngga penting juga"


"ya sudah,, ini kau belum telat kan?"


Angela melihat jam yang ada di ponsel nya,.


"seperti nya belum om"


"oke itu sekolah mu"


Kent berhenti di depan sekolah Angela.


"om makasih ya om, Angela doa in supaya om cepat dapat pengganti wanita yang kemaren di restauran"


"iya iya, kau selamat ujian, jawab soal mu dengan baik dan benar, ingat jangan menyontek ya"


"iya om, hati hati om"


"Angela, Angela" pagil Aven, Fika, Dania dan Bimo.


"An kamu di antar sama siapa?" tanya Dania.


"bukan nya itu mobil nya om Kent?" ujar Bimo


"emmm iya Bim ternyata om mu baik juga ya, mau bantuin Angela" ujar Angela


"mencurigakan" gumam Bimo.


"Bim kau kenapa diam aja" tanya Fika.


"oh tidak, bagus lah An setidak nya kau tidak terlambat untuk ujian, kalau begitu ayo kita masuk kita harus mempersiap kan alat untuk ujian".


kelima sahabat itu kini berjalan menuju ruang ujian.


"hmm ada yang di antar om om nih pagi pagi, palingan tadi malam sudah di tiduri" ujar Kesi salah satu teman sekelas Angela yang tidak pernah menyukai Angela,


Kesi adalah teman sekelas Angela yang suka pada Bimo tapi Kesi tau kalau Bimo menyukai Angela sehingga kesi sangat membenci Angela.


"Kes, jaga bicara mu, apa kau tau siapa om om yang kau bicara kan dia adalah om ku, om kent" ujar Bimo.


"oopppss jadi om mu tidur dengan Angela,, wow luar biasa sekali' guys guys pengumuman, jadi Angela tidur dengan om om dan Om Om itu adalah om nya Bimo"


"ha ha ha hahaahah" semua teman teman sekelas Angela tertawa mendengar ucapan Kesi.


Angela hanya diam saja karena tidak mau berdebat, tiba tiba guru pengawas ujian datang.


"ehmm ehmmm" suara deheman Bu guru.

__ADS_1


__ADS_2